1. Home
  2. ยป
  3. Politik
24 Oktober 2016 16:02

Bintang film panas ini ngaku pernah 'ditawar' Donald Trump Rp 130 juta

Di kamarnya, Trump sudah mengenakan piyama dan dengan tiba-tiba mencium bibir tiga wanita. Fadila Adelin

Brilio.net - Berbagai kontroversi tak henti mewarnai jelang pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 8 November 2016 mendatang. Kedua kandidat saling tuduh satu sama lain. Khususnya Donald Trump, yang memang sejak dulu selalu mengundang kontroversi.

Kasus kali ini datang dari seorang bintang film dewasa bernama Jessica Drake. Jessica mengaku pernah dilecehkan dan 'ditawar' oleh Trump.

BACA JUGA :
Trump tak akan akui hasil Pilpres AS jika kalah, kok begitu ya?


Dilansir brilio.net dari buzzfeed, Senin (24/10), peristiwa ini terjadi 10 tahun lalu saat turnamen golf di Lake Tahoe. Jessica ada di sana karena rumah produksinya, Wicked Pictures, memasang booth.

"Saat itu dia merayu saya dan meminta nomor HP saya. Malamnya dia mengundang saya ke kamarnya. Karena saya tak nyaman datang sendirian, saya memutuskan mengajak kedua teman saya," jelas Jessica kepada media.

BACA JUGA :
25 Foto lawas Donald Trump, masa kecilnya menggemaskan banget

Di kamarnya Trump sudah mengenakan piyama dan dengan tiba-tiba mencium bibir ketiga wanita tersebut tanpa permisi.

"Karena merasa tak nyaman kami memutuskan kembali ke kamar. Namun asistennya kembali menelepon saya dan meminta saya kembali. Tentu saya menolak, karena saya bukan wanita panggilan," ujarnya.

Lantaran Trump yang terus memaksa, Jessica pun mencari alasan untuk menghindar dengan mengaku harus kembali ke Los Angeles. Tapi Trump masih tak mau menyerah. Menurut Jessica, saat itu Trump menawari jet pribadinya sebagai tumpangan.

"Saya tetap menolak, kemudian dia berkata 'berapa hargamu?', dan dia menawari saya USD 10.000. Saya melakukan ini semua karena terdorong oleh banyaknya wanita yang juga melapor," ujarnya.

Cerita Jessica itu dibantah seluruhnya oleh pihak Donald Trump. Menurut pihak Trump, semua yang dikatakan Jessica adalah cerita bohong dan hanya taktik buatan dari kubu Hillary Clinton.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags