1. Home
  2. ยป
  3. Life
7 April 2015 09:06

Berhati-hati dengan diagnosa dokter

Tak semua diagnosa dokter harus kamu telan mentah-mentah. Sabar Artiyono

Brilio.net - Jika kamu pergi untuk memeriksakan kondisi kesehatan, berhati-hatilah dengan perkataan sang dokter. Bisa jadi sang dokter mengucapkan kebohongan terhadap kamu. Gawat kan, kalau udah seperti ini?

Jadi, kamu harus waspada terhadap apa yang dokter ucapkan ketika kamu sedang diperiksa olehnya. Dikutip oleh brilio.net dari menshealth.com, Selasa (7/4), berikut adalah kebohongan yang sering diucapkan oleh sang dokter.

1. Kolesterol
Banyak dokter yang sering mengatakan bahwa kolesterol di tubuh kamu sudah terlalu tinggi. Sehingga kamu harus mengurangi konsumsi daging dan olahan lain. Di Amerika Serikat sendiri, hanya seperempat sekolah kedokteran yang mengikuti kuliah tentang nutrisi makanan. Jadi aneh jika dokter kamu menganjurkan untuk mengurangi makan ini dan itu. Apalagi terkait dengan kolesterol.

2. "Kamu terkena penyakit X"


Kamu harus hati-hati jika seorang dokter mengatakan bahwa kamu terkena sebuah penyakit. Kamu harus menanyakan kembali apakah ada diagnosis lain terhadap kondisi kesehatan kamu. Hal ini patut diwaspadai karena berdasarkan survei, separuh dari dokter yang ada melakukan salah diagnosis setiap bulannya.

3. "Saya telah melakukan banyak dari sebelumnya"
Jika ada dokter yang mengatakan kalimat tersebut, kamu harus bertanya "Berapa banyak yang dokter lakukan dalam setahun?"

Rumah sakit yang melakukan operasi jantung dengan metode bypass lebih dari 200 kasus memiliki pengalaman dalam hal komplikasi sebesar 50% daripada yang kurang dari 200 kasus. Jadi jika ada dokter yang bilang seperti itu, tanyakan kapan terakhir kali melakukannya dan kasusnya seperti apa secara detail.

4. "Kamu harus dirujuk ke dokter X"

Dunia medis seharusnya memperlakukan semua orang dengan sama. Akan tetapi banyak dokter yang sering memberikan referensi rujukan ke dokter lain. Berdasarkan survei, dokter yang sering melakukan hal ini adalah dari dokter umum yang memberikan rujukan pasiennya ke dokter spesialis.

5. Banyak tes yang harus dilakukan
Jika memang banyak uji laboratorium yang harus kamu lakukan, cobalah selidiki lebih lanjut. Berdasarkan peneliti asal Harvard, 16% kasus kanker prostat tidak perlu dilakukan uji lab. 80% Uji PSA (bagian dari uji lab kanker prostat) tidak mampu membuktikan bahwa seseorang terkena penyakit ini. Jadi harus lebih hati-hati dengan perkataan dokter ya!

BACA JUGA:

Hindari minum teh pada momen-momen berikut ini

Mengenal meningitis, penyakit mematikan yang ternyata gampang menular

VIDEO: Hal-hal yang terjadi pada jasadmu di dalam tanah usai meninggal

Waduh, bumi ternyata benar-benar hampir kiamat tahun 2012 lalu

Kenali ciri meningitis yang serang Olga, pusing hebat, demam tiba-tiba

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags