Brilio.net - Di balik tampilan tabung logam merah muda yang sering terlihat di kedai kopi atau toko roti, tersimpan risiko kesehatan yang sangat serius jika disalahgunakan. Tabung yang dikenal sebagai Whip Pink atau Nangs ini berisi gas Nitrous Oxide (N₂O), sebuah bahan tambahan pangan berkode E942 yang berfungsi sebagai pendorong krim kocok (whipped cream). Namun, belakangan ini media sosial diramaikan oleh tren menghirup gas tersebut demi mendapatkan sensasi tenang atau euforia sesaat, yang justru memicu isu kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan.
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa penggunaan ‘gas tertawa’ di luar konteks medis sangatlah berisiko. Meskipun memberikan efek rileks sementara, penggunaan jangka panjang dapat memicu kekurangan oksigen (hipoksia), kerusakan saraf permanen, hingga kematian.
BACA JUGA :
Menkes Budi Gunadi ingatkan perempuan: Cowok perokok adalah red flag besar bagi kesehatan
"Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," ungkapnya, dikutip BrilioFood dari tribratanews.polri.go.id, Kamis (29/1).
Mengapa Sangat Berbahaya Bagi Tubuh?
foto: Instagram/@whippink.co
BACA JUGA :
Curhat lucu Dee Lestari puasa 48 jam, halusinasi batuan seperti sukro, ini alasannya
Secara medis, N₂O sebenarnya digunakan sebagai bius atau anestesi ringan, namun selalu dicampur dengan oksigen minimal 30-50% untuk mencegah kekurangan udara (hipoksia) pada pasien. Sementara di industri pangan, gas ini berfungsi sebagai propelan aerosol yang membantu pembentukan busa krim dan juga dimanfaatkan sebagai stabilizer tekstur. Menurut laman intelijen.pom.go.id, kalau di bidang otomotif, N₂O digunakan untuk meningkatkan tenaga pada beberapa mesin mobil (biasa disebut NOS).
Nah, saat N₂O disalahgunakan dengan cara dihirup langsung, gas ini bekerja menyerang sistem saraf pusat. Sensasi melayang yang dirasakan pengguna sebenarnya adalah tanda bahwa sel-sel otak sedang mengalami sekarat akibat kekurangan suplai oksigen.
Berikut adalah beberapa dampak fatal pada organ tubuh jika gas ini masuk secara berlebihan:
- Otak: Mengalami disorientasi, gangguan ingatan, hingga halusinasi dan paranoia.
- Saraf & Sumsum Tulang Belakang: N₂O bertindak sebagai "pencuri" vitamin B12. Jika B12 dihancurkan terus-menerus, pelindung saraf (mielin) akan rusak dan menyebabkan neuropati. Gejalanya dimulai dari kesemutan, mati rasa, hingga kelumpuhan total yang seringkali bersifat permanen.
- Saluran Pernapasan: Gas yang dilepaskan langsung ke mulut dapat membuat tenggorokan membeku dan melumpuhkan saluran napas.
- Jantung: Memicu detak jantung tidak normal yang bisa berujung pada serangan jantung mendadak.
Tantangan Hukum dan Peredaran Bebas
Hingga awal 2026, ‘gas tertawa’ ini belum masuk dalam klasifikasi narkotika dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika maupun aturan terbaru Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2025, yang menjadi acuan untuk penyesuaian jenis narkotika. Hal ini menciptakan celah hukum yang membuat peredarannya di platform belanja daring masih sangat mudah ditemukan dengan kedok alat dapur. Padahal, negara-negara seperti Inggris, Belanda, dan Australia sudah mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan N₂O untuk tujuan rekreasi.
Pembahasan whip pink gas tertawa ini mencuat setelah kabar duka mengenai kematian seorang influencer muda yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan zat ini. Oleh karena itu, edukasi publik menjadi sangat penting agar generasi muda tidak terjebak dalam normalisasi konten media sosial yang menganggap aktivitas ini sebagai hal yang "seru".