1. Home
  2. ยป
  3. Ragam
20 Februari 2023 23:59

40 Contoh kata sisipan, ketahui penjelasan, ciri dan jenisnya

Sisipan adalah unit morfem yang ditambahkan ke dalam kata dasar untuk membentuk kata baru. Shofia Nida
Ada beberapa jenis kata sisipan yang wajib kamu tahu.

Jenis-jenis kata sisipan.

foto:pixabay.com

BACA JUGA :
55 Contoh kata antonim, lengkap dengan penjelasan, ciri dan jenisnya


1. Awalan (prefix)

Awalan adalah jenis sisipan yang diletakkan pada awal kata dasar. Awalan dapat membentuk kata yang berlawanan dengan makna asalnya. Contohnya, kata "tidak" merupakan awalan yang menunjukkan kebalikan dari kata "ya". Dalam bahasa Indonesia, terdapat beberapa awalan umum seperti "ber-", "me-", "di-", "ke-", "se-", dan lain sebagainya.

2. Akhiran (suffix)

BACA JUGA :
55 Contoh kata saran, lengkap dengan penjelasan dan cirinya yang mudah dipahami

Akhiran adalah jenis sisipan yang diletakkan pada akhir kata dasar. Akhiran dapat mengubah makna kata atau mengindikasikan kata benda, kata kerja, atau kata sifat. Contoh akhiran umum dalam bahasa Indonesia adalah "-kan", "-an", "-i", "-s", dan lain sebagainya.

3. Infiks

Infiks adalah jenis sisipan yang diletakkan di tengah-tengah kata dasar. Infiks dapat mengubah makna kata dan lebih umum digunakan dalam bahasa-bahasa yang memiliki sistem afiksasi yang lebih kompleks. Contoh infiks dalam bahasa Indonesia adalah "el" dalam kata "sepeda-motor", "in" dalam kata "menari", dan "me" dalam kata "memasak".

Fungsi kata sisipan.

foto: pixabay.com

1. Membentuk kata baru.

Sisipan digunakan untuk membentuk kata-kata baru dengan menggabungkan kata dasar dengan awalan, akhiran, atau infiks. Dengan demikian, sisipan memperkaya kosa kata dalam bahasa dan memungkinkan pembentukan kata-kata yang lebih variatif dan kaya makna.

2. Mengubah makna kata dasar.

Sisipan dapat mengubah makna kata dasar dan membentuk kata baru dengan makna yang berbeda. Contohnya, kata "memasak" terbentuk dari kata dasar "masak" dengan menambahkan awalan "me-" yang mengubah makna kata menjadi "melakukan masak" atau "memasak".

3. Menunjukkan kelas kata atau fungsi gramatikal.

Sisipan dapat menunjukkan kelas kata atau fungsi gramatikal dari sebuah kata. Contohnya, akhiran "-kan" menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan kata kerja transitif, sementara akhiran "-i" menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan kata kerja yang menunjukkan pengalaman pribadi.

4. Memberikan nuansa atau pengungkapan yang berbeda.

Sisipan dapat memberikan nuansa atau pengungkapan yang berbeda pada sebuah kata. Contohnya, kata "pemimpin" memiliki nuansa yang berbeda dengan kata "mimpin" karena terdapat awalan "pe-" yang menunjukkan bahwa kata tersebut merujuk pada orang yang melakukan atau memiliki sifat pemimpin.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags