Brilio.net - Hingga saat ini tren diet masih terus diminati oleh banyak masyarakat. Mereka memiliki alasan tersendiri untuk menjalani diet, mulai dari demi kesehatan hingga memiliki tubuh ideal.

Tingginya minat masyarakat pada diet juga diiringi dengan metode diet yang beragam. Mulai dari diet mayo, diet keto, dan masih banyak lagi. Menurut Dokter Pemerhati Gaya Hidup, dokter Grace Judio, metode diet yang dilakukan setiap orang tentu berbeda. Sebab kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang pun berbeda.

"Jadi lebih baik kalau menjalani diet dengan arahan dokter. Karena semua akan dicek nutrisi yang dibutuhkan seseorang," ujar Grace kepada media dalam acara LightWEIGHT Challenge baru-baru ini.

Salah satu yang terpenting saat menjalani diet adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur. Namun sayangnya, tidak semua masyarakat yang menyukai kedua makanan tinggi serat itu.

Grace pun menjelaskan, meski tanpa mengonsumsi buah dan sayur, seseorang masih tetap bisa menurunkan berat badan. "Sebenarnya bisa saja turun berat badan. karena itu cuma mengatur yang masuk ke mulutnya, kalorinya berapa. Kalau dia kalorinya defisit, pasti terjadi penurunan berat badan," ucap Grace.

Namun, Grace menyayangkan seseorang yang tak suka sayur atau buah saat menjalani diet. Sebab mereka akan kehilangan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan serat yang tinggi dan rendah kalori.

"Tapi sebenarnya mereka akan rugi (nggak makan sayur dan buah), karena itu tipe makanan yang mengenyangkan, kalorinya kecil sehingga tubuhnya bisa ambil lemak di tubuh untuk membakar kalori," ucapnya.

Grace mengatakan banyak masyarakat yang memilih untuk mengonsumsi lauknya saja tanpa makan nasi. Namun itu juga berbahaya karena seseorang akan mengalami mudah sembelit. Padahal sayur dan buah yang tinggi serat juga bisa menghindari sembelit saat diet.

"Sumber serat selain buah dan sayur, biasanya ada di nasi, ini ada seratnya juga, tapi dia kalorinya tinggi," tutur Grace.

Lebih lanjut Grace mengatakan jika mereka memilih makan tinggi protein dan lemak dari daging atau sumber makanan lain, kalorinya cenderung tinggi. Bahkan bisa memicu penyakit kolesterol.

"Apalagi dia makannya cuma lauk, lauknya tinggi lemak, kolesterol tinggi pula, jantungnya berisiko tersumbat. Makanya diet harus pilih-pilih, berhati-hati, dan tidak boleh terlalu lama, protein aja dan pakai lemak yang tinggi tidak bisa terus menerus begitu," pungkas Grace.

(brl/pep)

(brl/pep)