1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
15 Mei 2020 17:02

Arti bertakwa dalam Islam beserta keutamaannya

Mendekatkan diri kepada Tuhan adalah cerminan takwa. Shofia Nida
foto: freepik.com

Brilio.net - Sebagai seorang muslim dituntut untuk bertakwa pada Allah SWT. Ketakwaan adalah tujuan hidup bagi setiap Muslim. Setiap orang harus menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segenap larangan-Nya, semata hanya mengharapkan ridho-Nya.

Mewujudkan ketakwaan kepada Allah dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan bukan justru menjauh. Di sinilah letak perbedaan takut kepada Allah dengan sesama makhluk.

BACA JUGA :
Doa agar dicintai orang lain menurut ajaran Islam, untuk pria & wanita


Menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya adalah inti dari bertakwa. Ketaatan muncul sebagai wujud rasa takut tertinggi kepada satu-satunya Dzat yang pantas ditakuti, yaitu Allah SWT.

Secara etimologi, takwa berasal dari kata waqa, yaqi, dan wiqayah yang artinya menjaga diri, menghindari dan menjauhi. Sedangkan pengertian takwa secara terminologi adalah takut kepada Allah berdasarkan kesadaran dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta takut terjerumus dalam perbuatan dosa.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (15/5), dalam Alquran perihal takwa terulang sebanyak 259 kali dengan makna yang cukup beragam, di antaranya memelihara, menghindari, menjauhi, menutupi, dan menyembunyikan.

- Makna Takwa dalam Alquran.

1. Takwa berarti takut kepada Allah dengan pengakuan superioritas kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 41.

BACA JUGA :
Doa meminta keturunan lengkap bahasa Arab, latin, dan artinya

"Wa aaminu bimaa anzaltu musaddiqal limaa ma'akum wa laa takunuu awwala kaafirim bihii wa laa tasytaru bi'aayaatii samanang qaliilaw wa iyyaaya fattaqun."

Artinya:
"Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa."

Dalam ayat tersebut, Allah memperintahkan umat manusia untuk beriman kepada-Nya melalui kitab yang telah Ia turunkan.

2. Takwa berarti taat dan mau beribadah dengan niat karena Allah. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 102.

"Yaa ayyuhallaziina aamanuttaqullaaha haqqa tuqaatihii wa laa tamutunna illaa wa antum muslimun."

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."

3. Takwa sebagai bentuk upaya pembersihan hati dari noda dan dosa. Maka inilah hakikat dari makna takwa, selain pertama dan kedua yang telah dijelaskan dalam firman Allah pada surat An-Nur ayat 52.

"Wa may yuti'illaaha wa rasulahu wa yakhsyallaaha wa yattaq-hi fa ulaa'ika humul-faa'izun."

Artinya:
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan."

- Ciri orang bertakwa.

Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : "Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan," (Al-Mufradat Fi Gharibil Qur'an, hal 531).

Meski ketakwaan seseorang tidak dapat dilihat secara kasat mata, terdapat ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dengan ciri sebagai berikut:

1. Mengerti dan paham ilmu agama.

Orang yang bertakwa dapat dilihat sejauh mana mengerti dan paham ilmu agama Islam. Terdapat sebuah riwayat yang menceritakan tentang setan yang jauh lebih takut pada orang berilmu yang sedang tidur daripada orang tak berilmu yang sedang sholat.

2. Menegakkan ibadah sholat.

Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menjaga sholatnya. Bahkan dalam keadaan lemah, ia akan tetap melaksanakan sholat. Seperti firman Allah yang terdapat dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 1-4.

"Alif laam miim. zaalikal-kitaabu laa raiba fiih, hudal lil-muttaqiin. allaziina yu'minuna bil-gaibi wa yuqiimunas-salaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiqun. wallaziina yu'minuna bimaa unzila ilaika wa maa unzila ming qablik wa bil-aakhirati hum yuqinun."

Artinya:
"Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat."

3. Menjauhi maksiat dan kejahatan.

Ciri-ciri orang yang bertakwa adalah orang yang menjauhi segala perbuatan maksiat dan kejahatan. Seperti firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 123.

"Laisa bi'amaaniyyikum wa laa amaaniyyi ahlil-kitaab, may ya'mal suu'ay yujza bihii wa laa yajid lahu min dunillaahi waliyyaw wa laa nasiiraa."

Artinya:
"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah."

Orang yang bertakwa pasti takut melakukan maksiat dan kejahatan karena mereka tau benar bahwa Allah akan memberikan balasan terhadap segala perbuatan manusia.

4. Mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Orang yang bertakwa pasti akan sibuk mempersiapkan bekal kehidupannya di akhirat dengan beribadah sebaik mungkin dan memperbanyak amalan shalih, sebagaimana dalam firman Allah pada surat Al Hasyr ayat 18.

"Yaa ayyuhallaziina aamanuttaqullaaha waltanzur nafsum maa qaddamat ligad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta'malun."

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

5. Berpuasa wajib ataupun sunnah.

Berpuasa adalah salah satu ciri orang bertakwa yang hanya diketahui oleh Allah karena amalan puasa adalah amalan yang tersembunyi. Sebagaimana perintah Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183

"Yaa ayyuhallaziina aamanu kutiba 'alaikumus-siyaamu kamaa kutiba 'alallaziina ming qablikum la'allakum tattaqun."

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

- Keutamaan bertakwa kepada Allah.

1. Mendapat pujian dan balasan dari Allah.

Keutamaan ini terdapat dalam surat Ali Imran ayat 171-172.

"Yastabsyiruna bini'matim minallaahi wa fadl, wa annallaaha laa yudii'u ajral-mu'miniin."

Artinya:
"Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman."

"Allaziinastajaabu lillaahi war-rasuli mim ba'di maa asaabahumul-qar-hu lillaziina ahsanu min-hum wattaqau ajrun 'aziim."

Artinya:
"(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar."

2. Mendapatkan penghormatan dari Allah.

Orang yang bertakwa tak hanya mendapatkan penghargaan dari manusia lain di sekelilingnya, namun juga diberi penghormatan dari Allah

3. Dicintai oleh Allah.

Dalam surat At Taubah ayat 7, Allah mengungkapkan bahwa Ia akan mencintai orang-orang yang bertakwa.



"Kaifa yakunu lil-musyrikiina 'ahdun 'indallaahi wa 'inda rasulihii illallaziina 'aahattum 'indal-masjidil-haraam, famastaqaamu lakum fastaqiimu lahum, innallaaha yuhibbul-muttaqiin."

Artinya:
"Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

4. Dijaga dan diawasi langsung oleh Allah.

Orang yang bertakwa urusannya ditangani, diatur, dan diawasi langsung oleh Allah, sebagaimana ayat perintah takwa berikut ini, yang diakhiri dengan janji pengawasan-Nya dalam surat An-Nisa ayat 1 yang berbunyi:

"Yaa ayyuhan-naasuttaqu rabbakumullazii khalaqakum min nafsiw waahidatiw wa khalaqa min-haa zaujahaa wa bassa min-humaa rijaalang kasiiraw wa nisaa'aa, wattaqullaahallazii tasaa'aluna bihii wal-ar-haam, innallaaha kaana 'alaikum raqiibaa."

Artinya:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."

5. Dihilangkan kesulitannya.

Seperti firman Allah dalam Alquran surat At Thalaq ayat 2-3 yang berbunyi sebagai berikut.

"Fa izaa balagna ajalahunna fa amsikuhunna bima'rufin au faariquhunna bima'rufiw wa asy-hidu zawai 'adlim mingkum wa aqiimusy-syahaadata lillaah, zaalikum yu'azu bihii mang kaana yu'minu billaahi wal-yaumil-aakhir, wa may yattaqillaaha yaj'al lahu makhrajaa."

Artinya:
"Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."

"Wa yarzuq-hu min haisu laa yahtasib, wa may yatawakkal 'alallaahi fa huwa hasbuh, innallaaha baaligu amrih, qad ja'alallaahu likulli syai'ing qadraa."

Artinya:
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."

6. Mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah.

Seorang muslim yang bertakwa akan selalu ditolong dan dilindungi Allah dari perbuatan orang-orang yang zalim dan berniat buruk.

7. Senantiasa diberi ketenangan.

Di dalam hati orang yang bertakwa selalu merasa ditemani dan diberi ketenangan, sehingga tidak takut terhadap keadaan apa pun, tidak takut terhadap perubahan dan kesulitan apa pun

8. Dianugerahi kemuliaan diri.

Allah akan menganugerahkan kemuliaan diri bagi umatnya yang bertakwa. Karena orang bertakwa interaksinya dengan dunia hanya sebatas di tangan saja, tidak sampai ke dalam hati kecuali yang berkaitan dengan urusan akhirat. Seperti firman Allah dalam surat Al An'am ayat 32

"Wa mal-hayaatud-dun-yaa illaa la'ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhiratu khairul lillaziina yattaqun, a fa laa ta'qilun."

Artinya:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

9. Memiliki kelapangan dan kekayaan hati.

Orang yang bertakwa hatinya akan selalu diliputi ketenangan, tidak risau dengan ujian dan tipu daya makhluk, tidak sedih karena kehilangan sesuatu, sebab hatinya yakin apa pun yang menimpanya berasal dari Allah, sedangkan Dia adalah Dzat yang dicintainya.

10. Hatinya selalu terang.

Allah memberikan keterangan hati dan petunjuk bagi umatnya yang senantiasa bertakwa pada-Nya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags