1. Home
  2. »
  3. Serius
9 Maret 2026 12:11

Fix! Filipina terapkan kerja 4 hari seminggu, solusi hemat BBM imbas perang Timur Tengah

Filipina berada dalam posisi yang cukup menantang karena hampir seluruh kebutuhan minyaknya dipenuhi melalui impor. Agustin Wahyuningsih
Kebijakan kerja 4 hari Filipina | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Pemerintah Filipina tengah merumuskan berbagai langkah strategis untuk menekan konsumsi energi nasional. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga bahan bakar global. Selain menyarankan pengurangan penggunaan pendingin ruangan (AC), pemerintah juga meminta masyarakat untuk membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

Filipina berada dalam posisi yang cukup menantang karena hampir seluruh kebutuhan minyaknya dipenuhi melalui impor. Konflik di Iran dikhawatirkan akan memperburuk inflasi, padahal pada bulan Februari lalu, angka inflasi di negara tersebut sudah menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

BACA JUGA :
Lagi ramai ketegangan di Iran, Reza Rahadian cerita soal sosok ayah dan harapan buat Bumi Persia


Sebagai langkah nyata, administrasi Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menginstruksikan seluruh kantor pemerintahan untuk mengatur suhu AC minimal di angka 24 derajat Celcius. Selain itu, skema kerja fleksibel mulai diterapkan guna menekan penggunaan bahan bakar secara masif, seperti dilansir dari straitstimes.com, Senin (9/3).

Wacana Empat Hari Kerja dan Efisiensi Publik

Presiden Marcos juga tengah mempertimbangkan penerapan sistem empat hari kerja dalam seminggu. Untuk mendukung daya beli masyarakat, ia berencana meminta kewenangan khusus dari Kongres guna memangkas pajak produk minyak bumi. Keputusan ini berlaku hari ini, Senin (9/3).

Langkah penghematan juga merambah ke ranah politik dan pemerintahan daerah. Wakil Presiden Sara Duterte mengimbau para pendukungnya untuk menghindari konvoi kendaraan saat melakukan aksi protes. Sementara itu, Wali Kota Manila telah mewajibkan jajarannya beralih ke rapat daring, mematikan aliran listrik kantor pada jam 5 sore, serta melarang perjalanan dinas yang tidak bersifat esensial.

BACA JUGA :
Dampak ketegangan Timur Tengah 2026, Meisya Siregar dan Bebi Romeo harus war ticket pulang Indonesia

Ekonom menilai Filipina sebagai salah satu negara di Asia-Pasifik yang paling berisiko terkena dampak inflasi akibat konflik Timur Tengah. Ms. Deepali Bhargava, kepala riset regional di ING Bank NV, menjelaskan bahwa kepulauan tersebut “tends to see a stronger inflation hit because retail fuel prices are more market-driven and subsidies are limited (cenderung mengalami hantaman inflasi yang lebih kuat karena harga bahan bakar eceran lebih mengikuti mekanisme pasar dan pemberian subsidi yang terbatas),” ujarnya.

Inovasi Warga Menghadapi Kenaikan Harga

Di tengah situasi ini, sejumlah lembaga pemerintah mulai menyalurkan subsidi bahan bakar bagi para nelayan, petani, dan pengemudi transportasi umum. Menariknya, warga juga memanfaatkan teknologi aplikasi untuk mengunci harga energi sebelum terjadi kenaikan lebih lanjut.

Tim Gonzales, seorang pemasar daring berusia 30 tahun, memanfaatkan teknologi ini untuk mengamankan stok bahan bakar bagi keluarganya. “I can buy litres of virtual fuel in advance and lock in the current price (Saya bisa membeli berliter-liter bahan bakar virtual di muka dan mengunci harga saat ini),” ungkapnya.

Tim yang telah menggunakan aplikasi ini sejak 2022 kini mengelola komunitas Facebook beranggotakan 16.000 orang untuk saling membantu menghadapi harga yang melambung. Ia optimis bahwa “Those litres will sustain us for a couple of months (Literan bahan bakar tersebut akan menyokong kebutuhan kami selama beberapa bulan ke depan).”

Adaptasi juga dilakukan oleh pelaku usaha kecil seperti Rowena Brucal, pengelola kantin sekolah di kawasan finansial Makati. Meski tak bisa mengontrol harga gas elpiji yang terus naik, ia memilih untuk sedikit mengurangi porsi makanan demi menyeimbangkan pengeluaran. “We also turn the lights off when there are no customers because cutting consumption is the way to go (Kami juga mematikan lampu saat tidak ada pelanggan karena mengurangi konsumsi energi adalah jalan terbaik yang harus diambil),” jelas Rowena.

Tantangan di Sektor Manufaktur

Meski wacana pengurangan hari kerja terdengar menarik bagi sebagian orang, Kamar Dagang dan Industri Filipina (PCCI) memberikan peringatan keras. Mereka menilai kebijakan tersebut bisa memukul sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi.

Menurut Perry Ferrer, Presiden PCCI, pengurangan hari kerja dapat menghambat target produksi perusahaan yang sudah beroperasi dengan keterbatasan.

“We have been operating on limited resources and further reducing the number of work days could affect our commitments (Kami telah beroperasi dengan sumber daya yang terbatas dan pengurangan jumlah hari kerja lebih lanjut dapat memengaruhi komitmen kami),” tegasnya.

FAQ Terkait Krisis Energi dan Efisiensi Kerja

1. Mengapa suhu AC harus diatur minimal 24 derajat Celcius?

Pengaturan suhu pada 24°C dianggap sebagai titik efisiensi maksimal di mana ruangan tetap nyaman namun beban kerja kompresor AC tidak terlalu berat, sehingga konsumsi listrik bisa ditekan secara signifikan.

2. Apakah sistem kerja 4 hari berarti total jam kerja berkurang?

Biasanya, kebijakan ini menggunakan sistem compressed workweek, di mana total jam kerja mingguan tetap sama (misal 40 jam), namun dipadatkan ke dalam 4 hari kerja yang lebih panjang (10 jam per hari).

3. Bagaimana cara kerja aplikasi "lock price" bahan bakar?

Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna membeli kuota bahan bakar secara virtual dengan harga hari ini untuk digunakan di masa depan, sehingga pengguna terlindungi dari fluktuasi harga yang mendadak naik.

4. Apa dampak nyata penutupan Selat Hormuz bagi negara pengimpor minyak?

Selat Hormuz adalah jalur pengiriman minyak paling vital di dunia. Jika jalur ini terganggu akibat konflik, pasokan minyak global akan tersendat, yang secara otomatis memicu lonjakan harga di pasar internasional.

5. Mengapa sektor manufaktur paling terdampak jika hari kerja dikurangi?

Manufaktur sangat bergantung pada operasional mesin dan lini produksi yang berkelanjutan. Pengurangan hari kerja dapat mengganggu jadwal pengiriman ekspor dan koordinasi rantai pasok global yang ketat.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags