Brilio.net - Cerita-cerita unik saat memesan ojek maupun taksi online memang tak pernah ada habisnya. Terbaru, terdapat kisah seorang pria asal Singapura yang kini tengah menjadi viral di lini media sosial.

Melalui akun Facebooknya, pria yang diketahui bernama Kohji Toh tersebut menuturkan bahwa tiba-tiba saja dirinya dibawa ke kantor polisi oleh driver taksi online yang dipesannya. Usut punya usut, hal tersebut didasari karena sang driver menilai jika ia bertingkah terlalu mesra dengan sang istri.

Dilansir brilio.net dari laman The New Paper, Rabu (22/1), sang driver bahkan sampai melakukan panggilan telepon kepada polisi guna melaporkan kemesraan pasangan tersebut.

Kisah tak terduga Kohji ini bermula saat ia dan sang istri memesan taksi online untuk menemui rekannya. Begitu taksi datang, mereka pun masuk ke dalam mobil. Tak lama setelahnya, Kohji pun mulai merasakan beberapa keanehan lantara sang pengemudi terlalu banyak permintaan. Kendati demikian, ia dan sang istri pun menurutinya.

Loading...

"Saya memesan taksi online dari rumah bersama sang istri sebelum pukul 17.30. Perempuan itu (sang driver) memiliki banyak permintaan, dia minta kami untuk mengenakan sabuk pengalaman, yang mana kami lakukan," tulis Kohji.

Namun di tengah perjalanan, sang istri tiba-tiba merasa tidak enak badan dan merasa sakit kepala. Sebagai suami, Kohji pun membiarkan sang istri bersandar di bahunya.

"Istriku mengalami sakit kepala, ia pun tidur di bahuku," tambah Kohji.

Tak disangka, tiba-tiba sang driver pun menegur sang istri. Ia meminta agar mereka berdua saling berjauhan agar tidak bersandar di bahu Kohji. Mendengar permintaan tak masuk akan itu, Kohji pun dengan tegas menjawab bahwa perempuan di sebelahnya adalah istrinya dan mereka sah secara hukum.

"Dia memperingatkan saya dan istri untuk duduk berjauhan. Saya mengatakan kepadanya bahwa ini adalah istri saya, dan kami menikah secara resmi, jadi apa salahnya memeluk tangan saya dan tidur di pundak saya? (Tapi) dia masih (bersikeras) akan melaporkan (hal ini) ke kantor polisi," papar Kohji.

Tanpa menunggu lama, driver tersebut lalu benar-benar membawa Kohji dan istrinya ke kantor polisi. Sementara itu, ketika di kantor polisi Kohji pun berupaya meyakinkan polisi bahwa ia tak bersalah.

driver taksi online berbagai sumber

foto: Facebook/kohjitoh

Singkat cerita, usai penyelidikan yang dilakukan oleh polisi setempat, akhirnya polisi pun menyatakan bahwa Kohji serta sang istri tidak bersalah.

"Polisi berkata kami tidak melakukan sesuatu yang salah karena toh kami tidak mengekspos bagian-bagian tubuh (tertentu) dan kami tidak saling menyentuh area sensitif," ucap Kohji.

Merasa dirugikan atas insiden tak menyenangkan tersebut, Kohji pun berencana untuk menggugat balik si driver.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-undang Ketertiban Umum di Singapura, telanjang di tempat umum bisa dikenai denda sebesar Rp 20 juta atau masa kurungan hingga tiga bulan. Akan tetapi, jika berciuman dan berpelukan di depan umum orang yang bersangkutan tak bisa dikenai hukuman.