1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
20 Maret 2020 17:04

5 Virus yang pernah gemparkan dunia dalam 15 tahun terakhir

Virus-virus ini merupakan virus mematikan yang berasal dari hewan. Brilio.net
foto : freepik

Brilio.net - Virus merupakan parasit yang beracun, berukuran mikroskopik yang dapat menginfeksi sel organisme biologis. Saat ini dunia digemparkan dengan munculnya virus baru yang bernama Corona Virus Disease atau COVID-19.

Virus Corona pertama kali dilaporkan menginfeksi manusia di Wuhan, China pada Desember 2019. Empat bulan kemudian, virus ini pun menjadi pendemi. Sudah lebih dari 150 negara melaporkan adanya kasus virus Corona.

BACA JUGA :
10 Cara pakai, lepas, & buang masker yang benar agar terhindar Corona


Jika merunut ke belakang, tak hanya COVID-19 saja yang membuat ketakutan di penjuru dunia. Dalam 15 tahun terakhir banyak virus-virus bermunculan, diketahui virus-virus ini merupakan virus mematikan yang berasal dari hewan.

Penasaran kan, virus apa saja? Berikut brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (20/3), 5 virus yang pernah menggemparkan dunia, selama 15 tahun terakhir.


1. Flu babi

BACA JUGA :
Berapa lama virus Corona bertahan di benda sekitar? Ini penjelasannya

foto : pixabay

Virus H1N1 atau lebih dikenal dengan virus flu babi. Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2009 yang menginfeksi manusia di Amerika. Flu babi ditularkan melalui paparan tetesan cairan seperti liur atau lendir dari orang yang sudah terinfeksi seperti batuk dan bersin layaknya influenza biasa.

Flu Babi juga memiliki gejala seperti flu pada umumnya seperti demam, batuk, nyeri kepala, nyeri otot dan persendian, sakit tenggorokan, pilek dan terkadang disertai muntah dan diare. Menurut WHO pada 2011 lalu, berawal di Amerika Utara pada April 2009 virus flu babi menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan telah menewaskan 575.400 orang di seluruh dunia pada tahun 2009-2010

2. Flu burung

foto : pixabay

Virus H5N1 atau lebih dikenal dengan virus flu burung juga sempat membuat riuh dunia karena penyebarannnya yang begitu cepat, termasuk di Indonesia. Pada 2003-2009 WHO mencatat ada 162 kasus flu burung di Indonesia dengan jumlah meninggal sebanyak 134.

Gejala yang ditunjukkan seseorang yang terjangkit flu burung yaitu mengalami muntah, sakit perut, diare, gusi berdarah, mimisan serta nyeri pada dada. Flu ini menular melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit atau lingkungan yang terkontaminasi oleh virus tersebut.

3. Virus Ebola

foto : pixabay

Virus Ebola pada tahun 2013 sempat mewabah dan menyebar di sejumlah negara di Afrika Barat. Ada 13.567 kasus Ebola dengan jumlah korban meninggal sebanyak 4.992 jiwa. Penyebaran virus tersebut melalui hewan ke manusia atau antar manusia kita melakukan kontak langsung dengan korban terjangkit virus Ebola.

Menurut WHO, virus Ebola berasal dari keluarga virus Filoviridae. Sekitar 90 persen dari pasien yang terinfeksi penyakit ini tak dapat bertahan hidup. Diketahui, virus ini dapat menggumpalkan sel darah, sehingga menghambat aliran darah menuju organ tubuh lainnya. Setelah menyerang darah, virus ini akan menyerang ginjal, otak, usus, hati dan organ dalam lainnya.

4. Virus Mers

foto : freepik

Virus Mers atau Middle East Respiratory Syndrome. Gejala virus ini muncul 1-2 minggu setelah penderita terinfeksi virus. Adapun gejala yang ditunjukkan dari penderita yang terjangkit virus Mers yaitu timbulnya pilek, batuk, sakit tenggorokan, demam, nyeri otot dan sesak napas.

Virus ini pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Arab Saudi. Setelah pasien pertama dinyatakan positif, virus ini kemudian menyebat ke 27 negara di Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Utara. Mers juga virus yang ditularkan antara hewan ke manusia. Ilmuwan meyakini Mers berpindah dari kelelawar ke unta sebelum akhirnya ditularkan pada manusia.

5. Virus Corona

foto : freepik

COVID-19 atau Corona Virus Disease yang kemunculannya saat ini sedang menggemparkan seluruh dunia merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan pada manusia. Virus ini memiliki 3 gejala secara umum yaitu demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, batuk, dan sesak napas.

Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019, yang kemudia menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dari data akumulasi di Indonesia per Kamis (19/3), ada 309 orang dinyatakan positif COVID-19, dengan 15 pasien telah sembuh dan 25 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Reporter: Shofia Nida

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags