Brilio.net - Dalam berorganisasi yang terpenting adalah kerjasama dan kepercayaan antar pengurusnya. begitulah yang diarasakan Nazib (17), yang kini menjadi Ketua OSIS di SMA N 1 Gununghalu, Bandung, Jawa Barat.

Waktu Nazib masih duduk di bangku sekolah menengah pertama atau SMP, ia sama sekali tak berpikiran untuk ikut Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ataupun kegiatan ekstrakurikuler. Singkatnya, Nazib memang belum pernah ikut organisasi apapun. Ia adalah seorang yang pendiam. Hingga saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), ia mulai mencari jati diri. Ia percaya, kata orang, bila saat sekolah di SMA-nya bagus, maka akan mendapatkan masa depan yang bagus juga. Dan dari situlah ia termotivasi.

BACA JUGA: 11 Tips berpenampilan saat kencan pertama yang bikin doi klepek-klepek

Waktu SMA, Nazib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di kelas 10, dan pada saat kelas 11, ia mencalonkan diri untuk menjadi ketua OSIS. "Dalam benak saya waktu itu belum berpikir jadi ketua OSIS. Saya anak berbasis pesantren. Tapi saya dan teman saya waktu itu, yang juga dari pesantren, berjuang untuk ikut berorganisasi, membuat visi misi untuk mencalonkan diri jadi ketua OSIS," cerita Nazib kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Minggu (28/2).

Waktu pencalonan ketua OSIS, ia mengaku hanya bermodalkan tampang saja, sementara menurutnya, visi misi yang disampaikannya tak begitu bagus. Tetapi, saat ia dan temannya terpilih, belum berapa lama, temannya tersebut mengundurkan diri.

Loading...

AS (17), teman Nazib tersebut mengundurkan diri, dan yang membuat Nazib kecewa, AS justru memengaruhi dan mengajak teman lain untuk juga mundur dari kepengurusan OSIS. "Saya kecewa mengapa dia tega mengkhianati saya. Saya nggak masalah kalau dia mundur sendiri, tapi kalau dia sampai mengajak teman lain, saya nggak terima," ujarnya.

"Padahal saya dan dia punya nadzar (janji), kalau saya dan dia jadi ketua OSIS, kami akan menjadi contoh yang baik, dan tak akan punya pacar. Bagi saya, nadzar harus ditepati, bagi dia mungkin nadzar itu hanya untuk main-main.

Meskipun begitu, Nazib tetap sabar dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan ia berharap Tuhan akan nmembantunya di saat itu. "Seiring perjalanan waktu, saya tetap tawakal, saya berdoa kepada Allah, semoga organisasi saya diberi kebaikan. Dan mungkin Allah menjawab doa saya. Lama kelamaan, teman-teman yang dulu keluar dari OSIS, masuk lagi ke OSIS dan membantu saya menjalankan organisasi ini ke arah yang lebih baik," pungkasnya.

Cerita ini disampaikan oleh Nazib melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!