1. Home
  2. ยป
  3. News
15 September 2015 22:09

Kepuasan Seruni membantai Pablo Picasso lewat goresan kuas

Di lukisan itu ia mengaku berhasil mengekspresikan ideologi feminisnya. Muhammad Zufar

Brilio.net - Memiliki koleksi lukisan pribadi sebanyak ribuan bagi kita akan dibingungkan untuk memilih mana yang paling favorit. Bagitu pun bagi Seruni Bodjawati, seniman yang punya ribuan karya lukis itu. Tapi ketika diminta brilio.net, Senin (14/9), untuk memilih salah satu lukisannya yang paling berkesan, dengan tanpa ragu dia memilih lukisan yang berjudul Membantai Picasso.

BACA JUGA :
Yatim piatu & tanpa kaki, gadis ini buktikan bisa mandiri kuliah


Ya, di lukisan itu ia mengaku berhasil mengekspresikan ideologi feminisnya. Lukisan itu sendiri menggunakan karakter seniman kontemporer terkenal, Pablo Picasso. Sosok Picasso yang dikenal sebagai seorang playboy dan pecinta olahraga matador itu ia lukis wajahnya dengan badannya seperti banteng. Banteng itu digambarkan sedang dibantai oleh seorang matador perempuan di tengah-tengah arena. Sosok matador yang membantai Picasso itu digambarkan begitu feminim dengan hiasan bunga, kupu-kupu dan patung perempuan di kanan kirinya.

Sosok seruni memang sederhana. Tidak neko-neko, dalam bergaya berpenampilan. Sehari-hari ia lebih sering berjalan kaki atau naik angkutan umum jika hendak bepergian. Ia juga banyak aktif sebagai duta museum dan menulis sebagai kontributor koran atau majalah.

Keuletannya dalam berkegiatan menyuratkan pandangan hidupnya yang feminisme. Wajar jika salah satu karyanya ini menjadi simbol perjuangannya itu. Dan lukisan ini yang menjadi favoritnya. Lukisan ini sendiri masuk dalam nominasi 12 karya seni terbaik Bazaar Art 2011, dari Harper's Bazaar Indonesia dan mendapat penghargaan di Vanessa Art Link Jakarta.

BACA JUGA :
Akibat erupsi Merapi, alat tenun jadi bagian hidup Sumiarti

Melukis bagi dia sudah merupakan pekerjaan spiritual. Ia tidak peduli dan tidak pernah memikirkan perkara materi dalam melukis. Keterlibatan jiwa (menjiwai) secara intens dalam melukis merupakan gaya dia dalam melukis, di samping memperkaya wacana ide-idenya dengan memperbanyak membaca buku. "Bagi saya, setiap lukisan itu bisa melukiskan jiwa si pelukis. Justru terikatnya seniman dengan dunia komersial merupakan cikal bakal munculnya artisan. Bayangkan saja jika anda dituntut kontrak untuk membuat 200 lukisan dalam satu bulan, itu pekerjaan yang sangat sulit," ujarnya.

Artisan menurutnya adalah pekerja seni yang mengerjakan proyek para seniman. Jasanya hanya sekedar membuat karya seni, sementara klaim atas karya itu dari seniman. Seniman tinggal membubuhkan tanda tangan saja.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags