Brilio.net - Merayakan pergantian tahun baru beberapa waktu lalu dengan menggelar pesta bersama keluarga atau teman sejawat adalah momen yang spesial. Berbagai masakan bebakaran seperti ayam, jagung, dan ikan menjadi menu utama saat momen setahun sekali ini. Tak jarang pula masakan pedas dan panas juga turut disajikan. Setelah menyantap berbagai makanan lezat, berakhir dengan kembang api, membuat momen tahun baru 2018 ini menjadi sangat istimewa.

Paginya, sisa perayaan semalam masih belum dibersihkan. Belum lagi kalau ternyata mendadak tenggorokan sudah terasa gatal dan panas. Banyak orang yang langsung mengatakan bahwa ini gejala panas. Makanan pedas dan berlemak semalam sering dijadikan kambing hitam munculnya penyakit ini. Tapi, banyak juga yang masih belum percaya akan hal ini.

Nah, penasaran bagaimana fakta sebenarnya dari mitos tentang panas dalam? Berikut disarikan brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (19/1), enam fakta sebenarnya dari mitos panas dalam yang wajib kamu ketahui.

1. Cuaca panas sebabkan panas dalam.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Cuaca panas dan terik sering disalahkan sebagai penyebab panas dalam. Keadaan tenggorokan yang terasa kering membuat orang merasa nggak nyaman. Faktanya, kondisi badan yang dehidrasilah penyebab tenggorokan kering.

Tubuh yang kekurangan cairan sering ditandai dengan tenggorokan yang terasa kering. Bila kamu sering beraktivitas di luar saat cuaca panas, usahakan sering meminum air putih agar badan tetap segar.

2. Makan makanan panas dan minum air dingin sekaligus.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Saat perayaan tahun baru, menu ayam bakar beserta es teh jadi favorit. Kelezatan ayam bakar yang panas makin lengkap dengan es teh yang dingin. Orangtua sering mengatakan kombinasi ini bisa bikin panas dalam.

Sebenarnya tergantung dengan kondisi tubuhmu. Jika kondisi tubuh sehat, makan makanan apapun tak akan masalah. Tapi jika kondisi tubuh sedang menurun, perbedaan suhu yang berbeda bisa membuat tenggorokan jadi gatal dan nggak nyaman.

3. Minuman dingin mampu meredakan panas dalam.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Minuman dingin bisa meringankan rasa nggak nyaman di tenggorokan. Namun jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman dingin. Salah-salah kamu bisa terkena batuk dan tambah parah. Hindari juga minuman dingin berbasis susu seperti milkshake dan yoghurt. Minuman tersebut bisa membuat produksi lendir berlebihan sehingga menyebabkan tenggorokan terasa tak nyaman.

4. Makan gorengan picu panas dalam.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: Istimewa

Orang Indonesia akrab sekali dengan gorengan. Sayangnya, camilan seperti tempe goreng, tahu goreng, sampai bakwan goreng sering bikin tenggorokan terasa panas dan gatal. Rasa nggak nyaman ini sering dikaitkan dengan gejala panas dalam.

Sebenarnya, hal tersebut disebabkan kandungan lemak dari gorengan yang dapat menimbulkan peradangan di tenggorokan. Ditambah kalau kamu jarang minum air putih, bisa membuat peradangan semakin parah.

Selain gorengan, banyak sekali makanan berlemak yang jadi favoritmu tiap hari. Misalnya saja nasi padang, rendang, sate, gulai, kentang goreng, dan lain-lain. Apalagi harganya yang murah dan bisa kamu temukan di mana saja, membuat makanan berlemak jadi primadona.

Terus bagaimana dong bila ingin menikmati makanan berlemak tapi nggak mau mengalami gejala panas dalam?

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber


Menahan diri memang susah dan menyiksa. Nah, kini kamu bisa tetap makan camilan favoritmu tanpa takut mengalami gejala panas dalam lho. Soalnya kini sudah ada Pepsodent Action 123 Herbal yang mengandung ekstrak daun sirih dan sea salt yang membuat mulut adem dan napas segar.

Perpaduan bahan-bahan alaminya membantu mempertahankan kesegaran mulut dan tentu kebersihan gigi. Ingin tahu kelebihan lain dari Pepsodent Action 123 Herbal? Yuk langsung cek di sini.

5. Makanan pedas bikin tenggorokan sakit.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Pedas sudah akrab dengan lidah orang Indonesia. Masakan hits seperti ayam geprek, ayam bakar pedas, dan lain-lain menjadi primadona di kalangan anak muda Indonesia.

Walaupun populer, masakan pedas sering disalahkan sebagai penyebab gejala panas dalam. Tenggorokan bisa nggak nyaman setelah sensasi pedas menjalar dari lidah. Namun sebenarnya, mengonsumsi makanan pedas tak selalu berujung pada panas dalam. Asal kamu nggak terlalu berlebihan mengonsumsi makanan pedas, tak akan jadi masalah.

Untuk mengatasi rasa nggak nyaman di tenggorokan akibat makanan pedas, kamu cukup mengonsumsi produk yang mengandung susu atau air putih agar rasa panas hilang dari tenggorokan dan lidah. Imbangi juga dengan konsumsi vitamin dan mineral agar tubuh tetap sehat. Jika tubuh prima, gejala panas dalam jarang dijumpai.

6. Anak dan remaja paling jarang terkena panas dalam.

6 Mitos panas dalam yang sering dipercayai kebenarannya berbagai sumber

foto: shutterstock.com

Anak kecil dan remaja jarang mengalami gejala panas dalam setelah makan masakan berlemak atau pedas. Oleh karena itu banyak yang menganggap mereka jarang terkena panas dalam. Sebenarnya mereka malah paling rentan terkena panas dalam. Kondisi imun tubuh yang kurang terbentuk dibandingkan orang dewasa bisa menjadi penyebab tenggorokan terasa kering dan gatal. Kurangnya asupan gizi optimal dan cairan bisa jadi pemicu anak dan remaja rentan terkena gejala panas dalam. Memenuhi gizi yang lengkap dan minum cairan yang cukup bisa mengurangi resiko terkena panas dalam.


Nah, sekarang jadi tahu kan, bahwa selama ini beberapa hal tentang panas dalam itu hanya mitos belaka? Selalu menjaga kesehatan gigi dan mulut, memperhatikan asupan makanan dan minuman, dan mengatur gaya hidup akan membuatmu terhindar dari panas dalam.