1. Home
  2. ยป
  3. Serius
13 Februari 2019 13:06

Seperti Khofifah, 9 orang ini sukses setelah berkali-kali gagal

Kegagalan bukan akhir dari sebuah proses. Eki Arum Khasanah

Brilio.net - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur usai dilakukan dan memunculkan nama Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai pemenang. Keduanya pun akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada hari ini, Rabu (13/2) pukul 15.30 WIB di Istana Negara.

Khofifah sendiri sebelumnya pernah mencalonkan diri pada Pilgub Jawa Timur tahun 2008 dan 2013. Dua kali mencalonkan, Khofifah harus pulang dengan tangan kosong. Ia kalah dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf di tahun 2008 dan juga 2013.

BACA JUGA :
7 Polisi ini sabar hadapi pengendara motor ngamuk, aksinya viral


Tak berhasil menjadi Gubernur Jatim, Khofifah pun diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Sosial di tahun 2014. Setelah menjabat sebagai menteri selama tiga tahun, rupanya tak memudarkan semangat perempuan kelahiran 19 Mei 1965 untuk kembali nyalon di pilgub Jatim 2018.

Penantian dan usaha keras Khofifah pun berbuah manis. Ia akhirnya memenangkan pemilihan itu dan berhasil menduduki kursi Gubernur Jawa Timur.

Kegagalan dan usaha Khofifah yang pantang menyerah ini sebelumnya sudah dicontohkan oleh beberapa tokoh dunia yang juga sukses meski berkali-kali gagal. Siapa sajakah mereka? Berikut brilio.net rangkum informasinya dilansir dari developgoodhabits.com, Rabu (13/2).

BACA JUGA :
Reza Arap jadi brand ambassador platform game live streaming Tiongkok

1. Thomas Edison.

foto: wikipedia.org

Nama Thomas Edison dikenal banyak orang sebagai penemu bola lampu. Tapi tahukah kamu? Di balik penemuan ini ada ribuan kegagalan yang ia alami. Thomas mungkin bisa disebut masternya 'coba-coba'. "Saya tidak gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan berhasil, " kata dia.

Ia pernah dianggap sebagai anak bodoh oleh guru-gurunya di sekolah. Namun, nyatanya Thomas kini dapat membuktikan karya fenomenalnya kepada dunia.

2. Elvis Presley.

foto: developgoodhabits.com

Elvis Presley adalah seorang penyanyi dan aktor terkenal dari Amerika. Ia kerap dijuluki sebagai "King of Rock and Roll". Namun jangan salah. Kesuksesan Elvis hingga disebut sebagai Raja Rock and Roll itu setelah melewati berbagai kegagalan.

Rekaman pertama Elvis tidak laku. Saat mencoba bergabung dengan kuartet vokal pun Elvis mendapat tanggapan pahit dan diejek bahwa ia tidak bisa bernyanyi. Meski begitu, karena tidak menyerah dan tetap berusaha, akhirnya perlahan ia menemukan penggemarnya hingga seterkenal saat ini.

3. Michael Jordan.

foto: nba.com

Sulit membayangkannya, tetapi Jordan, yang bisa dibilang pemain bola basket terbaik yang pernah ada, ternyata pernah dikeluarkan dari tim basket di sekolah menengahnya. Namun, Jordan menanggapinya dengan bijak.

"Saya telah melewatkan lebih dari 9.000 tembakan dalam karier saya. Saya telah kehilangan hampir 300 pertandingan. Pada 26 kesempatan saya telah dipercayakan untuk mengambil tembakan kemenangan permainan, dan saya gagal. Saya telah gagal berulang kali dalam hidup saya. Dan itulah mengapa saya berhasil, " kata dia pada suatu waktu.

4. Vincent van Gogh.

foto: developgoodhabits.com

Lukisan Van Gogh pernah terjual dengan nilai yang luar biasa. Empat lukisannya pernah dihargai hingga lebih dari 100 juta dolar. Namun di balik suksesnya karier Van Gogh, ia pernah mengalami banyak hal pahit dalam hidupnya.

Saat ia membangun usaha dan merintis kariernya di bidang seni lukis, Van Gogh menerima banyak kritikan. Ia pun frustasi, lalu membakar dan menghancurkan banyak lukisannya. Diketahui saat itu Van Gogh hanya menjual satu lukisan. Karena merasa gagal dan mengalami depresi berat, Van Gogh pun akhirnya bunuh diri. Pasca kematian Van Gogh, lukisannya justru baru mulai dikenal orang dan banyak diapresiasi.

5. Stephen King.

foto: wikipedia.org

King bekerja sebagai guru di pedesaan Maine ketika ia menulis novel pertamanya, "Carrie". King mendapat beberapa kesuksesan kecil dalam menjual cerita pendek sebelumnya, tetapi tidak ada yang dapat membuat kariernya melambung. King mengirimkan "Carrie" di penerbit sebanyak 30 kali. Dan sebanyak itu pula ia ditolak.

Sebelum upayanya yang ke-31, King membuang naskah itu. Namun, istrinya berhasil menyelamatkannya naskah itu dan meminta King untuk mencoba sekali lagi. Kini, ia pun berhasil membuktikan karya besarnya. Ia menjadi penulis terkenal yang bukunya laris manis di pasaran, bahkan sudah tembus hingga ratusan juta kopi.

6. Fred Astaire.

foto: developgoodhabits.com

Saat tes pertama kali, seorang eksekutif RKO mencatat bahwa Astaire tidak bisa bernyanyi, tidak bisa berakting, dan hanya bisa sedikit menari. Terlepas dari penolakan awal ini, Astaire bertahan dan terus mengasah kemampuannya. Ia pun akhirnya berhasil menjadi salah satu aktor, penyanyi, dan penari top di generasinya.

7. Abraham Lincoln.

foto: wikipedia.org

Dengan pendidikan formal yang sangat terbatas, Lincoln belajar secara autodidak dan menjadi pengacara sekaligus anggota kongres. Ia pernah mengalami dua kali kegagalan saat ingin maju menjadi anggota senat.

Dua tahun kemudian ia mencalonkan diri sebagai presiden. Ia pun menang dan terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat ke-16.

8. JK Rowling.

foto: Twitter/@jk_rowling

Rowling adalah contoh sempurna bahwa kesuksesan dapat datang kepada siapa saja dan kapan saja. Sebelum novel Harry Potter karangannya sukses, ia mengalami banyak sekali kegagalan. Termasuk ditolaknya novel Harry Potter oleh 12 penerbit buku. Pada pidato di Harvard, Rowling mengatakan ini tentang kisahnya menjadi novelis terkenal.

"Saya dibebaskan, karena ketakutan terbesar saya telah terwujud, dan saya masih hidup, dan saya masih memiliki seorang putri yang saya kagumi, dan saya memiliki mesin ketik lama, dan sebuah ide besar. Maka dasar itu menjadi fondasi yang kuat untuk membangun kembali hidup saya, " ujar dia.

9. Albert Einstein.

foto: developgoodhabits.com

Albert Einstein dikenal sebagai orang yang jenius. Namun siapa sangka dalam kehidupannya ia mengalami kesulitan dalam berbicara dan bahkan pernah dianggap sebagai anak yang cacat mental.

Saat remaja, Einstein kerap memberontak melawan sekolahnya yang mengandalkan belajar hafalan. Ia juga pernah gagal saat mencoba masuk ke Politeknik Zurich.

Namun kehidupan pahitnya tak berlangsung lama. Beberapa tahun kemudian Einstein memiliki gelar PhD dan diakui sebagai ahli teori terkemuka. Ia juga mendapat hadiah Nobel untuk Fisika dan mulai diakui sebagai orang jenius di zaman modern ini.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags