1. Home
  2. ยป
  3. Olahraga
26 November 2020 08:25

5 Fakta meninggalnya Diego Maradona, jadi hari berkabung nasional

Diego Maradona meninggal karena serangan jantung. Shofia Nida
foto: Instagram/@maradona

Brilio.net - Kabar duka datang dari dunia olahraga. Atlet sepak bola legendaris, Diego Maradona tutup usia pada Rabu (25/11) di usia 60 tahun. Asosiasi Sepak Bola Argentina telah mengonfirmasi kematian Maradona. Melalui Presiden President Claudio Tapia, AFA pun menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian pemilik nomor 10 tersebut.

Pria yang dikenal dengan gol tangan Tuhan ini bermain untuk Barcelona dan Napoli, selama karier klubnya memenangkan dua gelar Serie A bersama tim Italia tersebut. Maradona mencetak 34 gol dalam 91 penampilan untuk Argentina, mewakili mereka di empat Piala Dunia.

BACA JUGA :
6 Fakta Ricky Yacobi, striker legendaris Timnas Indonesia


Diego Maradona memimpin negaranya ke final 1990 di Italia, di mana mereka dikalahkan oleh Jerman Barat, sebelum menjadi kapten lagi di Amerika Serikat pada tahun 1994, tetapi dikirim pulang setelah gagal dalam tes obat untuk efedrin.

Sejak pensiun pada 1997 silam, Maradona kerap mengalami masalah kesehatan. Pemenang Piala Dunia 1986 bersama Argentina ini juga pernah dirawat di rumah sakit pada Januari 2019 akibat pendarahan internal di perut.

Berikut 5 fakta meninggalnya Diego Maradona, brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (26/11).

BACA JUGA :
5 Fakta Paul Pogba positif corona, dicoret dari Timnas Prancis

1. Terkena serangan jantung.

foto: Instagram/@maradona

Diego Maradona meninggal pada Rabu (25/11) karena serangan jantung. Baru-baru ini ia berjuang melawan masalah kesehatan dan menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural beberapa minggu lalu.

Diego meninggal usai meninggalkan rumah sakit usai menjalani operasi otak. Dia menderita serangan jantung di rumahnya di pinggiran Buenos Aires, Argentina pada Rabu, kata media Argentina dan orang terdekat mantan pelatih timnas sepak bola Argentina itu.

2. Sempat menjalani operasi pada awal November.

foto: Instagram/@maradona

Sebelum meninggal, Diego sempat menjalani operasi karena pembekuan darah otak. Pada awal November 2020, Maradona sempat dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina, karena hal tersebut Maradona harus dioperasi pada Selasa (3/11) waktu setempat.

Berdasarkan hasil CT Scan, dokter menemukan adanya hematoma subdural atau kumpulan darah di permukaan otak. Operasi tersebut sukses ia lewati.

3. Pernah menjalani operasi lambung pada 2019.

foto: Instagram/@maradona

Pada Januari 2019 lalu, Diego pernah dirawat di rumah sakit akibat pendarahan internal di perut, dan harus menjalani operasi bypass lambung untuk mengontrol berat badannya serta melakukan perawatan untuk penyalahgunaan alkohol.

4. Gaya hidup yang tak sehat.

foto: Instagram/@maradona

Beberapa penyakit yang muncul di tubuhnya, diakibatkan dari gaya hidup Diego yang tak sehat. Bertahun-tahun Diego menjadi pengguna narkoba, makan berlebihan, dan penggila alkohol. Sehingga gaya hidupnya yang buruk itu, menghentikan kariernya yang cemerlang dan mengubah penampilannya dari seorang atlet lincah menjadi pecandu, dan seorang obesitas yang hampir meninggal karena gagal jantung akibat kokain pada tahun 2000.

5. Negara Argentina umumkan hari berkabung nasional.

foto: Instagram/@maradona

Melalui Presiden President Claudio Tapia, AFA pun menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian pemilik nomor 10 tersebut. Kepergian Diego Maradona memang mengejutkan siapa saja. Meski sudah bolak-balik masuk rumah sakit akibat masalah kesehatan, tidak ada yang menyangka kepergiannya bakal secepat ini.

Karena duka atas kepergian sang pesepak bola legendaris ini, Presiden Argentina, Alberto Fernandez mengumumkan tiga hari berkabung nasional untuk mengenang sang legenda.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags