1. Home
  2. ยป
  3. News
9 Desember 2015 08:09

Inspiratif! Anak-anak muda Indonesia ciptakan teknologi untuk difabel

Inovasi yang dihasilkan anak Indonesia tidak pernah ada habisnya. Muhammad Gufron Salim

Semua cerita hari ini bisa menginspirasi Anda untuk menyelesaikan tantangan Intel #ZEROTOHERO. Lengkapnya di sini:http://on.fb.me/1lIlZdz

Brilio.net - Kreativitas anak muda Indonesia memang patut diacungi jempol. Inovasi yang dihasilkan pun tidak pernah ada habisnya. Mulai dari inovasi bidang pangan, pertanian, sains dan juga teknologi. Teknologi yang diciptakan pun luar biasa hebatnya, putra putri kebanggaan bangsa ini bahkan menciptakan inovasi teknologi yang khusus untuk penyandang difabel.


Nah apa saja ya? Ini dia 7 penemuan inovatif untuk para difabel karya anak muda Indonesia seperti yang telah dikumpulkan brilio.net Rabu (9/12) dari berbagai sumber.

1. iBlind, HP khusus tunanetra

Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil membuat prototype ponsel untuk tunanetra yang diberi nama iBlind. Mereka adalah Muhammad Hanif Sugiyanto, mahasiswa Jurusan Teknologi Informasi, dan Swakresna Edityomurti dari jurusan Teknologi Jaringan Sekolah Vokasi.

Cara kerja iBlind cukup simpel, begitu modul penangkap SMS menerima sinyal pesan langsung meneruskan ke software pengubah bentuk huruf braille. Pada software inilah yang menjadi bagian penting dari perangkat ini. Hanya butuh waktu kurang dari lima detik software ini bekerja mengubah teks SMS menjadi bentuk braille. Hasilnya, selepas diolah di software, display akan langsung menampilkan karakter-karakter isi pesan dalam bentuk braille yang bisa diraba oleh penyandang tunanetra.

2. Kacamata Duitan

Bagi tunanetra yang berprofesi sebagai pedagang, tentu mereka menggunakan indra peraba untuk mendeteksi uang. Cara seperti itu tentu rawan disalahgunakan oleh para pembeli yang tak jujur. Ujung-ujungnya, tunanetra tersebut menjadi dirugikan. Merasa peduli dengan hal tersebut, dua siswa SMA 3 Yogyakarta membuat kacamata khusus untuk tunanetra yang bisa digunakan untuk mendeteksi nominal uang rupiah kertas. Alat ini diberi nama Kacamata Duitan.

Mereka adalah Quinita Maria Jose Noronha dan Sepvina Mutikasari, siswi kelas XI SMA 3 Yogyakarta. Kacamata Duitan ini terdiri dari komponen sensor TCS 3200 untuk mendeteksi warna dan micro controller arduino sebagai otak kerjanya. Cara kerjanya pun mudah, uang kertas cukup ditempelkan pada kacamata yang telah dipakai, maka secara otomatis kacamata tersebut akan memunculkan bunyi sebagai pertanda. Bunyi tersebut yang akan membedakan jumlah nominal uang setiap lembarnya.

3. Exokeleton (MYX-O) alat gerak

Saat ini keberadaan alat bantu untuk para penyandang difabel di Indonesia terbilang masih sangat minim. Alasan inilah yang melatarbelakangi tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Satriawan Dini Haryanto, Panji Prihandoko dan Romario Aldrian melahirkan karya yang membantu para penyandang difabel, khususnya tunadaksa.

Karya unggulan mereka yang diberi nama Muhammadiyah Yogyakarta Exokeleton (MYX-O) dikembangkan dengan sistem transmisi, menggunakan sistem transmisi putaran senar dan motor listrik untuk menggerakkan exokeleton (penggerak kaki). Alat ini dikembangkan dengan sistem sensorik yang dapat memanfaatkan sel otak, sehingga alat gerak tersebut dapat bergerak sesuai dengan keinginan si pengguna.

4. Gama Kuda, kursi roda canggih

Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah menciptakan kursi roda canggih bagi para kaum disabilitas. Kecanggihan dan keunikan dari kursi roda yang mereka ciptakan tersebut terletak pada sistem penggerakan atau pengendali yang menggunakan ekspresi wajah.

Gama Kuda dirancang oleh mahasiswa untuk para penyandang difabel dengan tujuan membantu mereka yang memiliki keterbatasan motorik atau mengalami kelumpuhan total. Cara menggunakan Gama Kuda ini tergolong sederhana dan mudah. Pengguna hanya perlu membuat beberapa ekspresi pada wajahnya. Misalnya saja mengedipkan mata kiri agar kursi roda berbelok ke kiri, mengedipkan mata sebelah kanan untuk membuat kursi roda berbelok ke kanan, mengangkat alis untuk membuat kursi roda berjalan lurus ke depan, tersenyum untuk jalan ke belakang atau mundur dan lain sebagainya.

5. Diamond, keyboard ramah difabel

Perhatian khusus untuk kaum berkebutuhan khusus atau difabel ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Untuk memberikan kesempatan bagi kaum difabel bisa mengoperasikan komputer dengan mudah, mereka menciptakan keyboard dan mouse khusus bagi kaum tunadaksa.

Produk yang diberi nama Diamond tersebut dibuat dari kotak kayu dengan tombol yang dipasang secara melingkar. Tujuannya agar semua tombol itu bisa dijangkau secara mudah dengan jemari kaki. Bagian atas keyboard didesain miring hingga 15 derajat. Jumlah tombol telah disederhanakan agar jumlahnya lebih ringkas. Tombol numerik, simbol dan fungsi khusus disatukan dengan tombol abjad. Hasil proses penyederhanaan itu adalah dalam satu keyboard hanya terdapat 32 tombol.

6. Cakra Croze, terapi untuk autis

Bukan hanya kaum berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan organ fisik saja, ternyata penyandang autis juga kerap kesulitan mendapatkan fasilitas terapi yang memadai. Oleh karena itulah mahasiswa, M Rizky Habibie, tergerak untuk menciptakan aplikasi terapi bagi penderita autis.

Aplikasi Cakra Croze yang digagas oleh Rizky memiliki 3 fitur dengan total 77.000 pertanyaan untuk anak-anak. Orangtua anak-anak penderita autis tinggal membantu mengarahkan sang anak untuk memberikan jawaban dan umpan balik terhadap pertanyaan yang diajukan Cakra Croze. Selanjutnya, Cakra Croze akan menilai jawaban-jawaban yang berhasil diberikan oleh sang anak penyandang autis.

7. EyeBPod, iPad klik dengan kedipan mata

Adalah Stanley Audrey, Josephine Klara, dan Victor Kurnia yang berhasil menciptakan teknologi eyeBPod, sebuah tablet yang pengguna komputer bisa mengendalikan gerak kursor dengan gerakan mata. Kalau mau mengklik, cukup kedipkan mata.

Software ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi computer vision yang menjadi bagian dari artificial intelligent atau kecerdasan buatan. Perangkat yang dibutuhkan sangat sederhana, yaitu cukup dengan kamera web (webcam) standar yang diletakkan di atas layar monitor. Setelah terinstal di komputer, pengguna tidak lagi memerlukan mouse. Hanya perlu melirik ke bagian tertentu maka secara otomatis kursor akan bergerak menuju lokasi yang dilihat. Bila ingin melakukan klik, hanya perlu melakukan kedipan secara perlahan.

Sementara Anda terinspirasi kisah-kisah mereka, ikuti tantangan kami di Facebook untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari pasukan Zero to Hero serta memenangkan PC berprosesor Intel Pentium setiap minggunya. Informasi detail silakan ke: http://on.fb.me/1lIlZdz

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags