1. Home
  2. ยป
  3. Serius
28 Mei 2016 11:31

Koleksi bunga bangkai Rhenald Kasali mekar Senin, tertarik melihat?

Koleksi bunga bangkai Rhenald Kasali mekar pada Senin, tertarik melihatnya? Islahuddin
Bunga bangkai yang menjadi koleksi Rumah Perubahan siap mekar. (foto: dok. Rumah Perubahan).

Brilio.net - Banyak dari kamu mungkin sudah banyak yang tahu bunga bangkai. Ya sesuai namanya, bunga yang satu ini memamg menyebarkan bau tak sedap. Nah warga Jakarta yang ingin menyaksikan bunga ini mekar biasanya mendatangi Kebun Raya Bogor ketika bunga tersebut mekar.

Tapi itu juga nggak setiap saat. Hanya waktu tertentu saja. Untuk menunggu bunga ini mekar bisa bertahun-tahun lho. Uniknya, bunga yang hanya hidup 10 tahun ini hanya sekali mekar setelah itu mati.

Sebenarnya, nggak cuma Kebun Raya Bogor lho yang punya koleksi bunga bangkai. Buktinya, Rumah Perubahan yang didirikan Rhenald Kasali juga memiliki koleksi empat jenis bunga bangkai. Malah di tempat yang terletak di Kelurahan Jati Murni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, saat ini ada satu bunga bangkai yang diperkirakan akan mekar Senin (30/5) atau Selasa (31/5).

Bunga bangkai jenis titanum ini telah berusia sekitar 10 tahun. Saat ini bunga yang akan mekar tersebut mempunyai tinggi sekitar 180 cm. Di Rumah Perubahan ada empat jenis bunga bangkai yang dibudidayakan. Februari lalu ada satu yang sudah mekar dan minggu depan ada satu lagi yang akan mekar, ujar Dinar Wulandari, salah satu pengelola Rumah Perubahan.

BACA JUGA: Ribuan warga Inggris terpikat bau busuk bunga bangkai Sumatera

Menurut Dinar, durasi mekar bunga ini sangat sebentar yaitu sekitar 8-48 jam saja. Malah mungkin hanya mekar 10-11 jam. Sehingga bagi orang yang ingin melihatnya pun mempunyai waktu yang sangat terbatas. Saat mekar, bunga ini akan mengeluarkan bau harum. Namun setelah mekar, bunga yang mempunyai nama latin amorphophallus titanum akan layu kemudian membusuk dan mengeluarkan bau bangkai.

Setelah membusuk, bunga bangkai akan meninggalkan biji di dalam tanah yang bisa dipergunakan sebagai benih untuk menumbuhkan bunga baru. Bunga ini merupakan asli Indonesia dan termasuk langka. Selain tidak banyak orang yang membudidayakannya, perawatannya pun juga membutuhkan perhatian khusus.

Walaupun mengeluarkan bau yang kurang sedap saat membusuk, bunga ini banyak menarik perhatian orang asing. Terbukti pada 2015 lalu di Kota Chofu Jepang, puluhan ribu orang rela antre untuk melihat bunga terbesar di dunia tersebut.

Nah bagi kamu yang ingin menyaksikan bunga ini mekar, nggak ada salahnya berkunjung ke Rumah Perubahan pekan depan.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags