1. Home
  2. ยป
  3. Personal Finance
15 Mei 2020 22:30

6 Tips jenius mengelola keuangan saat Ramadhan di masa pandemi corona

Buat para lajang penting banget nih agar jangan konsumtif ya Yani Andriansyah
junoinvesting.co.nz

Brilio.net - Pandemi virus corona (Covid-19) membuat suasana Ramadhan kali ini berbeda. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Berbagai aktivitas ibadah pun harus dilakulan dari rumah.

Situasi saat initak pelak berpengaruh pada segi perekonomian masyarakat. Otomotis kebiasaan keuangan setiap orang saat Ramadhan harus diubah. Bahkan sebagian orang justru khawatir karena terdampak persebaran virus corona. Ada yang harus dirumahkan karena perusahaan tempatnya bekerja sudah tak lagi beroperasi.

BACA JUGA :
7 Tips agar bisa dapatkan penghasilan di tengah pandemi corona


Kalau sudah begini, apakah masih ada Tunjangan Hari Raya (THR)? Apakah masih perlu berbelanja lebaran? Jika Ramadhan tahun ini terpaksa berhemat, lalu bagaimana sebaiknya pengelolaan keuangan agar setelah lebaran keuangan kita masih mapan, mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir?

Artinya, kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan dalam 6sampai 12 bulan ke depan, ujar perencana keuangan bersertifikat dari Anggriani & Partners, Metta Anggriani dalam acara Kelas Finansial Virtual Jenius Vol. 2, baru-baru ini.

Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi (Dok.Jenius)

BACA JUGA :
7 Aplikasi pencatat keuangan, berguna bantu atur cash flow

Nah bagi para anak muda yang melek internet atau digital savvy berbagai kegiatan bisa dilakukan dari mana saja dengan mudah termasuk di rumah. Layanan finansial seperti membayar tagihan, pembayaran belanja di marketplace, hingga menunaikan zakat, menabung, serta mengirim THR bisa dilakukan secara online. Salah satunya melalui aplikasi Jenius dari Bank BTPN.

Di tengah situasi ini kita harus tetap optimistis dan produktif meskipun dalam keadaan yang terbatas, kata Digital Banking Head Bank BTPN Irwan Tisnabudi.

Berdasarkan hasil Jenius Study: Indonesian Digital Savvy Behavior During Ramadan 2020, Irwan menjelaskan, di tengah pandemi ada tren yang cukup menarik. Jumlah pengeluaran berkurang, transaksi menabung lebih besar. Ada shifting dari sisi transaksi debit dan kredit. Alasan para responden menabung lebih banyak saat Ramadhan, karena pengeluaran berkurang, menyiapkan diri untuk krisis dan risiko yang mungkin terjadi kelak serta merasa saat ini waktu yang tepat untuk menabung.

"Sekarang ada awareness baru, jadi kesadaran tentang menabung untuk menyiapkan krisis di masa depan lebih tinggi, bahwa menabung untuk dana darurat itu penting, kata Irwan.

Berikut enam tips yang harus kamu perhatikan jelang lebaran di tengah pandemi virus corona.

1. Mesti berhemat nih

Dengan masih berlakunya PSBB di masa Ramadhan ini, maka tak banyak pilihan yang bisa dilakukan selain #dirumahaja. Kondisi ini benar-benar memaksa masyarakat berpuasa dan menahan diri agar hidup bersahaja. Tidak ada buka puasa bersama, tidak ada silaturahmi atau halal bi halal, tidak ada mudik. Artinya pengeluaran lebaran dapat ditekan, sehingga porsi menabung bisa diperbesar.

Di tahun sebelumnya, kebanyakan orang belanja lebaran dengan sumber dana THR sementara gaji bulanan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Di masa pandemi ini, banyak orang mulai kehilangan pekerjaan. Jadi ada yang sudah tidak terima THR, atau jumlah THR dipotong. Bila ini terjadi, mau tidak mau belanja lebaran harus dipangkas.

Tetapi bila THR masih ada sementara belanja lebaran berkurang, alangkah baiknya bila sisa THR ditabung untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, lanjut Metta.

2. Alokasikan pengeluaran dengan bijak ya

Secara umum pengeluaran perlu dialokasikan dengan baik agar gaji tidak habis begitu saja. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan rumus 50/30/20 yaitu 50% penghasilan digunakan untuk kebutuhan seperti sandang, pangan, papan. Lalu 30% digunakan untuk keinginan seperti hiburan, belanja, traveling, dan lain sebagainya. Kemudian 20% penghasilan digunakan untuk menabung dan investasi.

Tentu saja persentase tersebut tidak baku, hanya referensi ideal saja. Pada kenyataannya tentu harus disesuaikan dengan nominal dan kondisi masing-masing orang. Untuk yang bergaji UMR misalnya, tentu sulit menerapkan prinsip ini. Tapi untuk seorang lajang berpenghasilan mapan, mungkin rumus ini mudah dicapai, ujar Metta.

Artinya, pengelolaan keuangan ini harus disesuaikan dengan kondisi, tujuan dan karakter masing-masing orang. Titik keseimbangan tiap orang mungkin berbeda, namun perencanaan keuangan selalu menyarankan adanya porsi keuangan yang ditabung untuk masa depan, bukan hanya untuk kehidupan saat ini saja lho.

3. Utamakan kebutuhan pokok saja deh

Dengan adanya pandemi ini, kita dipaksa back to basic, kembali ke kebutuhan pokok. Adanya PSBB membuat porsi belanja untuk memenuhi keinginan berkurang, sehingga porsi tersebut bisa dialihkan untuk hal lain seperti meningkatkan kebutuhan pokok, misalnya menambah pengeluaran ekstra untuk membeli vitamin, masker dan kebutuhan kesehatan lainnya.

4. Meningkatkan tabungan penting lho

imoney.my

Dalam situasi saat ini meningkatkan tabungan demi mengantisipasi risiko kehidupan lain di masa pandemi, seperti sakit, PHK, dan lain sebagainya juga penting lho. Tabungan bukan hanya untuk duniawi, tapi kita juga bisa meningkatkan amal ibadah dengan membayar zakat dan memberikan donasi kepada orang lain yang lebih terdampak pandemi ini.

5. Jangan konsumtif deh

Hindari berhutang, apalagi utang konsumtif. Dapat dimaklumi apabila penghasilan berkurang akibat lesunya ekonomi saat ini. Tapi sedapat mungkin hindari berhutang dengan menyesuaikan gaya hidup, sambil terus berupaya mencari cara meningkatkan penghasilan.

6. Siapkan dana darurat

Satu hal penting yang disarankan selagi pandemi ini adalah untuk tetap menabung. Tujuan menabung pada dasarnya untuk melindungi nilai uang dari inflasi, sehingga kemampuan atau daya beli kita tetap bertahan di masa depan. Para ekonom memprediksi bahwa ekonomi Indonesia mulai akan pulih pada kuartal keempat 2020, dan secara perlahan akan membaik pada 2021.

Salah satu bentuk tabungan yang harus tersedia adalah dana darurat. Rule of thumb, dana darurat tersedia sebanyak 6x pengeluaran bulanan. Nah untuk kamu yang masih lajang, cukup menyediakan dana darurat minimum 3x pengeluaran bulanan. Tapi bila telah berkeluarga atau berpenghasilan tidak tetap, perlu menyediakan dana darurat minimum 6x pengeluaran bulanan.

Di masa pandemi yang penuh ketidakpastian ini, apabila mampu kamu juga bisa menyiapkan dana darurat hingga 12x pengeluaran bulanan. Dana darurat harus bersifat likuid namun dengan akses terbatas, maka sebaiknya disediakan dalam bentuk emas, deposito, atau reksadana pasar uang.

Jadi kamu harus jenius ya mengatur keuangan saat Ramadhan di tengah masa pandemi ini.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags