1. Home
  2. ยป
  3. Politik
13 Februari 2017 21:05

Ini perbandingan dana kampanye 3 pasangan kandidat Pilgub DKI

Ada cawagub yang gelontorkan dana pribadi dengan jumlah fantastis. Irwan Khoiruddin

Brilio.net - Kontestasi Pilkada DKI Jakarta sudah di penghujung. Tiga pasangan calon (paslon) cagub dan cawagub DKI harus melaporkan dan mempertanggungjawabkan dana yang telah digunakannya selama kampanye. Mereka melaporkan dana kampanye tersebut kepada KPU DKI Jakarta pada Minggu (12/2).

Lalu berapa total pengeluaran dana kampanye masing-masing paslon DKI itu? Melalui laman resminya, KPU DKI Jakarta telah mengunggah laporan yang diserahkan ketiga paslon. Berikut informasi mengenai dana kampanye pilgub DKI yang brilio.net rangkum, Senin (13/2).

BACA JUGA :
Ini yang dilakukan 3 paslon Gubernur DKI selama masa tenang pilkada


1. Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni.

Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni, menjadi pasangan calon gubernur dengan dana kampanye paling besar dibanding calon lain. Pasangan nomor urut satu ini memperoleh pemasukan Rp 68.967.750.000 atau hampir Rp 7 miliar dan pengeluaran Rp 68.953.462.051. Sehingga saldo pasangan Agus-Sylvi hanya tersisa Rp 14.287.949. Duet mantan militer dan mantan birokrat ini bermaksud untuk memasukkan sisa uang kampanyenya ke kas tim pemenangan.

BACA JUGA :
7 Meme kocak Ahok memisah Sylvi & Anies ini dinginkan debat cagub

Lalu dari mana uang tersebut datang? Secara garis besar pemasukan dana kampanye terbagi menjadi tiga, yaitu dari pasangan calon sendiri sebesar Rp 430.000.000, kedua dari iuran partai politik pengusung sebesar Rp 3.000.000.000 dan yang terakhir sumbangan, dari perseorangan maupun kelompok sebesar Rp 65.537.750.000.

2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Pasangan Ahok-Djarot melaporkan jumlah total dana kamapnye masuk sebesar Rp 60.190.360.025. Dana kampanye pasangan ini merupakan yang paling sedikit dibandingkan dana kampanye paslon lain. Adapun jumlah pengeluaran dana kampanye pasangan petahana ini sebesar Rp 53.696.961.113. Tidak tanggung-tanggung, sisa dana kampanye 'pasangan kotak-kotak' mencapai Rp 6.493.398.912 akan dimasukkan ke kas negara.

Lalu dari mana uang-uang tersebut datang? Pasangan Ahok-Djarot ini hanya memasukkan sumbangan dari uang pribadi sebesar Rp 1.000.000. Adapun pemasukan terbesarnya dari sumbangan perseorangan dan sumbangan pihak berbadan hukum sebesar Rp 53.395.189.780. Pemasukan lainnya sebesar Rp 1.794.170.780 berasal dari penerimaan lain 'uncollected form'.

3. Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh pemasukan untuk dana kampanye dan blusukannya selama ini sebesar Rp 65.272.654.163. Sedangkan jumlah pengeluaran mereka sebesar Rp 64.719.656.703. Adapun sisa dana kamapnye sebesar Rp 553.297.460 akan digunakan sebagai saldo awal jika mereka harus menghadapi putaran berikutnya.

Pasangan Anies-Sandi merupakan pasangan dengan modal dari paslon sendiri yang memiliki nominal paling besar. Paslon nomor urut tiga ini harus merogoh koceng pribadinya bahkan sampai Rp 34.000.000.000 dari kantong Sandiaga Uno dan Rp 400.000.000 dari kantong Anies Baswedan. Angka yang fantastis jika dibandingkan dengan paslon lain. Wajar saja, Sandiga Uno memang sudah dikenal sebagai pengusaha sukses.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags