Brilio.net - Lagi-lagi soal cinta pertama yang tak pernah bisa dilupakan. Sekuat apapun usaha jika kehendak Tuhan berkata lain, siapapun orangnya pasti tak dapat menolak. Ini yang dihadapi oleh Dian, laki-laki 32 tahun yang punya usaha sendiri.

Empat tahun menjalin hubungan, putus-sambung berulangkali, tapi berujung keduanya menikah dengan orang lain.

Dian merasa cintanya belum cukup untuk menyatukan dia dengan Saskia seorang perawat di salah satu rumah sakit di Wonogiri. Meski mereka berdua kerap tidak pernah bisa melupakan satu sama lain. Kerap berusaha move on tapi selalu saja gagal. Dan kerap putus tapi nyambung lagi. Tapi tetap saja hambatan dari orangtua Saskia tidak pernah luluh dengan lembutnya cinta mereka.

Dian pertama kali mengenal Saskia di tahun 2007. perkenalannya hanya melalui telepon, yang diberikan oleh saudaranya. Dua bulan kemudian, setelah behubungan intens, mereka memutuskan bertemu. Dari pertemuan itu, Dian tidak pernah menyangka kalo bakal sama-sama jatuh cinta. Bahkan, cinta itu mereka begitu dalam sampai-sampai mereka mantap untuk menatap jenjang rumah tangga.

Namun sayang seribu sayang, hubungan mereka ditentang oleh orangtua Saskia. Orangtua Saskia berdalih bahwasanya Dian itu kere, Dian hanya mengguna-gunai Saskia sehingga Saskia bertekuk lutut. Tapi, imbauan itu tidak berarti bagi mereka. Mereka pun menemukan jalan keluar sementara, yakni hubungan secara backstreet alias diam-diam.

Loading...

Selama satu tahun mereka menjalani hubungan itu. Entah mengapa mereka jadi semakin sering putus nyambung. Restu belum juga didapat dari orangtua Saskia. Hubungan mereka pun tarik ulur, Dian mengaku baik dirinya maupun Saskia tidak pernah bisa melupakan satu sama lain.

Semakin lama Dian semakin frustasi. Dia punya pikiran untuk mencari perempuan lain saja yang bisa dapat restu dari orangtuanya si perempuan itu. Pada penghujung 2008 ia secara tidak sengaja bertemu dengan teman kuliahnya dulu. Dari situ mereka semakin sering berhubungan via pesan singkat atau telepon.

Saat itu kebetulan hubungannya dengan Saskia sedang putus. Suatu Suatu hari ketika sedang bersama Saskia, diam-diam Saskia membuka isi pesan singkat di handphone Dian. “Dia kecewa bukan main. Saat itu dia bilang ke saya betapa teganya saya. Saat di perjalanan pulang kami diguyur hujan. Saya memilih untuk meneduh, sementara dia menangis sambil terus meneruskan perjalanan meski hujan.” ceritanya tentang kejadian itu kepada brilio.net kamis (09/10) via telepon.

Hubungan keduanya masih diwarnai putus-sambung sampai pada tahun 2011, Dian secara berani mencari perempuan lain untuk diajak menikah. Keberanian niatnya itu bersambut dengan hadirnya seorang perempuan yang bernama Indri. Di tahun itu pula, Dian resmi menikah dengan Indri. Nasib Saskia tidak jauh beda, beberapa bulan kemudian dia pun juga naik pelaminan dengan pria lain.

Dian mengaku, dalamnya perasaanya dengan Saski tidak bisa disamakan dengan istrinya kini. Dengan bercerita demikian, tandanya ia masih belum bisa melupakan Saskia. “Beberapa hari sebelum hari H pernikahan saya, saya dengan Saski sering smsan. Saling menguatkan satu sama lain. Sekarang, masing-masing dari kami sudah punya momongan.” terangnya.

Ketika ditanya apakah dia cinta dengan istrinya, dia menjawab “Ya tentu saja saya cinta dengan istri saya, tapi dengan Saskia rasanya tidak bisa dilupakan,” pungkasnya.

Cerita ini disampaikan oleh Dian melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.