1. Home
  2. ยป
  3. Personal Finance
23 Desember 2021 12:22

Apa sih beda trading aset kripto aktif vs pasif? Yuk kita pelajari

Harga aset kripto bisa naik drastis dan juga anjlok turun tanpa ada yang mengetahui. Untuk trader pemula, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Dwiyana Pangesthi
foto: Shutterstock.com

Brilio.net - Beberapa tahun belakangan cryptocurrency atau mata uang kripto semakin populer di Tanah Air. Sejumlah aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin menjadi alternatif alat investasi bagi sejumlah trader. Potensi cuan berlipat di kripto sangat menggoda bagi banyak orang.

Berbeda dengan instrumen aset investasi umumnya, pergerakan atau volatilitas harga kripto sangat tinggi. Harganya bisa naik drastis dan juga anjlok turun tanpa ada yang mengetahui. Untuk trader pemula, hal ini tentu sangat mengkhawatirkan.

Secara umum, trading aset kripto dibedakan menjadi aktif dan pasif. Apa bedanya? Pada trading aset kripto aktif, kegiatan jual beli aset kripto dilakukan dalam jangka waktu yang relatif pendek serta mengandalkan tren pasar untuk menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, trading kripto pasif adalah membeli aset kemudian menyimpannya dalam jangka waktu lama dan jarang melakukan transaksi jual beli.

Saat berinvestasi, selalu gunakan uang dingin atau yang belum jelas peruntukannya. jangan sekali-kali menggunakan uang panas atau budget untuk kebutuhan sehari-hari. Artikel ini hanya sebagai bahan edukasi tapi bukan sebagai panduan pasti dalam investasi.

Untuk lebih detail, berikut ulasannya seperti dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (22/12).

Trading aset kripto aktif.

BACA JUGA :
Apa sih beda trading aset kripto aktif vs pasif? Yuk kita pelajari


foto: Shutterstock.com
Trading aktif umumnya membutuhkan dedikasi dan upaya yang cukup besar. Trader harus aktif mengelola asetnya mulai dari memantau pergerakan harga aset, mengatur portofolio dan juga merencanakan strategi terbaik untuk mendulang untung. Secara garis besar, ada empat strategi yang umumnya dilakukan dalam trading aktif meliputi,
1. Trading harian.
Trading harian adalah transaksi jual beli kripto dengan memanfaatkan fluktuatif harga pasar setiap harinya. Jika dimainkan dengan benar, strategi ini bisa sangat menguntungkan. Sayangnya, teknik ini juga memiliki risiko tinggi jika tak mampu menganalisa kondisi pasar.
2. Swing trading.
Swing trading merupakan konsep jual beli kripto dimana aset yang akan diperjualbelikan ditahan dalam rentang waktu mingguan. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan pergerakan harga mencapai nilai tertinggi bisa dikatakan beli di swing low, dan jual di swing high.
3. Trend trading.
Trend trading adalah strategi kegiatan jual beli kripto yang mencoba menangkap keuntungan lewat analisis momentum. Strategi ini biasanya mengikuti tren yang dipercaya trader. Trend trading ini biasanya bisa diaplikasikan dalam waktu jangka panjang. Nilai aset akan bergerak mengikuti tren, namun tetap waspada bila ada pembalikan tren harga.
4. Scalping.
Scalping merupakan strategi trading yang mengambil profit dari perubahan harga kecil lewat transaksi jual dan beli yang terjadi sepanjang hari. Strategi ini memanfaatkan celah untuk mendapatkan untuk dengan memanfaatkan gap bid-spread, inefisiensi, likuiditas yang ada di pasar. Untuk dapat menghasilkan keuntungan, Scalping ini membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi pengetahuan pasar yang mendalam.
Trading aset kripto pasif.
foto: Shutterstock.com
Berbeda dengan satunya, trading aset kripto pasif jarang memantau portofolio aset. Trader jenis ini umumnya mengabaikan pergerakan harga jangka pendek hingga menengah. Tujuan dari teknik ini adalah menyimpan aset di masa kini untuk dijual dengan harga tinggi di masa depan.
1. Buy and hold.
Sesuai namanya, strategi ini biasanya investor membeli dan menahan aset untuk rentang waktu yang lama. Mereka yang mengaplikasikan strategi ini memang berencana menjadikan aset kripto sebagai aset investasi jangka panjang. Mereka memilih untuk fokus pada anlisis fundamental, dan jarang sekali untuk memantau pergerakan harga aset tiap harinya.
2. Menabung rutin (Dollar-Cost Averaging).
Nabung rutin alias Dollar-Cost Averaging merupakan metode investasi yang mendorong seseorang untuk membeli kripto secara rutin dan konsisten setiap periode. Bagi kamu yang ingin mengaplikasikan strategi menabung rutin ini, kamu bisa menabung tiap minggu, sebulan sekali atau sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dengan nominal tertentu.
Meski masih muda, kamu tak perlu ragu untuk melakukan trading aset kripto. Sebagai langkah awal, kamu bisa menggunakan aplikasi Pintu. Masih ingin belajar lebih lanjut tentang seluk beluk kripto? Yuk belajar bersama di sini.
SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags