Brilio.net - Kehadiran buah hati dalam rumah tangga adalah hal yang sangat didambakan. Kehadiran anak akan membawa kebahagiaan dan kesan tersendiri, bukan hanya untuk setiap pasangan tapi juga untuk keluarga besar. Kehadiran buah hati ini juga yang sangat diinginkan oleh Nur Haijah (23) dan pasangannya.

Usia pernikahan mereka 4 tahun, namun keduanya belum juga mendapatkan keturunan. Hal inilah yang membuat mereka sering dilanda kesedihan. Haijah dan suaminya harus harus menguatkan mental untuk menghadapi cibiran orang-orang. "Mereka tidak pernah tahu bagaimana perjuangan dan rasa sakit yang kami alami," cerita Nur Haijah kepada brilio.net melalui layanan story telling 0-800-1-555-999, Selasa (24/11).

Haijah bilang, dia dan suaminya telah berusaha mendapatkan keturunan dengan beragam cara. Mulai dari pengobatan dokter, pengobatan herbal hingga pengobatan alternatif.

Untuk mendapatkan pengobatan  dokter pasangan asal Ngawi, Jawa Timur, ini harus menempuh perjalanan jauh. Belum lagi efek samping dari pengobatan yang membuat Haijah harus merasakan kram dan sakit yang cukup lama di bagian perutnya. Belum lagi biaya yang mereka keluarkan, untuk beragam pengobatan tersebut.

"Kami tekadang sakit hati saat orang-orang mengatakan kami mandul, tapi cibiran itu tidak pernah mematahkan semangat kami untuk terus berjuang hingga mendapatkan seorang anak," lanjut wanita yang berprofesi sebagai guru ini.

Haijah dan suami memang tidak kenal lelah untuk berjuang hingga mendapatkan buah hati. Haijah merasa miris jika mendengar banyaknya ibu yang menggugurkan kandungannya. Bahkan ada ibu menelantarkan anaknya sedangkan ada dirinya yang saat ini masih sedang berjuang memperoleh anak.

Cerita ini disampaikan oleh Nur Haijah melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

(brl/ani)

(brl/ani)