Brilio.net - Perselisihan antara Virgoun dan Inara Rusli memasuki babak baru di Komnas Perlindungan Anak. Tepat pada Selasa (10/2/2026), Virgoun hadir didampingi tim hukumnya, Sandy Arifin, untuk memberikan keterangan langsung. Kehadiran ini merupakan respons atas laporan yang dilayangkan oleh mantan istrinya terkait urusan anak-anak mereka.
Dalam pertemuan tertutup tersebut, pihak Virgoun berusaha meluruskan berbagai tuduhan yang selama ini berkembang di publik. Fokus utama dari pembicaraan ini bukan lagi soal ego masing-masing orang tua, melainkan murni mengenai kesejahteraan psikologis dan masa depan buah hati mereka.
BACA JUGA :
Inara Rusli mengadu ke Komnas PA soal dugaan Virgoun bawa paksa anak dan tutup akses komunikasi
Dua Kesepakatan Strategis Usai Klarifikasi
Virgoun Komnas Anak
foto: Instagram/@virgoun_
Hasil dari pertemuan tersebut melahirkan dua agenda besar yang akan segera dijalankan oleh Komnas Anak. Sandy Arifin mengungkapkan bahwa langkah pertama adalah peninjauan langsung ke kediaman Virgoun.
BACA JUGA :
Virgoun disalahkan atas kasus perselingkuhan Inara Rusli, singgung pilihan hidup eks istrinya
"Jadi kami tadi sepakat untuk berikutnya, kita bersama Pak Ketua, dalam waktu dekat akan visit (berkunjung) ke rumah klien kami untuk melihat kelayakan tempat terkait anak-anak tinggal di sana. Itu yang pertama," jelas Sandy Arifin dikutip dari laporan Liputan6, Selasa (10/2/2026).
Agenda kedua yang tak kalah penting adalah rencana mediasi. Pihak Virgoun menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama Inara Rusli jika jadwal sudah ditentukan oleh Komnas Anak.
"Kedua, dalam waktu dekat juga kita akan melakukan, yang sudah disepakati klien kami adalah mediasi. Tadi sudah ditanyakan langsung ke klien kami bahwa bilamana ada mediasi yang akan dilakukan oleh pihak Komnas bersama Ketua tadi, insyaallah kita akan hadir ya," tuturnya menambahkan.
Detail Klarifikasi: 8 Pertanyaan Terkait Kondisi Anak
Proses tanya jawab berlangsung cukup intens namun tetap kondusif. Wijayono Hadisukrisno, yang juga bagian dari tim pengacara Virgoun, menyebutkan ada sekitar 7 sampai 8 poin pertanyaan yang diajukan oleh pihak Komnas Anak.
"Dan tadi ada semacam klarifikasi sekitar 7 sampai 8 pertanyaan, dan semuanya sudah dijawab. Tugas daripada Komnas itu semata-mata untuk kebutuhan atau kepentingan anak di kemudian hari," papar Wijayono.
Fokus pada Kelayakan Tempat Tinggal
Pihak Virgoun menegaskan akan mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan. Tim hukum berulang kali menekankan bahwa kunjungan ke rumah (home visit) menjadi poin krusial untuk membuktikan bahwa lingkungan tempat tinggal anak-anak saat ini sudah layak dan nyaman.
"Kami sudah memenuhi undangan dan sudah melakukan klarifikasi terkait dengan berita yang selama ini beredar. Tadi sudah ditanya satu persatu terkait apa yang sudah disampaikan dari pihak yang membuat laporan," pungkas Sandy Arifin menutup pembicaraan.