1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
4 Februari 2021 04:22

Cara menanam hidroponik cabai menggunakan botol, mudah dan praktis

Kalau kamu sudah jago menanamnya, cabai hasil hidroponikmu itu bisa banget kamu jual Dwiyana Pangesthi
foto: pixabay

Brilio.net - Salah satu rempah yang bisa menambah cita rasa nikmat pada makanan yakni cabai. Bentuknya yang kecil serta memiliki rasa yang pedas ini digemari banyak orang.

Cabai juga terkenal akan kandungan nutrisinya yang tinggi. Kandungan nutrisi dalam cabai ini di antaranya adalah vitamin A, B, C, E, potassium, fosfor, kalsium, folat, antioksidan, dan protein.

Bahkan kandungan vitamin C di dalam cabai jauh lebih tinggi dibanding kandungan vitamin C pada buah jeruk. Cabai juga memiliki banyak bagi tubuh manusia. Tak heran meski harganya terkadang naik dan turun, namun orang tetap menggunakan cabai sebagai tambahan bumbu.

Untuk menyiasati harga cabai, kamu juga bisa menanam cabai sendiri di rumah lho. Salah satunya dengan cara menanam hidroponik cabai menggunakan botol.

Tak perlu repot menggunakan tanah, sebab metode hidroponik lebih fokus pada kebutuhan air dan pemenuhan nutrisi tanaman. Penggunaan botol sebagai tempat tanaman ini juga lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan menggunakan talang air, ember yang dimodifikasi, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya hidroponik menekankan pada persiapan dan proses penyemaian tanaman serta pemberian nutrisi pada air yang dipakai, sehingga tanaman tumbuh subur dan tidak mudah layu.

Nah, untuk kamu para pemula yang sedang mencari referensi cara menanam hidroponik cabai menggunakan botol, berikut tata caranya seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (3/2).

1. Menyiapkan benih cabai.

BACA JUGA :
Cara menanam hidroponik cabe dan tomat, mudah dan berbuah banyak


foto: freepik.com



Langkah pertama yaitu menentukan jenis cabai apa yang akan ditanam, seperti cabai rawit, cabai merah besar, atau cabai hijau. Pastikan memilih bibit cabai yang berkualitas bagus seperti cabai yang sudah tua dan tidak mengalami kerusakan. Kemudian kupas dan ambil biji cabainya. Setelah itu jemur bijinya sampai kering selama 2 hari. Namun, kamu juga dapat membeli bibit cabai ini di toko.

2. Menyemai bibit cabai.

BACA JUGA :
Cara menanam hidroponik bawang putih, subur dan lebat

foto: freepik



Setelah biji cabai kering kamu dapat melakukan penyemaian atau pembibitan. Rendam benih cabai di dalam air, agar lebih cepat berkecambah. Pilih benih yang tenggelam dan buang yang terapung. Perendaman berlangsung selama 3 jam, dan air boleh ditambahi zat pengatur tumbuh (ZPT). Kemudian pilih biji-biji cabai yang tenggelam karena itu adalah ciri khas benih berkualitas.

Biasanya untuk penyemaian ini menggunakan tray semai atau baki. Sedangkan untuk semai benih tersebut menggunakan campuran sekam bakar, cocopeat dan pasir sebagai media tanam. Kamu bisa menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1 dan basahi dengan air secukupnya.

Sebar benihnya, kemudian tutup dengan sedikit media tanam tersebut. Usahakan saat menyebar benih beri jarak cabai yang tumbuh tidak terlalu berdempetan. Lalu diamkan hingga benih tumbuh tunas atau berkecambah. Usahakan selama proses penyemaian ini terhindar dari sinar matahari.

3. Menyiapkan media tanam.

foto: pixabay



Sembari menunggu bibit cabai berkecambah, kamu dapat menyiapkan media tanam yang akan digunakan dengan hidroponik ini. Dengan menggunakan media tanam dari campuran antara cocopeat dan arang sekam atau biasa disebut cocogrow. Menggunakan perbandingan 1 : 1 kemudian campur hingga merata dan taruh pada tempat untuk hidroponik seperti botol bekas air mineral.

Persiapan untuk membuat dari botol ini yaitu, memotong botol bekas menjadi 2 sisi atas dan bawah. Nantinya botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

Untuk menghubungkan kedua bagian botol tersebut bisa menggunakan kain flanel/sumbu kompor. Kain flanel ini untuk mengantarkan agar nutrisi dapat terserap dan membasahi media tanam dan akar. Jangan lupa pula masukkan air pada bagian bawah botol sebanyak 1/3 dari ukuran bawah botol.

4. Penanaman bibit cabai.

foto: Instagram/@ipeh.49



Setelah media tanam disiapkan dan tanaman cabai cukup besar dan kuat untuk dipindahkan, maka saatnya menanam langsung di media hidroponik. Dalam metode hidroponik, bibit cabai baru bisa dipindah jika sudah muncul daun semu atau biasanya usia tanaman sekitar 20-23 hari. Kemudian cara penanamannya dengan cara buat lubang di tengah-tengah media tanam sedalam 0,5 cm, lalu masukkan tanaman cabai dengan hati-hati ke botol yang telah disiapkan. Jika kamu melakukan penyiraman, maka gunakan sprayer saja, jangan mengguyurnya dengan air secara langsung, karena cabai bisa mati.

5. Perawatan.

foto: Instagram/@onestophydroponics.sby



Pada tahap perawatan ini kamu perlu memberikan nutrisi pada tanaman cabai. Seperti harus rajin memberikan nutrisi Nitrogen Fosfor Kalium (NPK) dengan komposisi yang tepat. Rajinlah mengecek dan menambahkan air pada botol bagian bawah. Serta tempatkan tanaman cabai ini ke tempat yang terpapar sinar matahari, agar dapat tumbuh maksimal.

Jika tanaman cabai sudah berumur tiga bulan dan buah yang menggantung di dahannya sudah berwarna kuning atau merah, tandanya sudah bisa dipanen.

Selamat mencoba!



SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags