Brilio.net - Mengajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di pinggiran Kota Yogyakarta, tepatnya di SMP Negeri 1 Sedayu, Bantul, membuat Muhammad Zulham (37) harus berpikir kreatif agar siswanya bisa bersaing dengan anak-anak sekolah di kota.

Untuk itu guru mata pelajaran IPA tersebut menggunakan smartphone yang mayoritas dimiliki siswa untuk metode pembelajaran. Hal ini tentu menarik karena dalam beberapa tahun belakangan, banyak sekolah yang melarang siswanya membawa telepon seluler, khawatir mengganggu proses belajar mengajar. “Ya memang saya perbolehkan memakai handphone, tapi hanya untuk membuka situs-situs yang berkaitan dengan pelajaran,” terangnya kepada brilio.net, Senin (11/5).

Menurutnya, kurikulum sekarang menuntut siswa untuk lebih aktif di dalam kelas. Smartphone bisa digunakan untuk mencari informasi dan data yang ada di internet.

“Penggunaan smartphone ini sebenarnya hanya salah satu cara menyampaikan materi yang saya ajarkan. Kebetulan buku di sini jumlahnya terbatas, jadi bisa sekalian untuk mencari referensi,” tambahnya.

Zulham menilai, dengan menggunakan metode yang mengedepankan Teknologi Informasi (TI) , siswa jadi lebih berani untuk berkomunikasi. “Memang selain siswa lebih aktif, saya melihat prestasi akademik mereka juga meningkat. Yang penting HP jangan disalahgunakan saya menekankan kepada siswa, mungkin saya bisa dibohongi, tapi ada Yang Maha Tahu yang tidak bisa dibohongi," tegasnya.

Loading...