Kisah Emiliano Martinez, dari fans sampai jadi pahlawan Argentina juara Piala Dunia 2022

Tak satupun klub menjadikannya sebagai kiper utama, Emiliano Martinez sempat putus asa akan kariernya.

Petualangannya sebagai pemain pinjaman berlanjut ke Wolverhampton pada tahun 2015. Setelah setahun di klub ini, dirinya sempat dipinjamkan ke klub asal Spanyol yakni Getafe selama musim 2017-2018. Setahun kemudian, Emi kembali ke Inggris dan dipinjamkan ke klub Reading sampai penghujung musim 2019.

Dari semua perjalanannya itu, tak satupun klub yang menjadikan dirinya sebagai kiper utama. Kondisi tersebut membuat Emiliano Martinez kala itu sempat putus asa akan kariernya.

Di usianya yang sudah 27 saat itu Emiliano Martinez hanya menjadi pemain rendahan. Dirinya bahkan mengakui hal itu.

"Saya serendah itu," katanya baru-baru ini dikutip dari The Athletic.

 

Namun, dirinya masih belum menyerah. Setelah kontraknya berakhir bersama Arsenal yang kenyang dipinjamkan ke banyak klub, Emiliano bergabung secara permanen dengan klub Aston Villa pada 2020.

Di klub inilah, Emiliano seperti terlahir kembali di klub ini. Penampilannya membaik dan perlahan menjadi kiper nomor satu di Villains. Dirinya memakai nomor punggung 1 dan kerap tampil memukau di banyak pertandingan liga Inggris.

Penampilannya yang baik pada tahun 2021 membuatnya dilirik oleh Timnas Argentina. Di usianya yang sudah 29 tahun, Emiliano Martinez baru dipanggil Tim senior Argentina untuk perhelatan Copa America.

foto: Twitter/@emimartinezz1

Argentina yang berhasil juara di turnamen tersebut membuat Emi berhasil mendapatkan gelar perdana pertama sepanjang karirnya.

Emi pun dipertahankan sebagai kiper utama Argentina untuk Piala Dunia 2022. Tak disangka, pria yang awalnya hanyalah seorang pemain rendahan mampu menjadi pahlawan bagi Argentina yang keluar sebagai juara.

Di babak adu penalti melawan Prancis, Emiliano Martinez berhasil menepis dua tendangan pemain Les Bleus membuat Argentina unggul dengan skor 4-2 dan keluar menjadi juara.

Saat di wawancara usai pertandingan final berakhir, Emi mengaku keberhasilannya bersama Argentina adalah sesuatu yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.

"Jangankan untuk mampu mewujudkannya, memikirkan hal ini saja saya tidak berani," katanya kepada wartawan di Stadion Lusail pada Minggu (18/12).

foto: Twitter/@Football__Tweet

Emi juga mengakui dirinya adalah fans Argentina biasa yang setia menonton setiap pertandingan Timnas kebanggannya ini di berbagai ajang. Pada 2014, Emi terpotret datang ke Brasil untuk menonton langsung Tim Tango berlaga. Begitu pula yang ia lakukan pada 2018.

"Itulah mengapa saya bisa dan benar-benar akrab dengan para penggemar. Karena saya memang berasal dari orang Argentina yang biasa saja,” kata Emi mengakhiri wawancaranya.


(brl/lea)