Brilio.net - Rabu (9/3) lalu masyarakat di Indonesia dihebohkan oleh terjadinya gerhana matahari total dan sebagian di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hampir semua lapisan masyarakat antusias melihat penampakan gerhana matahari tersebut. Di beberapa tempat, pemerintah setempat malah menggelar nonton bareng gerhana matahari di titik yang telah ditentukan. Yah, maklum saja, gerhana matahari seperti itu tidak setiap tahun terjadi, malah bisa jadi puluhan tahun baru terjadi lagi fenomena alam tersebut.

Euforia masyarakat tentang gerhana matahari tersebut ternyata dimanfaatkan juga oleh netizen untuk menyampaikan keluhan dan aspirasinya. Salah satunya adalah pemilik akun Dodok Jogja yang memanfaatkan momen terjadinya gerhana matahari untuk menyindir pembangunan hotel dan apartemen yang gila-gilaan di Kota Yogyakarta.

Warga di Jogja setiap hari alami 'gerhana' matahari, kok bisa?

"Di Jogja 'gerhana' matahari total terjadi setiap saat, fenomena matahari, hotel dan bumi dlm posisi sejajar, sehingga kampung2 tak pernah mendapatkan sinar matahari krn terhalang hotel/apartement. Total... Total ambyaaarrrrr Har... #‎JogjaOraDidol #‎JogjaIstimewaHotelnya #‎GerhanaHotel #‎JogjaAmbyar #‎JogjaAhPrek," begitu tulis Dodok menyertai foto yang diunggahnya, Rabu (9/3) kemarin.

Ya, di media sosial, masyarakat jogja banyak yang memprotes pembangunan hotel dan apartemen dengan menggunakan hashtag #jogjaoradidol atau Jogja tidak dijual. Tak heran, postingan tersebut pun banyak dibagikan dan dikomentari oleh Warga Jogja yang sehati dengan apa yang diungkapkan Dodok tersebut.

"Dampak negatif dari 'maju'nya industri pariwisata di jogja.. warga kehilangan sumber dayanya, dan jogja kehilangan jogjanya.. #JogjaOraDidol," tulis Afrizal mengomentari. Sementara Gemak Trie menambahkan komentar " Suara rakyat suara Tuhan, mari kita rapat kan barisan untuk melawan".

Kalian yang tinggal di kota-kota besar selain Jogja, Apakah merasakan "gerhana" matahari setiap hari seperti yang dirasakan beberapa masyarakat di Jogja?