1. Home
  2. ยป
  3. Personal Finance
30 Desember 2022 12:37

Nggak perlu panik, ini 5 tips mengantisipasi kemungkinan resesi ekonomi 2023

Isu resesi ekonomi memang menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang. Faya Lusaka

Brilio.net - Apa yang terbayang dibenakmu saat mendengar kata "resesi"? Resesi ekonomi memang menjadi topik yang hangat diperbincangkan pada 2022. Para ahli ekonomi bahkan memprediksi bahwa resesi ekonomi secara global akan terjadi di 2023.

Hal tersebut ditandai dengan daya beli masyarakat yang kian menurun sehingga berimbas menyebabkan gangguan aktivitas bisnis secara keseluruhan. Bukan mustahil jika resesi akan mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran serta kebangkitan bisnis.

BACA JUGA :
Synchronize Festival bakal hadir kembali di 2023 mendatang, catat tanggalnya


Isu resesi ekonomi memang menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar orang. Namun, tidak perlu terlalu khawatir dalam menghadapi masalah tersebut. Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk mengantisipasi resesi ekonomi, misalnya dengan memulai usaha menjadi agen pulsa.

Tidak perlu panik, berikut beberapa tips mengantisipasi resesi ekonomi 2023 yang dapat kamu lakukan seperti diulas brilio.net, Jumat (30/12).

1. Memilih bidang pekerjaan utama yang kebal resesi.

BACA JUGA :
YOU NoutriWear+ Series, pilihan sempurna makeup sekaligus skincare

foto: shutterstock.com

Kondisi resesi ekonomi memang menyebabkan gangguan pada seluruh sektor bisnis. Kendati demikian, sebenarnya ada beberapa bidang bisnis yang kebal resesi, misalnya Fast Moving Consumer Goods (FMCG), kesehatan, dan pendidikan. Jika saat ini kamu masih dalam tahap mencari pekerjaan, alangkah lebih baik kalau memprioritaskan beberapa bidang pekerjaan kebal resesi tersebut. Sehingga risiko mengalami PHK bila terjadi resesi di kemudian hari terbilang kecil.

2. Merintis bisnis sampingan.

foto: shutterstock.com

Pekerjaan utama saja tak cukup untuk menjaga kestabilan finansial pribadi. Bahkan, ada pakar finansial yang menyarankan setiap orang untuk memiliki minimal 3 sumber penghasilan dengan rincian sebagai berikut:

  • Sumber penghasilan pertama untuk kebutuhan rutin (pribadi maupun rumah tangga).
  • Sumber penghasilan kedua untuk tabungan dan investasi.
  • Sumber penghasilan ketiga untuk menikmati hidup (sedekah, traveling, belanja barang yang diinginkan, dan sebagainya).

Jika sudah punya penghasilan dari pendapatan utama, mungkin sudah saatnya kamu merintis bisnis sampingan. Tekuni bisnis sampingan yang sesuai dengan minat dan bakat. Selain itu, pastikan bahwa bisnis sampingan tersebut tergolong praktis dan tidak mengganggu fokusmu terhadap pekerjaan utama.

Salah satu bisnis sampingan yang dapat dijalankan di mana saja adalah menjadi agen pulsa. Sekarang, Bukalapak memfasilitasi para mitranya untuk berjualan pulsa serta berbagai produk elektronik lainnya. Semua aktivitas jual beli produk elektronik dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi Payment Point Online Banking (PPOB).

Proses penggunaan aplikasi PPOB sangat praktis karena hanya membutuhkan smartphone. Di samping itu, modal yang dibutuhkan terbilang kecil dan risikonya minim sehingga cocok bagi yang baru merintis bisnis pertama. Jangan ragu bergabung menjadi mitra Bukalapak supaya bisa mendapatkan banyak kemudahan sebagai agen PPOB.

3. Menyiapkan dana darurat semaksimal mungkin.

foto: shutterstock.com

Risiko PHK akibat resesi ekonomi memang sulit dihindari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya mulai menyiapkan dana darurat secara disiplin dan semaksimal mungkin. Semakin banyak pengeluaran rutinmu dan jumlah anggota keluarga yang harus ditanggung, maka semakin besar pula dana darurat yang mesti disiapkan.

Rincian jumlah dana darurat bisa disiapkan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut:

  • Dana darurat sejumlah 3 hingga 4 bulan pengeluaran rutin: jika kamu memiliki bisnis sampingan, kondisi fisik dan psikis sehat, bukan tulang punggung keluarga, memiliki rumah pribadi, dan atau masih berstatus lajang.
  • Dana darurat sejumlah minimal 6 bulan pengeluaran rutin: jika kamu tinggal di daerah yang biaya hidupnya relatif tinggi, bidang pekerjaan kurang stabil, dan atau mempunyai beberapa tanggungan (istri, anak, dan atau hewan peliharaan).
  • Dana darurat sejumlah minimal 12 bulan pengeluaran rutin: jika kamu belum memiliki rumah pribadi (menempati hunian berstatus sewa), menjadi tulang punggung keluarga, tergolong generasi sandwich, mempunyai lebih dari 1 anak, dan atau sudah hampir pensiun.

4. Meminimalkan pengeluaran yang kurang penting.

foto: shutterstock.com

Memenuhi kebutuhan pribadi dan rumah tangga, tagihan bulanan (listrik, air, dan internet), serta cicilan merupakan pengeluaran rutin yang patut dibayar. Namun, sebenarnya banyak hal kecil lainnya yang bisa menyebabkan pengeluaran membengkak.

Bila ingin mengantisipasi kedatangan resesi ekonomi, maka salah satu tipsnya yakni mulai sekarang sebaiknya berusaha meminimalkan pengeluaran yang kurang penting. Beberapa kebiasaan baik yang dapat membantu menghemat pengeluaran adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi kebiasaan makan di luar rumah atau membeli makanan via aplikasi ojek online.
  • Membiasakan diri membawa bekal makanan saat beraktivitas di luar rumah.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan atau nongkrong di kafe.
  • Membeli barang-barang berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar keinginan atau gengsi.
  • Mengurungkan niat membeli barang secara kredit, khususnya jika fungsi barang tersebut kurang penting.

5. Memulai investasi secara konsisten.

foto: shutterstock.com

Menabung saja ternyata belum cukup untuk mengamankan nilai uang yang kamu miliki. Karena nilai uang yang disimpan akan semakin berkurang seiring berjalannya waktu akibat pengaruh inflasi. Salah satu cara terbaik untuk mengamankan nilai uang sekaligus membuatnya berlipat ganda adalah investasi. Investasi secara konsisten dapat membantu mewujudkan kestabilan kondisi finansial di masa depan.

Beberapa hal yang patut diperhatikan ketika hendak berinvestasi, yaitu:

  • Sisihkan pendapatan bulanan secara rutin dengan nilai yang sama untuk investasi. Jika memungkinkan, kamu juga bisa menambah dana investasi tersebut.
  • Mulailah memperkaya literasi finansial khususnya investasi agar bisa mengenal karakteristik setiap investasi serta profil risikonya secara jelas.
  • Jangan menempatkan dana investasi pada satu instrumen saja. Alangkah lebih baik jika membagi dana investasi ke dalam beberapa instrumen, misalnya emas, reksa dana, dan properti.

Jangan biarkan kekhawatiran terhadap resesi ekonomi menghantui hari-harimu. Yuk, lakukan langkah antisipasi secara cermat supaya bisa terhindar dari dampak buruk resesi ekonomi yang mengganggu kestabilan dunia.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags