Brilio.net - Saat sedang melakukan perawatan manikur, biasanya para wanita lebih fokus pada pilihan warna cat kuku yang akan dicoba. Namun, kebersihan dan kesehatan kuku cenderung dilupakan oleh sebagian besar wanita, terutama bagian kutikula.

Memang, sih, menggunting kutikula kuku menjadi bagian rutinitas dalam perawatan manikur. Tapi bukan berarti hal tersebut benar dan tidak berisiko ya. Sebab, menurut seorang dermalogist, Dr Janet Prystowsky, menggunting kutikula kuku bisa berakibat fatal. Terutama pada tubuh kamu karena bakteri dan kotoran bisa bebas menempel pada kulit sekitar jari dan menyebar ke tangan.

Kutikula merupakan pembatas antara kuku dan kulit jari. Fungsinya adalah untuk melindungi kulit dari infeksi yang berasal dari bakteri serta kotoran pada kuku. Sedangkan tangan, seperti yang kita ketahui merupakan bagian tubuh yang rentan tereskpos bakeri dan kotoran. Ewww!

Pernyataan serupa diungkapkan oleh Tiffany Cooksey dari The Ultra Beauty Artistic Team. "Tangan bisa terpapar infeksi jamur, seperti ragi, virus seperti herpes atau kutil, dan bakteri termasuk paronychia," pungkas Cooksey, seperti dilansir brilio.net dari goodhousekeeping, Rabu (3/8).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Sayangnya, infeksi bukan satu-satunya masalah. Praktik salon kuku umumnya kini dapat membuat kuku kamu terlihat cantik untuk satu atau dua hari, tapi akhirnya regenerasi kutikula pada kulit sekitar jari menimbulkan rasa perih dan menyakitkan. Kondisi ini juga bisa menyebabkan munculnya bintik-bintik putih atau iritasi dan trauma pada kuku serta kulit jari.

Masih khawatir kalau kutikula kamu bakalan digunting berlebihan saat pergi ke salon? So, pastikan kamu pergi ke salon yang nggak sekedar membuat kuku kamu terlihat cantik tapi juga memperhatikan kesehatan setiap bagian dari kuku kamu.

(brl/ani)