1. Home
  2. »
  3. Kesehatan
28 Januari 2026 13:10

Menkes Budi Gunadi ingatkan perempuan: Cowok perokok adalah red flag besar bagi kesehatan

Bahaya rokok bagi perempuan ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar menghirup asap secara langsung. Agustin Wahyuningsih
foto: Gemini AI; Instagram/@bgsadikin

Brilio.net - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan tegas bagi kaum perempuan untuk lebih selektif dalam memilih pasangan hidup demi kesehatan jangka panjang. Menkes menekankan bahwa menjalin hubungan dengan laki-laki perokok merupakan sebuah peringatan atau red flag besar karena dampak buruk kesehatannya justru harus ditanggung oleh pihak perempuan sebagai perokok pasif.

Paparan asap rokok tidak hanya terjadi melalui udara secara langsung, namun residu beracunnya diketahui menetap pada benda-benda di sekitar. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk menyayangi diri sendiri dengan menghindari paparan zat berbahaya yang dapat merusak masa depan kesehatan mereka.

BACA JUGA :
Curhat lucu Dee Lestari puasa 48 jam, halusinasi batuan seperti sukro, ini alasannya


Risiko Fatal bagi Perokok Pasif dan Thirdhand Smoker

Red Flag Cowok Perokok
foto: Instagram/@bgsadikin

Bahaya rokok bagi perempuan ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar menghirup asap secara langsung. Zat kimia dari rokok dapat menempel di baju, rambut, hingga kulit dalam hitungan jam hingga hari ke depan. Kondisi ini membuat perempuan tidak hanya menjadi perokok pasif, tetapi juga menjadi thirdhand smoker tanpa disadari.

BACA JUGA :
Seperti ibu tangguh namun lembut, Medicare tawarkan sabun perlindungan keluarga 48 jam tanpa iritasi

Red Flag Cowok Perokok
foto: Instagram/@bgsadikin

Red Flag Cowok Perokok
foto: Instagram/@bgsadikin


Dampaknya sangat fatal terhadap risiko penyakit tidak menular yang mematikan.

"Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40% lebih tinggi. Dua kanker ini bisa cepat menggerogoti tubuh, bikin aktivitas harian jadi susah, bahkan mendekatkanmu dengan kematian," tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin, dikutip brilio.net dari akun Instagram @bgsadikin, Rabu (28/1).

Risiko peningkatan 40 persen ini menjadi ancaman serius bagi masa depan perempuan.

Red Flag Cowok Perokok
foto: Instagram/@bgsadikin

Layanan Skrining Kanker Gratis di Puskesmas

Red Flag Cowok Perokok
foto ilustrasi: Gemini AI

Menghadapi risiko kesehatan yang besar tersebut, Kementerian Kesehatan telah menyediakan solusi berupa deteksi dini yang mudah diakses. Bagi perempuan yang merasa memiliki faktor risiko akibat paparan asap rokok, pemerintah menyediakan layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas.

Layanan yang ditawarkan meliputi skrining mendalam untuk dua jenis kanker yang paling berisiko bagi perempuan.

"Kamu bisa lakukan pemeriksaan payudara klinis, USG buat lihat jaringan payudara, dan tes HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks. Semuanya gratis di Puskesmas," lanjut Menkes.

Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga jatuh sakit dan segera melakukan pemeriksaan secara rutin.

FAQ Seputar Risiko Kesehatan Perokok Pasif

1. Apa yang dimaksud dengan residu rokok atau thirdhand smoke?

Ini adalah partikel kimia beracun dari asap rokok yang tertinggal di permukaan benda seperti pakaian, furnitur, karpet, hingga kulit setelah aktivitas merokok selesai.

2. Apakah ventilasi ruangan yang baik bisa menghilangkan risiko thirdhand smoke?

Tidak sepenuhnya. Meskipun udara terasa bersih, residu kimia rokok tetap menempel kuat pada permukaan benda dan hanya bisa hilang dengan pembersihan mendalam atau penggantian bahan.

3. Mengapa tes HPV DNA lebih disarankan untuk deteksi kanker serviks?

Tes HPV DNA mampu mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi sebelum terjadi perubahan pada sel leher rahim, sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih awal dibandingkan metode konvensional.

4. Siapa saja yang bisa mendapatkan layanan pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) di Puskesmas?

Layanan ini ditujukan bagi seluruh perempuan, terutama yang berada pada kelompok usia berisiko atau mereka yang terpapar asap rokok secara rutin di lingkungan rumah maupun kerja.

5. Apa langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin melakukan skrining gratis di Puskesmas?

Cukup datang ke Puskesmas terdekat dengan membawa identitas diri dan berkonsultasi dengan petugas kesehatan mengenai faktor risiko paparan asap rokok yang dialami untuk mendapatkan rujukan pemeriksaan.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags