1. Home
  2. ยป
  3. Sosok
17 Juni 2019 21:01

Sepak terjang Susno Duadji, dari jenderal polisi sampai jadi petani

Susno Duadji dikenal karena pernyataannya yang menyebut persaingan antara KPK dan Polri seperti Cicak dan Buaya. Weni Arfiyani

Brilio.net - Lama tak terdengar kabarnya, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Susno Duadji kini kembali menjadi sorotan publik. Hal ini lantaran kini dirinya memilih untuk tinggal di kampung halamannya di Sumatera Barat dan memilih bertani usai menyelesaikan hukuman atas kasus korupsi pada tahun 2008 lalu.

Susno Duadji yang tersangkut kasus korupsi saat dirinya menjabat Kepala Polda Jawa Barat dan divonis hukuman 3,5 tahun penjara dan denda Rp 4,2 miliar. Susno Duadji dinyatakan bersalah karena terbukti memerintahkan pemotongan dana pengamanan pemilihan Kapolda Jabar yang merugikan negara sebesar Rp 8,1 miliar. Susno Duadji juga dikenal karena pernyataannya yang menyebut persaingan antara KPK dan Polri seperti Cicak dan Buaya.

BACA JUGA :
8 Transformasi Agung Hercules, dari imut hingga kekar


Tak hanya mendekam di balik jeruji besi, kasus korupsi yang melibatkannya juga membuat Susno Duadji dicopot dari jabatannya sebagai jenderal bintang tiga. Usai menyelesaikan hukumannya pada 2015 lalu, Susno Duadji memilih untuk pulang ke kampung halaman.

Selama di kampung halamannya ini, Susno Duadji kerap mengunggah aktivitas sehari-harinya di media sosial Facebook. Kini eks jenderal polisi tersebut menyibukkan dirinya dengan bertani. Susno Duadji kerap membagikan foto dirinya saat beraktivitas di lahan pertanian miliknya.

Seperti apa perjalanan karier Susno Duadji hingga menjadi seorang petani? Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Senin (17/6) berikut perjalanan karier Susno Duadji dari jenderal polisi hingga jadi petani.

BACA JUGA :
5 Drama Korea tayang Juli 2019, ada Cha Eun-woo

1. Karier di kepolisian

foto: Kapanlagi.com

Susno Duadji merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian pada tahun 1977. Dirinya menghabiskan sebagian kariernya dengan menjadi seorang perwira polisi lalu lintas. Selama di kepolisian, dirinya pernah mengunjungi 90 negara untuk mempelajari berbagai kasus korupsi.

Kariernya semakin cemerlang tatkala dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta. Dirinya kemudian sempat diangkat sebagai Kapolres Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno Duadji kemudian ditarik ke Jakarta dan ditunjuk sebagai pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili kepolisian lalu membentuk KPK di tahun 2003.

Susno Duadji kemudian bertugas di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dirinya menghabiskan empat tahun berdinas di PPATK sebelum kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar. Tak lama kemudian dirinya diangkat sebagai Kabareskrim menggantikan Komjen Pol Bambang Hendarso yang dilantik menjadi Kapolri.

2. Diberhentikan dari Polri

foto: Instagram/@susno_duadji

Susno Duadji sempat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kabareskrim pada November 2009. Namun, tak lama kemudian dirinya kembali aktif sebagai Kabareskrim Polri. Pada akhir tahun 2009 dirinya diberhentikan secara resmi oleh Kapolri. Pemberhentian jenderal bintang tiga tersebut tak terlepas dari pernyataannya yang dianggap kontroversial, seperti 'Cicak vs Buaya'.

Susno Duadji juga pernah disebut sebagai whistle blower. Hal ini karena dia kerap mengungkap sejumlah kasus korupsi yang melibatkan banyak pejabat publik misalnya Gayus Tambunan.

Sebelum turun jabatan, Susno juga sempat menyebut mafia di tubuh Polri yang bernama Mr X yang belakangan diketahui yakni seorang anggota BIN bernama Sjahril Djohan.

3. Menjadi petani di kampung halaman

foto: Instagram/@susno_duadji

Susno Duadji menjalani hukuman pidana penjara akibat terlibat kasus korupsi saat menjabat Kapolda Jawa Barat. Dirinya harus menjalani hukuman penjara selama 3,5 tahun. Usai menyelesaikan masa hukumannya, Susno Duadji memilih pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Dirinya memulai kehidupan barunya dengan menjadi seorang petani.

"Sejak purna tugas sy lbh banyak di kampung halaman bertani ngerjakan lahan warisan orangtua, kebuh, sawah dan perkarangan, sedikit kolam ikan. Sawah ini adalah warisan org tua saya yang juga petani, luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, beneran loh!!" tulis Susno Duadji pada salah satu unggahannya di akun Facebook pribadi.

Susno Duadji juga aktif mengimbau anak muda untuk tidak malu bertani. Terlebih negara Indonesia menurutnya memang memiliki potensi pertanian yang baik.

"Produksi pertanian harus diolah menjadi industri agro guna meningkatkan kesejahteraan petani,, pertaniaan tidak boleh stagnan pada pertanian konvensional harus berubah menjadi agro industri dan agro bisnis,, Negeri ini sangat subur, jangan disia-siakan, tangan pemuda dinantikan untuk mengolah negeri ini,, Bangkitlah wahai kaum Muda, Jangan malu bertani,,," tambah Susno Duadji.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags