Brilio.net - Perkelahian dengan alasan apapun bukanlah sesuatu yang baik. Tapi hal ini selalu saja terjadi tanpa bisa dihindari lantaran banyak penyebab. Perkelahian antarkelompok dan warga juga bukan hal yang asing karena banyak terjadi di Indonesia.

Perkelahian antarwilayah bahkan seringkali diawali oleh perkara-perkara sepele. Selain itu, banyak pula yang awalnya merupakan permasalahan pribadi beberapa orang yang meluas. Kalau sudah meluas, konflik pun melebar.

Hal ini yang diungkapkan Rozi, bukan nama sebenarnya, pemuda asal Desa Blingoh, Jepara ini menuturkan tentang bentrok yang terjadi di desanya. Menurut dia bentrok antar dua desa yang terjadi di wilayahnya bermula dari pagelaran orkes di salah salah satu rumah warga.

"Awalnya itu ada orkes di salah satu rumah warga, terus yang nonton kan banyak dari berbagai daerah sekitar. Nah di situ terjadi perkelahian antarpenonton," ungkap Rozi kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Senin (25/1).

Menurut penuturan Rozi, perkelahian itu berbuntut panjang. Sejak perkelahian tersebut, terjadi ketegangan antara warga Blingoh dengan warga Lor Kali. Ketegangan ini berbuntut bentrok yang terjadi pada tanggal 13 Januari 2016. Puluhan warga terlibat dalam bentrok tersebut.

Loading...

"Terus terjadi bentrok pada 13 Januari antara dua desa, puluhan warga terlibat dalam bentrok itu," kisah dia.

Karena bentrokan tersebut, salah satu desa juga menuntut ganti rugi kepada yang lain sebesar Rp 12 juta. Tapi, belum ada kejelasan apakah akan dibayar atau tidak karena permasalahan sebenarnya pun masih belum jelas.

"Sekarang desa saya dituntut disuruh bayar 12 juta, tapi belum dibayar soalnya kan permasalahannya bagaimana juga belum jelas," kisah dia.

Rozi secara pribadi menyesalkan perkelahian semacam ini bisa terjadi dan membesar. Dia berharap segala sesuatunya bisa berakhir dengan damai dan terjadi kerukunan antarwarga.

"Saya sendiri berharap perselisihan semacam ini nggak terjadi, semoga ini bisa berakhir dengan damai dan warga hidup rukun," pungkas dia.

Hidup rukun dan damai pasti lebih menyenangkan. Tapi apa boleh buat karena nasi sudah menjadi bubur, semoga kedua desa tersebut bisa mengatasi permasalahan dan tidak ada perkelahian lagi.

Cerita ini disampaikan oleh Rozi melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!