1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
5 Oktober 2017 13:32

8 Karya pelajar Indonesia yang mendunia, siapa bilang tak berprestasi?

Dewasa ini pemberitaan tentang pelajar Indonesia didominasi hal negatif. Sugeng Wahyudi
Dwi Nailul dan Rintya Aprianti membuat penyegar udara menggunakan kotoran sapi. (foto: treehugger.com)

Brilio.net - Dewasa ini pemberitaan tentang pelajar Indonesia didominasi hal negatif. Jika tidak tawuran, maka hal-hal berbau asmara. Pacaran di usia SMP dan seterusnya. Atau, tindakan tak senonoh dan juga tak sopan dari siswa kepada gurunya.

Padahal nih ya, prestasi pelajar-pelajar Indonesia begitu luar biasanya. Yuk, simak satu per satu uraian di bawah supaya mata masyarakat terbuka bahwa generasi masa depan Indonesia sebenarnya tidak seburuk yang viral-viral selama ini.

BACA JUGA :
5 Pelajar Indonesia ini sukses mencuri perhatian dunia lewat prestasi



1. Deteksi boraks dengan tusuk gigi.

foto:biosend

BACA JUGA :
Tampil di Polandia, SMP Negeri 115 Jakarta kembali jadi duta budaya

Tanpa disadari penggunaan boraks meresahkan masyarakat Indonesia. Produsen makanan yang tak bertanggung jawab menggunakannya hanya demi meraih untung tak seberapa tapi merugikan kesehatan.

Dari fenomena itu, dua pelajar di SMA N 3 Semarang, Luthfia Adila dan Dayu Laras Wening, membuat alat pendeteksi boraks berbentuk tusuk gigi, dinamakan Sibodex (Stick of Borax Detector). Alat tersebut bisa mendeteksi apakah makanan mengandung boraks atau tidak hanya dalam waktu lima detik.

Berkat penemuannya mereka sempat mendapat medali emas International Exhibition for Young Inventors (IEYI) pada 2014 silam.


2. Detektor telur busuk dan minyak goreng.

foto: bbc.com

Penemuan pelajar dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah, pada 2013 lalu juga cukup mencengangkan.

Antonius Wisnu membuat alat pendetektor telur busuk yang membantu dunia pertanian, utamanya peternak dan masyarakat mengenali apakah telur masih aman konsumsi atau sudah tidak aman.

Gagasan ini bermula dari melihat sang ibu yang sering membuat kue dan pernah mengalami kesulitan untuk membedakan telur yang masih bagus.

Alatnya menyerupai senter yang dilengkapi sensor cahaya dan kalibrator. Bila cahaya tembus, maka akan menyala lampu hijau. Bila gelap, lampu akan menyala merah dan berbunyi.

Alat ini juga bisa digunakan untuk membedakan minyak goreng yang masih dapat dipakai atau yang sudah tidak layak.

Berkat penemuannya ini, Wisnu meraih medali emas untuk The Best Invention dalam International Exhibition for Young Inventor di Malaysia untuk kategori temuan dalam pangan dan pertanian.


3. Alat penyaring sampah.

foto: miracelzold.files.wordpress.com

Pada 2013 silam, tiga siswi dari SMA N 6 Yogyakarta kembali mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali emas kategori green technology di ajang International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Malaysia.

Keberhasilan mereka karena penemuan hebat yang mereka lakukan. Mereka, terdiri dari, Nurina Zahra Rahmati, Tri Ayu Lestari, dan Elizabeth Widya Niadianita membuat prototipe pembersih sampah sungai atau Turbin Undershoot Penyaring Sampah.

Ide awal dari alat ini adalah permasalahan sampah pada sungai. Mereka ingin alatnya ini membantu memecahkan solusi persoalan sampah di sungai-sungai Tanah Air. Sistem kerja alat ini adalah menarik sampah, mengangkatnya, lalu mengumpulkan di bak penampung yang ada di bagian paling belakang.

4. Canting batik otomatis.

foto: indahkhairunnisaah.blogspot.co.id

Aktivitas membatik memerlukan ketelitian, kesabaran dan ketekunan. Perajin batik akan menghabiskan waktunya berjam-jam dan berkonsentrasi penuh untuk menghasilkan karya yang sempurna.

Tapi, biasanya sejumlah pembatik memiliki masalah pada penggunaan canting, alat untuk membatik. Mengatasi permasalahan itu, 2012 lalu, Safira Dwi Tyas Putri, siswi Sampoerna Academy Kampus Bogor membuat inovasi berupa canting batik otomatis.

Meski istilahnya otomatis, canting ini tidak berarti bergerak sendiri. Canting ini lebih bermaksud mempertahankan lilin malam pada kondisi yang baik untuk membatik.

Inovasi Safira berawal dari mengamati kesulitan yang dialami pembatik. Salah satu yang menjadi masalah para pembatik adalah seringnya lilin malam menjadi beku saat sudah diciduk dengan canting.

Inovasi Safira menjadi juara III dalam National Young Inventors Awards ke-5 yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Karyanya juga menuai respons positif dalam ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) di Kuala Lumpur, Malaysia, 2013.

5. Penyegar udara dari kotoran sapi.

foto: treehugger.com

Jika selama ini tahunya penyegar udara atau parfum berasal dari bahan-bahan tumbuhan dan bunga-bungaan, maka penemuan yang dilakukan dua siswa SMA di Jawa Timur pada kurun 2012 silam ini terbilang unik. Di luar nalar.

Dwi Nailul dan Rintya Aprianti membuat penyegar udara menggunakan kotoran sapi.

Mereka memanfaatkan kotoran sapi yang ada di wilayah sekitar tempat tinggal mereka. Kotoran tersebut lalu difermentasikan. Setelah melewati sejumlah proses lainnya, jadilah penyegarudara yang berasal dari bahan tak biasa ini. Mereka beranggapan penyegar ciptaannya bagus untuk kesehatan karena tidak mengandung zat kimia berbahaya seperti penyegar tanaman lain yang ada di pasaran.

Berkat penemuannya, mereka meraih hak paten dan dijual dengan harga Rp 21.000 atau USD 2 untuk 225 gram. Mereka juga mampu bersaing di International Environment Project Olympiad (INEPO) yang diselenggarakan di Istanbul, Turki.

6. Sepatu listrik.

foto: indonesiaproud.

Pada 2010 silam, siswi kelas 3 SMP 1 Aikmel, Selong, Lombok Timur, NTB, Safira Dwi Tyas Putri mendapatkan emas pada Asian Young Inventions of Energy Exhibition (AYEE) di Taiwan Juli 2010.

Prestasinya itu diraih atas penemuannya berupa 'sepatu sumber energi.' Sepatu semacam generator listrik sederhana dari lampu senter bekas yang berfungsi sebagai sumber listrik.

Melalui teknologi ini, pengguna bisa mengisi baterai handphone sambil berjalan menggunakan sepatu tersebut.


7. Rompi anti-peluru dari sabut kelapa.

foto: biosend.

Kalau tahunya sabut kelapa itu akan berakhir jadi limbah atau kesed, maka dua siswa yang pernah tercatat di SMA N 3 Semarang, Aristio Kevin Ardyaneira Pratama dan M. Iqbal Fauzi membuat sabut kelapa menjadi penemuan yang luar biasa.

Mereka sukses menjadikan sabut kelapa menjadi rompi anti-peluru. Penemuannya diberi nama Stab-resistant and Ballistic Vest Made from Coconut Fiber. Penemuannya sukses mendapatkan apresiasi di mana-mana, seperti ajang 2nd International Science Project Olympiad (ISPrO) 2014 di Jakarta dan memperoleh medali perak. Kemudian di ajang Karyacipta Teknologi Tepat Guna di Semarang juga menyabet juara dua.

Mereka menciptakan rompi tersebut bermula dari kegemaran bermain game model Counter Strike dan Call of Duty.

8. Energi dari urine.

foto: biosend.

Karya mereka membuat Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar di arena International Young Inventors Project Olympiade (IYIPO) di Tbilisi, Georgia, 2012 silam.

Nando Novia Hari Saputra dan Nurul Inayah Ba'da Maulidiyah adalah penemu Photo Electro System, alat yang bisa mengubah energi matahari dan urine menjadi bahan bakar penggerak mobil listrik.

Pelajar yang sempat tercatat sebagai siswa di SMA N 10 Malang ini, melakukan penelitian selama tiga bulan. Hasilnya, dengan energi alternatif dari urine ini, kendaraan dapat melaju sampai 60 km/jam. Untuk 1 liter urine, bisa dijadikan listrik untuk berjalan sejauh 17 km.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags