1. Home
  2. ยป
  3. Musik
6 Oktober 2019 19:00

13 Fakta dan gelagat Iwan Fals bikin heboh panggung Synchronize 2019

Tak ada dalam daftar penampil, tiba-tiba muncul Yani Andriansyah
Foto-foto: Brilio.net/@yans_brilio

Brilio.net - Musisi legendaris Iwan Fals membuat heboh panggung Synchronize Fest 2019 di hari kedua, Sabtu (5/10) malam. Tidak terdaftar dalam penampil (line up) festival yang digelar di Gambir Expo kemayoran, pelantun Oemar Bakri itu tiba-tiba muncul di Dynamic Stage. Ini adalah penampilan pertama Iwan Fals di panggung Synchronize setelah empat tahun penyelenggaraan.

Hampir seluruh penonton yang berkumpul di depan panggung tak tahu jika yang tampil setelah The Upstairs adalah Iwan Fals, penyanyi yang pernah didapuk sebagai The Asian Heroes oleh Majalah Times edisi 29 April 2002 itu.

BACA JUGA :
Erwin Gutawa hadirkan 'Chrisye' di Synchronize Fest 2019, keren!


Penonton tahunya yang akan tampil adalah Oomleo Berkaraoke bersama Babang Andika, Radja, Wali, dan Setia Band. Hanya saja mungkin banyak yang tidak menyadari, berdasarkan daftar penampil jika durasi penampilan Oomleo Berkaraoke cukup panjang, dimulai sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Artinya penampilan kolaborasi itu memakan waktu sekitar dua jam. Padahal dari seluruh penampil rata-rata hanya memakan waktu satu jam. Paling lama 1,5 jam.

Berdasarkan pantauan Brilio.net, gelagat Iwan Fals bakal manggung di Synchronize Fest 2019 sudah terlihat sejak sore. Berikut faktanya.

BACA JUGA :
Nyanyi untuk Papua di Syncronize Fest 2019, ini pesan Glenn Fredly

1. Anggota OI berseliweran

Ada sejumlah orang yang mengenakan baju bergambar Iwan Fals berseliweran di arena Synchronize. Boleh jadi ada yang berpikir itu hal biasa dalam sebuah acara festival. Kaos tidak selalu mencerminkan musisi yang tampil di ajang tersebut. Namun menurut pantauan Brilio.net, wajah-wajah pemakai kaos Iwan Fals itu jelas adalah anggota Orang Indonesia (OI), komunitas penggemar fanatik Iwan Fals.

2. Personel band Iwan Fals nonton di balkon

Gelagat kepastian Iwan Fals menjadi tamu spesial Synchronize semakin jelas saat Erwin Gutawa tampil dengan menghadirkan visual sang legenda, mendiang Chrisye. Di balkon tempat para artis, tampak para anggota band Iwan Fals menyaksikan penampilan memukau Erwin Gutawa yang membawa penonton larut dengan lagu-lagu Chrisye.

3. Penonton Oomleo Berkaraoke kecele

Usai Erwin Gutawa tampil, setting panggung pun diubah. Di bagian led backdrop jelas tertulis The Upstairs yang bakal tampil berikutnya. Seharusnya, setelah The Upstairs, giliran Oomleo Berkaraoke yang akan menghibur penonton. Sebagian besar penonton yang rata-rata anak muda tampak setia untuk menyaksikan penampilan Oomleo Berkaraoke.

4. Setting panggung yang beda dan tanpa pengumuman

Setting panggung tampak berbeda. Pengumuman tentang siapa yang akan tampil berikutnya juga tak muncul. Yang cukup aneh, saat sejumlah orang membenahi instrumen musik di atas panggung, bagian depan bass drum ditutup kain hitam. Begitu juga dengan perangkat keyboard. Di deretan penonton pun mulai muncul sejumlah anggota OI. Namun sebagian besar penonton belum menyadari jika yang akan tampil berikutnya Iwan Fals.

5. Cuma penggemar Iwan Fals yang sadar

Namun untuk mereka yang sering menyaksikan konser Iwan Fals, sudah tahu betul crew yang mempersiapkan panggung konser penyanyi bernama lahir Virgiawan Listanto itu. Setelah setting panggung selesai, penonton masih harus menunggu cukup lama. Tiba-tiba layar led backdrop mati. Hanya tampak bidang hitam.

6. Iwan Fals akhirnya muncul

Tak lama kemudian, Iwan Fals keluar dari ruang artis dan langsung disambut riuh penonton. Namun Iwan Fals tak langsung naik ke panggung. Penonton pun semkin bertanya-tanya siapa yang bakal tampil sebenarnya. Tak lama, pertanyaan itu pun terjawab. Iwan Fals naik panggung sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung menyapa penonton. Assalamualaikum. Mantap. Senang di tengah-tengah orang kreatif, kata Iwan Fals.

7. Tampil akustikan

Iwan Fals membuka konser dengan lagu Belum Ada Judul sambil memainkan gitar dan harmonika. Kendati para penonton kebanyakan generasi milenial, namun mereka hafal lho lagu yang diambil dari album berjudul sama yang dirilis pada 1992 itu. Wah banyak yang hafal lho, ujar Iwan Fals usai bernyanyi.

Iwan Fals melanjutkan penampilannya lewat Di Mata Air Tidak Ada Air Mata. Iwan pun merasa senang dengan ragam musik yang ditampilkan di Synchronize. Setiap bulan begini lah. Musik, musik musik musik. Salam dari teman teman di jalanan, lantang Iwan Fals seraya menyapa penonton, kemudian menyanyikan Kupaksa Untuk Melangkah.

8. Mengajak penonton bernostalgia masa sekolah

Iwan Fals pun mengenang masa-masa sekolah. Lewat kisahnya saat masih SMP, Iwan Fals pun menelurkan lagu Jendela Kelas Satu. Lagu ini menggambarkan perilaku Iwan Fals ketika SMP memantau pujaan hati dari jendela kelas yang tak ada kacanya.

Jadi inget jaman baheula, masa sekolah masa paling indah. Lagu ini saya buat karena ingat waktu SMP saya sering melihat cewek di kantin dari jendela yang nggak ada kacanya, kisahnya dilanjutkan dengan lagu Buku Ini Aku Pinjam, yang juga jadi momen nostalgia.

9. Iwan Fals salut dengan gerakan lingkungan Synchronize

Di sela penampilannya Iwan Fals juga menuturkan rasa salutnya pada gelaran Synchronize yang memberikan tumbler untuk tempat air. Dengan begitu, tak ada lagi botol minum sekali pakai langsung buang. Yang saya suka jadi nggak ada lagi botol plastik sekali pakai di sini. Ini bukan hanya festival, tapi juga sebuah gerakan, katanya.

10. Tetap tampil kritis

Iwan Fals yang tampil full band tetap dengan ciri khasnya, kritis pada kondisi sosial masyarakat. Hal ini terlihat saat ia membawakan lagu Surat Untuk Wakil Rakyat untuk mengkritisi anggota DPR. Ia juga berpesan pada anggota dewan yang baru saja dilantik untuk serius memperhatikan rakyat, bukannya tertidur saat sidang. Jangan tidur sambil ngentit (mencuri) duit rakyat. Ya Allah mudah-mudahan wakil rakyat kita enggak menyusahkan kita, katanya sambil disambut seruan Amiiin dari penonton.

11. Konsisten peduli lingkungan

Satu lagi ciri khas Iwan Fals dalam setiap konsernya. Ia selalu menyisipkan pesan-pesan lingkungan agar masyarakat turut membantu melestarikan lingkungan hidup yang semakin rusak. Hal ini terlihat saat Iwan membawakan lagu Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak yang diambil dati album Opini (1982). Lagu ini sekaligus menyinggung kasus kebakaran hutan yang melanda sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan belakangan ini. Saat membawakan lagu ini visual hutan terbakar menjadikan penampilan Iwan Fals semakin dramatis.

12. Bicara Papua

Lewat gabungan penggalan lirik beberapa lagu, Iwan Fals juga melantunkan keprihatinannya pada masyarakat Papua. Saat meneriakan Wamena, Iwan Fals melantunkan penggalan lirik lagu Cendrawasih. Sayap-sayap cinta bagaikan cendrawasih. Kabarkan berita duka alam raya. Hati bumi luka anak durhaka. Terjungkal merintih menghiba, lantun Iwan Fals.

13. Sejumlah lagu hits dan joget di panggung

Iwan Fals juga membawakan sejumlah lagu hits, seperti Kembang Pete, Balada Orang Pedalaman, Serdadu, termasuk Pesawat Tempur seraya mengucapkan dirgahayu TNI ke-74. Penampilan Iwan Fals ditutup dengan lagu Ini Bukan Mimpi. Tapi, para penonton tampak kurang puas dan meneriakinya untuk membawakan lagu Bento.

Namun Iwan Fals meminta penonton yang bernyanyi sementara ia dan full band justru berjoget di atas panggung. Ya udah, sekarang kalian yang nyanyi, kita yang joget, katanya.

Penonton pun mengalunkan lagu Bento sekaligus menutup penampilan Iwan Fals.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags