Sahabat beda negara, Fabregas nostalgia kebersamaannya dengan Messi

Fabregas juga mengungkapkan bagaimana Messi tetap tegar jauh dari orang tua

“Sebelum itu, tidak normal melihat pemain pada usia itu datang dari jauh. Jika Anda sangat bagus, mereka bisa membawa Anda dari suatu tempat di Spanyol, tentu saja. Melihat berlari dari kejauhan dengan kecepatan seperti itu, kita semua yang sebaya dengannya (Messi) berpikir, wow! anak ini pasti sesuatu yang sangat istimewa," ujar Fabregas.

foto: bbc.com

Fabregas juga mengungkapkan bagaimana Messi tetap tegar meski sejak usia anak-anak namun sudah tinggal di asrama dan jauh dari orang tuanya yang masih ada di Argentina. Messi menekuni sepak bola, pergi ke sekolah setiap hari. Hal itu membuat Fabregas yang merupakan anak asli Katalunya bersimpati kepadanya.

"Kamu harus benar-benar kuat secara mental dan memiliki karakter khusus jika tidak, kamu tidak akan berhasil. Ada begitu banyak momen di mana kamu merasa lemah merasa bosan dan pusing saat berlatih, dan kamu ingin pulang dijemput oleh keluargamu. Kamu ingin kembali ke kehidupan sehari-hari, kamu ingin kembali bermain bersama teman-teman. Saya yakin itu sangat sulit tetapi saya ingin percaya bahwa kami juga anak-anak yang baik dan kami berusaha selalu berada di samping Leo dan membantunya sebagai teman sebanyak yang kami bisa," kata Fabregas kepada BBC.

Saat memutuskan pindah ke klub Arsenal di London, Inggris, Fabregas masih menyempatkan diri untuk pulang ke Katalunya di saat libur. Dirinya juga sering menyempatkan diri menonton pertandingan FC Barcelona. Fabregas bercerita pada suatu momen ketika ia melihat penampilan hebat Messi yang kala itu sudah masuk ke tim utama Barca.

foto: bbc.com

"Saya pergi ke Arsenal dan tiga atau empat bulan kemudian saya memiliki dua hari libur jadi saya kembali dan ayah saya memberi tahu saya 'Dengar, mantan rekan setimmu di La Masia akan bermain dengan Barcelona melawan Real Madrid dalam waktu dekat ini,' Fabregas pun lantas menjawab ayahnya,'Ya Tuhan, saya ingin pergi dan menonton'," kata Fabregas.

"Leo bermain di posisi nomor 10 dan saya belum pernah melihat ia memainkan posisi itu sebelumnya. Dia melewati pemain tetapi dengan sangat mudah. Mereka harus melanggarnya dengan sangat keras untuk menghentikannya. Saya memberitahu ayah saya, dan saya berkata 'Ya Tuhan, Leo.' Dia terlihat jauh lebih kuat juga. Sepertinya dia telah membuat perubahan secara fisik sehingga tidak ada yang bisa menghentikannya. Itu adalah hari pertama saya berkata 'Saya tidak berpikir saya pernah melihat orang seperti ini pada usianya sekarang," tukas Fabregas mengakhiri nostalgianya.


(brl/tin)