Brilio.net - Pemakaman korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Deden Maulana, telah berlangsung di Kampung Pasanggrahan, Desa Pasanggrahan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/1/2026) petang. Sebelumnya, jenazah Deden disemayamkan di Auditorium Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/1/2026) untuk penghormatan terakhir. Dalam momen penghormatan terakhir, Asensio, putra semata wayang almarhum melantunkan Alquran Al-Insyirah di dekat peti sang ayah. Kemudian saat sang ayah hendak dikebumikan, Asensio melantunkan azan.
BACA JUGA :
Seluruh korban pesawat ATR 42-500 ditemukan, momen haru Tim SAR sujud syukur
Pemakaman Deden Maulana Garut
foto: Instagram/@ditjenpsdkp
Asensio mencoba tegar saat mengumandangkan azan untuk ayahandanya sebagaimana tampak dalam video unggahan TikTok @hentriwibowo, dikutip brilio.net, Sabtu (24/1). Di awal, ia melantunkan takbir dengan lancar, namun saat memasuki kalimat syahadat pertama, suaranya mulai bergetar menahan tangis. Suaranya naik-turun antara upaya untuk tetap tegar dan rasa sedih yang mendalam. Meski begitu, ia berhasil merampungkan azan hingga selesai, sebuah momen yang membuat tangis keluarga dan pelayat pecah seketika.
BACA JUGA :
Momen persemayaman Deden Maulana korban pesawat ATR 42-500, sang putra lantunkan Al-Insyirah
Pemakaman Deden Maulana Garut
foto: TikTok/@hentriwibowo
Kenangan Terakhir dan Kabar Duka dari Gunung Bulusaraung
Deden Maulana merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Sabtu (17/1) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep. Adik korban, Berlian Purnama, mengenang bahwa kakaknya sempat pulang ke Garut beberapa minggu lalu untuk menjemput Maulana setelah libur pergantian tahun.
Keluarga menerima kabar kecelakaan tersebut pada Sabtu sore dan segera berangkat ke Jakarta dalam kondisi kaget dan cemas. Sementara itu, operasi pencarian di lapangan berlangsung selama tujuh hari. Kepala Seksi Operasi SAR Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah ditemukan pada Jumat (23/1) pukul 10.16 WITA dengan penuh rasa haru.
"Dan pada pukul 10.06 (terdengar ralat menjadi 10.16) alhamdulillah, korban tunggal ditemukan. Alhamdulillah, pas jam 10. Iya, sudah bisa ditemukan. Dan saat ini sementara proses evakuasi. Terima kasih," jelasnya sambil menahan tangis haru.
Dukungan Netizen dan Penghormatan bagi Pahlawan Sektor Kelautan
Momen Asensio Maulana yang mengazani ayahnya memicu simpati luas di dunia maya. Banyak netizen yang memanjatkan doa agar sang putra diberikan kekuatan luar biasa dan mendoakan almarhum Deden Maulana mendapatkan tempat terbaik (husnul khotimah).
Deden dipandang sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya di KKP. Pengabdiannya dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia hingga akhir hayatnya memberikan makna mendalam bagi instansi tempatnya bekerja. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga di Garut, tetapi juga bagi seluruh rekan sejawat di Kementerian Kelautan dan Perikanan.