1. Home
  2. ยป
  3. News
17 Desember 2015 14:05

Pengungsi Suriah ini bagikan makanan gratis ke gelandangan di Berlin

Tidak perlu kaya dulu untuk dapat berbagi. Ismarlina Mokodompit
Alex Assali. (foto: Independent)

Brilio.net - Seorang pengungsi asal Suriah tampak di jalanan Berlin menyiapkan makanan panas untuk para tunawisma lokal di Ibu Kota Jerman tersebut. Dia adalah Alex Assali. Assali melakukan itu sebagai ucapan terima kasih karena warga Jerman bersedia menerimanya di negara mereka.

Assali pindah ke Jerman tahun lalu setelah awalnya melarikan diri dari kota kelahirannya Damaskus pada tahun 2007 karena mengkritik rezim Bashar al-Assad secara online. Kini, dia memasak nasi dan sup sebagai bagian dari proyek gereja yang ia dirikan untuk membalas kebaikan negara yang telah menawarkan tempat tinggal kepadanya.

Berbicara kepada i100.co.uk sebagaimana dikutip brilio.net, Kamis (17/12), Assali menjelaskan bahwa sekitar 100 orang tunawisma berkumpul di Stasiun Alexanderplatz, tempat ia memasak setiap hari Sabtu.

BACA JUGA :
Abaikan imigran, Arab Saudi malah tawarkan bantuan masjid ke Jerman


Assali adalah seorang Kristen yang mengatakan telah mengadopsi nama baru ketika melarikan diri ke Libya. Aktivitasnya ketika membantu memberi makan tunawisma difoto oleh temannya Tabeu Bu, yang juga membantu menjalankan amal tersebut. Setelah Tabeu berbagi foto di halaman Facebooknya, foto itu menjadi viral dan telah diliput oleh media Jerman dan banyak yang memuji kebaikan hatinya.

Tabeu Bu menjelaskan di Facebook, "Dia benar-benar telah kehilangan segalanya. Dia harus meninggalkan keluarganya di Suriah karena anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) ingin membunuhnya."

"Meskipun ia tidak memiliki banyak, dia pergi ke jalan dan membagikan makanan untuk para tunawisma. Tuhan memberkati dia sehingga dia menjadi berkat bagi lebih banyak orang!" ujar Tabeu.

Assali mengatakan, sasaran dari kegiatan amalnya adalah untuk menolong sesama semata. Dia menegaskan keinginan untuk menjadi bagian positif dalam masyarakat Jerman, sekaligus menjadi warga Suriah dan Jerman yang membantu orang lain dan membantu satu sama lain.

Assali datang ke Jerman melalui Libanon, Siprus, Mesir, Sudan, dan Libya, tempat ia menetap dan bekerja di Universitas Tripoli untuk sementara waktu.

Di Libya ia membantu hingga 200 keluarga untuk mengungsi dari Suriah ke Libya selama musim semi Arab sebelum anggota afiliasi ISIS memenjarakannya. Hal ini akhirnya memaksa dia melarikan diri ke Eropa dengan perahu. Setelah tiba di Italia, ia melakukan perjalanan ke Jerman. Dan pada Agustus 2015 ia mulai memberikan makanan untuk para tunawisma.

Jerman telah menjadi salah satu negara Eropa terkemuka dalam hal menerima para pengungsi perang di Timur Tengah, dan Assali mengatakan ia sekarang hanya ingin membayar sesuatu kembali ke negara yang telah memberinya rumah yang aman.

"Mimpi saya di masa depan adalah memiliki rumah besar untuk mendukung orang-orang ini dan melakukan sesuatu yang positif bagi mereka karena banyak dari mereka butuh seseorang untuk membimbing mereka dengan cara yang benar."

BACA JUGA :
Pengungsi Suriah jual pena sembari gendong anak dapat simpati netizen

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags