Brilio.net - Musim liburan akhir tahun membuat tujuan wisata di berbagai daerah di Indonesia ramai diserbu pengunjung. Namun, serbuan para pengunjung di lokasi ini malah bikin miris lagi dan lagi.

Kali ini berasal dari sebuah jembatan layang yang berada di daerah Perumnas, Langsa Baro, Aceh yang jatuh ke sungai pada Sabtu sore (26/12) sekitar pukul 17.15 WIB. Diduga jembatan yang terletak di kawasan hutan lindung (hutan kota) ini roboh akibat melebihi muatan, sehingga mengakibatkan pengunjung yang berjalan kaki melewati jembatan tersebut jatuh ke sungai.

Menurut informasi yang dihimpun brilio.net dari akun Facebook Meme & Rage Comic Indonesia, Minggu (27/12), jembatan tersebut memang hanya mampu menahan beban sebanyak 40 orang, namun karena melebihi muatan sehingga jembatan layang itu roboh di bagian tengahnya dan tali pengikat tali jembatan putus.

Kelebihan muatan para pengunjung doyan selfie, jembatan ini ambruk! "Waktu itu banyak orang yang sibuk selfie dan pacaran di tengah jembatan. Jadi yang di belakang bingung mau melintas apa nggak, soalnya itu mereka hampir setengah jam di atas jembatan nggak minggat-minggat. Karena banyak yang nggak sabar dan muak, akhirnya para orangtua ada yang mengabaikan aturan, ketika para orangtua ini melintas di belakangnya ada kaum cewek alay membawa tongsis, kira-kira ada 7 orang. Nah, mereka ke tengah jembatan sambil selfie-selfie. Yang belum lewat nih tambah muak, jadinya banyak yang ngelanggar aturan sambil mengutuk anak alay yang sibuk selfie dan pacaran di jembatan tadi. Makin lama makin nggak teratur, malah tambah banyak yang nekat melintas. Teman aku ngajakin buat ikut melintas juga tapi aku alesan buat pergi beli minum. Sewaktu aku mau beli minum ada bapak-bapak yang teriak-teriak, aku kaget terus balik. Nggak lama ambruk dah tuh jembatan," kata Arthur, seorang netizen yang menjelaskan kejadian tersebut.

Sayang ya, seharusnya kejadian seperti ini tak perlu terjadi ketika masyarakat mau menaati aturan yang sudah ditempelkan oleh pengelola hutan lindung mengenai jembatan yang hanya mampu menahan beban 40 orang itu. Beruntungnya sampai saat ini, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.