Brilio.net - Kebotakan merupakan salah satu permasalahan rambut yang banyak dialami masyarakat. Tak hanya perempuan, banyak juga laki-laki yang mengalami masalahan kebotakan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Konsultan The 365 Clinic Dr. Deviana Putri, yang menyatakan bahwa masalah kerontokan di Indonesia menjadi perhatian terutama pasien laki-laki dibanding pasien perempuan. Selain itu, banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kebotakan.

"Biasanya karena hormonal, faktor makanan, ada juga disebabkan penyakit autoimun, dan stres juga mempengaruhi," ujar Dr. Deviana saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Transplantasi rambut © 2020 brilio.net

Menurut Dokter Deviana, ketika seseorang mengalami kebotakan, hal itu disebabkan karena akar rambut mengecil sehingga pori-pori tertutup dan rambut tidak tumbuh lagi.

Loading...

"Jadi walaupun minum obat atau melakukan treatment enggak akan tumbuh (rambut) lagi. Tumbuh iya tapi pasti akan rontok lagi," tambahnya.

Bagi kamu yang mengalami kebotakan, jangan khawatir, karena saat ini sudah ada treatment baru yang diberi nama transplantasi rambut. Treatment ini bisa dilakukan di The 365 clinic yang bekerjasama langsung dengan salah satu rumah rumah sakit nomor satu di Korea, yakni Mogun dan Noble Line.

Transplantasi rambut © 2020 brilio.net

Dokter Deviana menjelaskan, ketika seseorang datang ke The 365 clinic untuk konsultasi, akan dilihat terlebih dahulu permasalahan kebotakannya, bila ada indikasi transplantasi, dianjurkan untuk dilakukan tindakan.

"Pengerjaannya di Korea, jadi pasien langsung kita terbangkan ke Korea dengan visa, penginapan, dan tiket pesawat bisa dibantu. Setelah balik ke Indonesia, dokter di klinik ini akan maintenance dengan berbagai treatment," jelasnya.

Ia juga menambahkan proses pengerjaan transplantasi rambut di Noble-line Hair Transplant Center di Korea membutuhkan waktu empat jam untuk transplantasi 3.000 rambut.

"Jadi prosesnya menggunakan rambut sendiri mengambil akar rambut di bagian rambut belakang secara acak. Kemudian langsung di transplantasi ke bagian kepala yang diinginkan pasien," ucapnya.

Transplantasi rambut © 2020 brilio.net

Tak perlu khawatir, karena menurut Dr. Deviana sejauh ini, tingkat keberhasilan transplantasi ini sangat tinggi dan belum pernah ada yang gagal.

"Tapi, kami memberikan garansi jika setelah transplantasi rambut, pasien mengalami kerontokan 50%. Biasanya, hasil transplantasi akan terlihat setelah sembilan bulan. Sementara untuk perawatan paska transplantasi, membutuhkan waktu enam bulan," bebernya.

Sementara itu, untuk biaya transplantasi rambut sendiri dibandrol dengan harga Rp 110 juta sudah termasuk transplantasi 3.000 helai rambut, visa, dan hotel untuk menginap di Korea.

"Itu di luar biaya tiket pesawat terbang dan biaya perawatan paska transplantasi rambut di Indonesia," tutupnya.