Brilio.net - Para tenaga medis, menjadi garda terdepan dalam menghadapi wabah virus Corona. Tenaga, pikiran, hingga waktu, dikorbankan para ahli kesehatan dalam menekan angka pasien virus Corona.

Jumlah pasien yang masih mengalami peningkatan, menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga kesehatan. Dengan kesabaran dokter dan perawat memberikan kemampuan terbaiknya untuk menyelamatkan nyawa pasien COVID-19.

Namun perlu diingat, paara tenaga medis juga manusia biasa. Mereka juga merasakan lelah, sedih, dan rasa takut dalam mengahdapi wabah ini. Berusaha sebaik mungkin untuk tidak panik mereka lakukan selama melakukan pekerjaannya.

Menggunakan pakaian khusus, kacamata, masker, dan sarung tangan dalam waktu yang lama tentu bukan hal yang nyaman. Namun semua itu dilakukan para ahli kesehatan demi kebaikan banyak orang.

Kondisi serupa juga dirasakan seorang dokter di Lampung. Dokter yang diketahui bernama Ai Gozali itu mencurahkan perasaanya selama menangani kasus COVID-19. Sebagai manusia biasa, ia tidak bisa berbohong bahwa rasa takut menyelimutinya ketika menangani pasien COVID-19. Ia mengakui, berbagai pikiran negatif selalu dirasakan selama bertugas.

Loading...

"Betul ga usah panik tapi bohong aja kalau ga ada rasa takut terutama di kami para staf medis," tulis dokter Ai dalam akun Instagramnya.

Dokter Ai mengaku beberapa pertanyaan kerap muncul dibenakknya ketika menghadapi pasien COVID-19. Apalagi di Lampung, yang menjadi daerah tugasnya sudah ditemukan pasien positif virus Corona.

Tak bisa dihindari kekhawatiran juga muncul sebelum menghadapi pasien. Apalagi saat ini ia sedang menanti kehadiran buah hati yang tengah dikandung istrinya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

Betul ga usah panik tapi bohong aja kalau ga ada rasa takut terutama di kami para staf medis. Gw sebagai salah satu garda terdepan yang ngehadepin covid-19 (dengan udah ada kasus positif di Lampung), yang sedikitnya gw rasain: 1. Tiap pagi gw ketakutan ngebayanhin pasien apa yang bakal gw temuin hari ini 2. Gimana kalau gw ketularan 3. Gimana kalau gw ga ketularan tapi gw jadi karier padahal istri gw pagi hamil di rumah dan kami sedang menantikan anak kami lahir di tengah pandemi ini 4. Sampai kapan ini semua berakhir Dan masih banyak lagi Gw udah ga bisa ngitung berapa kali gw cuci tangan dalam sejam. Apalagi dalam sehari. Kalau kalian pikir kalian tau apa yang kami rasakan, percayalah kalian ga akan tau. Sama seperti waktu gw liat video2 staf medis di Wuhan overwhelmed sama keadaan ini, gw pikir gw udah cukup tau perasaan takut mereka. Sampai gw ngerasain sendiri. Sampai hari ini masih banyak pasien datang check up dengan riwayat dari luar kota. Gw bilang gini bukan untuk nakutin, tapi untuk minta bantuan. Dari hati gw yang paling dalam gw bener2 minta bantuan: 1. Doakan kami para staf medis 2. Jangan pernah sentuh muka sebelum cuci tangan 2. Gw mohon mohon mohon banget ga usah keluar rumah dulu kalau ga penting2 banget, apalagi keluar kota. Demi membantu memutus rantai penularan. Selama kalian melakukan itu semua beserta himbauan lain seperti self distancing dll, insyaAllah semua akan baik2 aja. Kalian ga perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami. Tolong Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ai gozali, MD (@aigozali06) pada

"Tiap pagi gw ketakutan ngebayanhin pasien apa yang bakal gw temuin hari ini. Gimana kalau gw ketularan. Gimana kalau gw ga ketularan tapi gw jadi karier padahal istri gw pagi hamil di rumah dan kami sedang menantikan anak kami lahir di tengah pandemi ini. Sampai kapan ini semua berakhir. Dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Dengan berseragam lengkap, ia memberikan kemampuannya sebaik mungkin dalam menangani pasien COVID-19. Kekalutan yang sempat ia lihat pada perawat Wuhan, pada awalnya cukup ia pahami. Namun pada akhirnya ia merasakan sendiri perjuangan yang dilakukan pada tim medis merupakan hal yang luar biasa.

Melalui unggahannya, dokter Ai mengaku tidak ingin menakuti masyarakat. Namun ia ingin menimbulkan kesadaran, agar masyarakat lebih peduli dalam mengahadapi situasi wabah Corona. Ia meminta agar masyarakat dapat membantu tim medis dengan cara menaati peraturan selama wabah virus Corona.

"Dari hati gw yang paling dalam gw bener2 minta bantuan. Doakan kami para staf medis. Jangan pernah sentuh muka sebelum cuci tangan. Gw mohon mohon mohon banget ga usah keluar rumah dulu kalau ga penting2 banget, apalagi keluar kota. Demi membantu memutus rantai penularan," begitu harapan dokter Ai.

Dengan menaati menaati peraturan yang ada serta menjaga kesehatan tubuh dokter Ai mengatakan wabah ini bisa segera meredam. Cara tersebut juga bermanfaat agar jumlah pasien tidak terus bertambah serta membuat para tenaga medis tidak kewalahan.

"Kalian ga perlu merasakan yang kami rasakan tapi tolong bantu kami.

Tolong Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan," tutupnya.