1. Home
  2. ยป
  3. Serius
14 Juli 2021 18:25

Wali Kota Lubuklinggau: Yang ditertibkan kerumunannya, bukan pedagang

"Mereka itu cari makan, bukan cari duit. Jadi kalau kita bubarkan, kita buang-buang, kasihan," ujar Prana Putra Sohe Faya Lusaka

Akibat terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini membuat pemerintah memberlakukan berbagai aturan. Salah satunya yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga 20 Juli nanti.

Selama masa PPKM darurat ini operasional warung makan dibatasi. Pemilik usaha warung makan boleh membuka warungnya sesuai dengan jam operasional yang telah ditentukan pemerintah. Kemudian warung makan juga hanya dapat melayani take away (bungkus makanan untuk dibawa pulang) agar tidak menimbulkan kerumunan.

BACA JUGA :
Cewek ini makan di warung saat PPKM lalu kena patroli saudara sendiri


Saat masa PPKM darurat tersebut para petugas ketertiban seringkali melakukan operasi ke warung-warung makan. Jika kedapatan terdapat warung yang buka melebihi jam operasional, maka petugas akan menertibkan.

Tak sedikit di media sosial seringkali beredar video memperlihatkan aparat menertibkan penjual warung makan secara kurang humanis. Tentu saja hal itu membuat masyarakat geram.

Belakangan viral di media sosial video pidato dari wali kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe. Dilansir brilio.net dari akun Instagram @bukuakik, Rabu (14/7), dalam video tersebut wali kota Lubuklinggau memberikan wejangan kepada para petugasnya tentang penertiban masyarakat saat PPKM.

BACA JUGA :
Viral video pemotor curi 'pocong' saat PPKM, alasannya tak terduga

View this post on Instagram

A post shared by Buku Akik (@bukuakik)

"Yang ditertibkan kerumunannya, bukan pedagangnya,"tulis keterangan yang diberikan pada unggahan tersebut.

Dalam pidatonya tersebut, wali kota Prana Putra menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang pedagang untuk berjualan. Namun, yang dicegah adalah kerumunan yang bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 meningkat.

"Yang ditertibkan itu adalah kerumunannya, bukan pedagang atau dagangannya. Kita tidak melarang orang berjualan, yang kita larang berkerumunan," ujar Prana.

Prana juga mengingatkan agar para petugas bertindak tegas, tetapi tetap humanis. Setiap petugas harus memberikan pemahaman hingga masyarakat mengerti dan membantu agar penyebaran corona tidak meluas.

foto: Lubuklinggaukota.go.id

"Lakukan tindakan tegas, namun tetap humanis. Berikan penjelasan. Kalau memang tidak menimbulkan kerumunan, ya sudah," kata Prana.

"Kita tidak melarang orang untuk berjualan, yang kita larang ini kerumunannya," tegasnya.

Dia juga mengingatkan para petugas bahwa para pedagang yang berjualan itu tidak mencari uang melainkan mencari makan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Mereka itu mencari makan, bukan mencari duit. Jadi kalau kita bubarkan-bubarkan itu, kita buang-buang, kasihan," tegasnya.

Lebih jauh dia juga meminta kepada seluruh petugas lapangan untuk selalu memberikan arahan kepada masyarakat agar tertib protokol kesehatan, salah satunya seperti penggunaan masker.

"Yang tidak pakai masker silakan disuruh pushup atau disuruh apa. Ketika ada mobil atau motor tidak taat aturan, suruh putar balik," tegasnya.

Dalam arahannya tersebut, Prana Putra Sohe ingin wilayah Lubuklinggau tetap taat protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk kepentingan kesehatan bersama.

Viralnya video arahan saat apel yang dilakukan oleh wali kota Lubuklinggau, membuat netizen merasa kagum akan apa yang disampaikan. Mereka pun memberikan banyak komentar positif.

"ni baru bener ," kata akun @hanaandini.09.

"nah gini arahan yang bagus," puji akun @syahandreaan.

"mntap niii," tutur akun @fatimahrani_

"Nah ini baru yg benar...harusnya yg di tindak itu org yg berkerumun bkn mlh pedagang kecil yg di obrak abrik dagangnnya...," tulis akun @kirana.gianina.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags