1. Home
  2. ยป
  3. Sosok
30 Januari 2016 07:02

Janu, anak penjual sayur yang dapat beasiswa ke Amerika Serikat!

Apalagi masih sangat jarang jebolan kampusnya yang lolos program YSEALI. Agustin Wahyuningsih

Brilio.net - Setiap orang berhak dan wajib bermimpi atau bercita-cita tinggi. Tapi tentu saja, harus disertai dengan usaha dan doa yang sama besarnya dengan keinginan tersebut. Seperti Janu Muhammad atau Janu (23) pemuda gigih yang meraih manisnya jerih payah. Pemuda asal Nglempak, Caturharjo, Sleman, Yogyakarta punya cita-cita bisa menginjakkan kaki di Amerika Serikat.

Mimpi Janu ini akan segera terwujud, Janu menyambangi negara adikuasa itu untuk mengikuti program pertukaran pemuda Young Southeast Asia Leaders Initiative (YSEALI). YSEALI adalah sebuah program pertukaran bagi para pemimpin muda ASEAN yang diinisiasi dan diresmikan oleh Presiden Amerika Serikat, Barack Obama pada tahun 2013.

Baca juga: Hamil anak pertama, perempuan ini bertemu Hillary dan Obama

BACA JUGA :
Usai jumpa Mu00e1rquez & Rossi, Avifah Ve ulangi plesiran di Kuala Lumpur


"Saya akan mengikuti kegiatan tersebut pada 20 Februari sampai 26 Maret 2016 mendatang. Di sana saya akan menimba ilmu di Arizona State University," kata Janu kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Jumat (29/1).

Menurut keterangan pria lulusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, program yang akan dia ikuti selama YSEALI adalah Civic Engagement, yang berfokus pada pengembangan Community Engagement. Secara keseluruhan, program YSEALI yang akan dia ikuti ini berkisar tentang kepemimpinan, pengembangan komunitas, dan pelayanan komunitas. Selain itu, akan ada kegiatan study tour juga di sana.

Bukan tanpa alasan pria yang pernah menjadi pengajar relawan Bahasa Indonesia di SMA Ferny Grove, Brisbane, Australia selama tiga minggu pada 2014 lalu ini membidik program tersebut. Dia punya proyek yang sudah berjalan sejak 19 Januari 2014. Proyek tersebut dinamai Karung Goni Learning Center yang bergerak di bidang pendidikan, terkhusus perpustakaan atau taman baca. Menurutnya, YSEALI ini memang mendorong para alumninya untuk memiliki kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.

"Sudah ketiga kali ini saya mencoba mendaftar program YSEALI, dan baru kali ini lolos. Alasan saya ingin ikut program ini karena para alumninya memiliki banyak kesempatan, beberapa di antaranya menerima bantuan hibah untuk proyek sosial, diundang dalam acara resmi di kedutaan Amerika, punya jaringan yang luas untuk proyek sosial, dan semacamnya," lanjut pria anak pertama dari dua bersaudara ini.

Janu merasa bersyukur lolos YSEALI setelah beberapa kali gagal ikut program seleksi beasiswa, baik untuk pertukaran pemuda maupun kuliah S2. Sebut saja seperti program beasiswa pertukaran pemuda antarnegara untuk Kanada sekitar tahun 2013-2014, beasiswa S2 di Utrecht University Belanda tahun 2015, sampai Global Cities Summit Kanada yang membuatnya mengalahkan 3000 peserta sampai di tahap interview, gagal diraih Janu.

Untuk bisa lolos YSEALI ini, Janu harus melalui tahapan seleksi administrasi sampai interview dengan panitia. Pada kesempatan kali ini dia berhasil menyingkirkan ribuan pelamar program pertukaran Indonesia-Amerika ini.

Dari pengalamannya tersebut Janu menyadari bahwa tidak cukup IPK tinggi untuk bisa mendapatkan beasiswa. baik secara umum maupun untuk YSEALI sendiri. "Maka dari itu saya juga ingin berbagi semangat kepada para junior, dalam hal ini para mahasiswa untuk bukan hanya bernilai bagus, tapi juga punya semangat berkontribusi bagi masyarakat. Bermanfaatlah untuk yang lainnya," ujar Janu yang memiliki prinsip bahwa hidup itu harus bermanfaat.

Janu sangat bersyukur bisa lolos, terlebih lagi alumni UNY masih jarang yang bisa lolos YSEALI. Tentu saja ini merupakan peluang bagi junior di kampus. Sekalipun Janu hanya anak penjual sayur, dia membuktikan bisa meraih kesempatan emas sampai ke Amerika Serikat.

"Orangtua saya sangat bersyukur dan mendukung saya, begitu pula adik cewek saya yang sekarang duduk di kelas tiga SMP," ujar pria yang juga konsultan pendidikan ini memungkasi ceritanya.

Cerita ini disampaikan oleh Janu melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags