Brilio.net - Dalam sejarah film Indonesia, pengembangan karakter dalam sebuah film belum banyak dilakukan. Proyek film yang dilakukan lebih sering menggarap sekuel atau seri lanjut dalam sebuah film. Padahal, karakter-karakter yang ada dalam satu film, sering kali lebih menarik dikembangkan daripada melanjutkan cerita-cerita yang mengalir begitu saja. Pengembangan karakter inilah yang kemudian disebut sebagai spin-off atau pengembangan dari karakter sempalan dalam film.

Walaupun karakter itu disebut karakter sempalan dan bahkan awalnya dianggap tidak penting, tetapi dalam alur cerita ternyata punya peranan kunci untuk melanjutkan visi dari sebuah cerita. Salah satu contoh menarik salah satunya seperti Ashin of the North yang mengisahkan sosok Ashin dalam serial Kingdom. Ashin ternyata punya peranan kunci mengapa wabah zombie menyebar dan membunuh banyak penduduk.

Dalam film Indonesia, karakter spin-off tersebut bisa kita lihat dalam film Story of Kale: When Someone’s in Love dan Story of Dinda: Second Chance of Happiness (2021) yang merupakan pengembangan karakter dari Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2019). Film-film tersebut menjadi film tersendiri dan bahkan menjadi pelengkap dari film utama.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber Rabu (17/11), berikut 7 Spin-off film Indonesia ini tak kalah menarik dari seri utama.

1. Story of Dinda: Second Chance of Happiness (2021).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Story of Dinda: Second Chance of Happiness sejatinya masih satu kesatuan sebagai spin-off film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2019) berdasarkan tokoh dalam film Story of Kale: When Someone’s in Love. Jika dalam Story of Kale mengambil sudut pandang cowok, kali ini, dalam Story of Dinda akan mengisahkan sudut pandang Dinda tentang hubungannya dengan Kale.

Hubungan percintaan mereka ternyata tidak semulus dan sebahagian yang orang kira. Banyak hal yang membuat mereka akhirnya memutuskan untuk berpisah setelah sekian lama menjalin hubungan. Bagi Dinda, hubungannya dengan Kale penuh hubungan beracun atau toxic dan bahkan sampai berujung pada ketergantungan secara psikologis.

Hubungan tersebut tidak dibangun secara setara dan salah satu pihak punya relasi yang timpang. Hal ini dibuktikan saat Kale menjamin kebahagiaan Dinda dan Dinda sulit untuk menentukan versi tentang dirinya sendiri. Karena itu, film ini mengisahkan bagaimana seorang perempuan mampu untuk lepas dari hubungan atau relasi yang tidak sehat.

2. Story of Kale: When Someone’s in Love (2020).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Story of Kale: When Someone’s in Love merupakan spin-off dari sosok Kale dalam film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2019). Story of Kale mengisahkan perjalanan cinta sepasang kekasih dari sudut pandang Kale yang sangat mencintai pacarnya, Dinda.

Kale selalu merasa apa yang dilakukannya kepada Dinda merupakan tanda sayang dan cintanya. Bahkan, Kale sendiri menganggap bahwa kebahagiaan Dinda adalah tanggung jawabnya. Namun, hal itu ternyata tak membuat Dinda bahagia. Rasa sayang dan cinta yang ditunjukkan Kale kepada Dinda malah menjadi hubungan yang toxic, beracun, dan bahkan abusif.

Kale, dalam kasus ini, punya power lebih dan bahkan ingin menguasai seluruh kehidupan Dinda. Bahkan, Dinda seperti tidak boleh punya kehidupan lain selain Kale sebagai pacarnya.

3. Mangkujiwo (2020).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Mangkujiwo merupakan spin-off dari film Kuntilanak (2018) yang tayang lebih awal di tahun yang sama. Mangkujiwo mengisahkan asal mula sosok Kuntilanak muncul. Bahkan, hadirnya sosok kuntilanak juga merupakan akibat langsung dari perseturuan dari dua tokoh Brotoseno (Sujiwo Tejo) dan Cokrokusumo (Roy Marten).

Dikisahkan, Brotoseno dan Cokrokusumo memperebutkan pengaruh kekuasaan atas loji pusaka. Keberadaan loji pusaka ini pun memantik rasa kebencian bagi Brotoseno untuk membalaskan dendamnya pada Cokrokusumo lewat seorang wanita bernama Kanti (Asmara Abigail). Brotoseno dan Kanti pun bekerja sama menyatukan kekuatan gelap dan jahat untuk melawan Cokrokusumo. Seperti film seri Kuntilanak sebagai utamanya, film Mangkujiwo ini tak kalah seru dan menyeramkan.

4. Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga merupakan pengembangan dari film utama Ada Apa dengan Cinta (2002). Film ini mengisahkan tokoh Milly dan Mamet yang akhirnya jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah. Mamet awalnya sempat bekerja sebagai seorang chef yang selama ini menjadi hobinya dan suatu saat ingin membuat restoran.

Namun, pekerjaan tersebut Mamet lepas dan bekerja di pabrik ayahnya Milly agar lebih mudah mengurus bayi mereka yang baru saja lahir. Sementara itu, Milly memilih resign sebagai bankir dengan alasan yang sama. Kehidupan mereka ternyata jauh berubah saat mereka menikah dan punya anak.

Keributan kecil pun bisa membuat mereka saling marahan. Sampai suatu ketika, Mamet mendapatkan tawaran dari Alexandra (Julie Estelle) untuk membangun sebuah restoran yang sudah dibiayai oleh investor. Hal ini membuat Mamet berada pada dua pilihan yang sama-sama berat, antara mimpi dan sama-sama mengurus anak. Film ini memberikan gambaran nyata bagaimana kehidupan rumah tangga yang kompleks tidak semudah jatuh cintanya anak SMA.

5. Sabrina (2018).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Setelah film horor The Doll 2 sukses dan menjadi box office pada 2017, film Sabrina pun dirilis setahun setelahnya. Sabrina merupakan kisah tentang sebuah boneka yang menjadi kesukaan anak dari Aiden dan Maira yang sudah meninggal dunia. Boneka tersebut merupakan tanda cinta dan kasih kepada anak mereka sendiri.

Namun, suatu hari, Vanya, anak angkat mereka, melakukan permainan "Pensil Charlie" untuk memanggil ibunya dan kejanggalan-kejanggalan pun mulai terjadi. Boneka Sabrina pindah tempat sendiri, kotak musik aba-aba berbunyi dan Vanya suka mengobrol sendirian bahkan sering kali bilang bahwa ibunya telah datang.

Maira dan Aiden tidak percaya hingga akhirnya maira mengalami rentetan kejadian mengerikan dan mereka melihat sendiri sosok Andini, maira pun memanggil Bu Laras seorang paranormal yang dulu pernah membantunya, tapi Andini ternyata bukanlah Andini, melainkan iblis keji bernama baghiah yang menetap di boneka Sabrina dan menginginkan tubuh manusia.

Pada hari ke-11 penayangannya di Indonesia film horor Sabrina sudah mendapatkan penonton sebanyak lebih dari 1 juta penonton. Saat ini, film tersebut sudah ditonton sebanyak 1,3 juta penonton Indonesia. Selain itu, film horor Sabrina juga ditayangkan di bioskop-bioskop luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan Brunei Darussalam.

6. Gila Lu Ndro! (2018).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Gila Lu Ndro! merupakan spin-off dari film Warkop DKI dan memfokuskan pada Indro sebagai karakter film. Walaupun begitu, film ini jauh sama sekali berbeda dengan film komedi realis seperti film Warkop DKI umumnya. Walaupun hadir dengan gaya yang jauh berbeda, film Gila Lu Ndro! tetap membawa napas komedi satir yang sering dibawakan oleh Warkop DKI.

Film ini mengisahkan tentang kehidupan Alien bernama Al (Indro Warkop). Karena tak menemukan ketenangan di planetnya, Al pun pergi ke bumi dengan harapan merasakan pengalaman hidup yang berbeda. Ia pun bertemu dengan seorang laki-laki bernama Indro (Tora Sudiro).

Indro pun membawa Al jalan-jalan keliling Kota Jakarta. Selama di perjalanan, Al mengalami banyak masalah yang persis dengan planet tempat tinggalnya. Alih-alih menemukan kedamaian, Al justru merasa kehidupan di bumi sama buruknya dengan planet asalnya.

7. Asih (2018).

Spin-off film Indonesia berbagai sumber

foto: imdb.com

Asih merupakan spin-off dari film Danur (2017) yang mengisahkan perempuan malang yang mengakhiri hidup karena banyak kejadian nahas yang menimpanya. Ia diusir dari rumah oleh ibu dan bapaknya, karena seorang laki-laki menghamilinya dan lari dari tanggung jawab.

Keluarga Asih jelas tidak akan menerima anak Asih yang baru lahir, karena dianggap sebagai aib keluarga. Semua orang kampung mencemooh Asih, tidak ada satu pun yang membelanya, hingga semua hal itu membuat Asih menjadi gila dan kemudian tega membunuh anaknya. Asih menanggung kesedihan dan marah hingga akhir hayatnya. Asih menjadi pembuka gerbang atas misteri besar yang ada dalam film Danur.

Film Asih tak perlu waktu lama untuk dapat menarik perhatian banyak penontonnya. Film Asih berhasil meraih 191 ribu penonton pada hari pertama dan 1 juta penonton pada hari penayangan ke-5. Hingga saat ini, Asih telah disaksikan oleh 1.714.798 penonton pada masa penayangannya di bioskop serta menduduki peringkat ke 5 dalam top 10 Film Indonesia terlaris pada tahun 2018.

(brl/pep)

(brl/pep)