×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Kisah haru seorang kurir yang bekerja sambil mengajak ibunya

View Image

0

BRILIO » Duh

Kisah haru seorang kurir yang bekerja sambil mengajak ibunya

Sang ibu didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer.

22 / 04 / 2018

Brilio.net - Seorang kurir berusia 52 tahun dari Chengdu, Provinsi Sichuan, China, telah menyentuh hati para warganet atas pengabdiannya pada sang ibu yang berusia 92 tahun.

Cai Yujun, sang kurir, merawat ibunya, Yang Suxiu yang telah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer sejak tujuh tahun yang lalu. Menurut sumber yang dikutip brilio.net dari Next Shark pada Minggu (22/4), diketahui ia selalu membawa ibunya saat pergi bekerja setiap hari.

Menurut Cai Yujun, tidak bijaksana jika harus meninggalkan ibunya sendirian dengan kondisi seperti itu. Maka dari itu, Cai memutuskan untuk membawa ibunya bersama saat ia bekerja sehari-hari. Tetapi untuk melakukan hal ini, Cai harus melakukan beberapa penyesuaian pada perjalanannya untuk memastikan kenyamanan untuk dirinya dan sang ibu.

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

Cai rupanya memasang kursi yang nyaman dengan melebarkan papan kayunya pada sepeda listriknya. Selain itu ia juga menambahkan dua pedal dengan dua batang kayu lain untuk mengistirahatkan kaki ibunya saat mengendarai sepeda. Dia juga mengikat tali ke tubuhnya yang berfungsi sebagai sabuk pengaman untuk memastikan ibunya aman.

Loading...

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

"Ibuku telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk keluarga. Maka ini adalah tanggung jawab saya untuk merawatnya dengan baik, tidak peduli betapa sulitnya hal itu," kata Cai saat diwawancarai oleh The Cover.

Lebih lanjut diketahui bahwa Cai, bersama dengan istri dan keluarganya, pindah ke Chengdu 20 tahun yang lalu untuk mencari nafkah. Keduanya mendapatkan pekerjaan sebagai kurir untuk toko komputer lokal, sementara sang ibu tinggal sendirian di rumah.

"Pada saat itu, ibu saya masih bisa berpikir jernih dan beliau biasanya tinggal di rumah atau pergi keluar untuk jalan-jalan," kata Cai.

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

Sayangnya, hal itu mulai berubah saat Yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif dan masalah ingatan. Kondisi sang ibu secara bertahap menjadi lebih buruk, tak lama kemudian dia kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri.

Hal ini membuat Cai membiarkan Yang tinggal bersamanya setiap tahun mulai dari Januari hingga April, ketika sang ibu mulai bergabung dengannya saat bekerja.

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

Saat bekerja, Cai diketahui memegang tangan ibunya setiap kali mereka berjalan bersama saat mengantarkan produk, sehingga sang ibu tidak akan tersesat.

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

"Ketika kami melakukan pengiriman ke gedung kantor, penjaga keamanan sering menolak ibu untuk masuk. Kemudian saya akan bertanya apakah dia bisa menjaga ibu saya, jika tidak, apakah mereka akan bertanggung jawab atas kecelakaan apa pun?" ungkap Cai.

Akhirnya, penjaga keamanan pun membiarkan sang ibu ikut dengan Cai.

Cai Yujun © 2018 nextshark.com

Cai sering membawa barang-barang yang harus dia bawa saat ia harus memegang tangan ibunya juga.

Rekan-rekan Cai juga sangat mendukung tindakan tanpa pamrihnya tersebut. Mereka juga sering membantu Cai menjaga ibunya saat ia tidak bisa membawa sang ibu bersamanya.

"Banyak teman yang suka mengobrol dan bercanda dengan ibu," ungkap Cai menutup perbincangan.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    25%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    25%

  • Sedih

    50%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more