Brilio.net - Merebaknya virus Corona menjadi perhatian dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Gerakan pencegahan virus Corona mulai dicetuskan seperti isolasi diri, social distancing, hingga anjuran untuk rajin mencuci tangan. Langkah tersebut mulai diterapkan masyarakat Indonesia.

Menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan ini memunculkan kesadaran masyarakat luas. Gerakan mencuci tangan dengan benar mulai disosialisasikan. Salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Namun alternatif lain untuk membunuh virus dan kuman adalah menggunakan cairan disinfektan atau hand sanitizer.

Cairan disinfektan ini digunakan untuk menghindari kontaminasi dari penyebaran virus Corona. Namun demikian, masyarakat perlu mengetahui bahwa penggunaan disinfektan ini tak boleh berlebihan.

Dilansir brilio.net dari Antara, Jumat (20/3), pakar kesehatan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular China (CCDC) Zhang Liubo menyebut penggunaan disinfektan harus rasional. Diketahui virus Corona atau COVID-19 mampu menular lewat kontak antarmanusia ataupun benda-benda sekitar.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Yang paling utama adalah selalu menjaga agar tangan kita tetap bersih dan gunakan disinfektan secara rasional," ujarnya seperti diberitakan Antara yang melansir dari media nasional, Jumat (20/3).

Membersihkan tangan dan bagian tubuh lain dari kuman memang penting, kendati demikian bukan sebuah keharusan menggunakan disinfektan dari ujung rambut hingga kaki. Ada bagian tubuh yang bisa dibersihkan dengan air mengalir saja seperti selaput lendir kulit, termasuk mata.

"Sementara rambut dan anggota badan lainnya yang tidak memiliki daya serap tetesan virus (droplet) tidak perlu dikhawatirkan kalau sampai harus terbawa tidur karena droplet tersebut tidak akan bertahan lama," kata Zhang

Pakaian termasuk jaket tidak perlu dibersihkan dengan menggunakan disinfektan setiap hari, kecuali kalau memang dipakai ke rumah sakit atau kontak langsung dengan pasien terduga terinfeksi COVID-19, maka pakaian luar tersebut sangat mungkin terkontaminasi.

Adapun cara mencuci pakaian yang terkontaminasi virus adalah merendamnya dengan air panas bersuhu lebih dari 56 derajat Celcius selama kurang lebih setengah jam atau direndam dengan disinfektan selama 15 menit.

(brl/vin)