1. Home
  2. ยป
  3. Kuliner
15 Oktober 2016 22:05

Bikin mual, 13 makanan ini terbuat dari darah hewan

Kamu doyan nggak makanan ekstrem ini? Ismarlina Mokodompit

Brilio.net - Ide makanan yang dibuat dengan darah, tentu dianggap menjijikkan bagi banyak orang. Namun rupanya darah adalah bahan pokok dalam berbagai makanan di kebudayaan berbagai tempat. Tapi bagaimana seseorang bisa memasak dengan darah? Lantas jenis makanan apa yang terbuat dari darah itu?

Nah, sebelum membahasnya lebih lanjut. Makanan yang terbuat dari darah hewan ini hanyalah untuk orang-orang yang tahan mual. Pasalnya jika diperhatikan ada beberapa makanan yang bentuknya bikin perut bergejolak. Jadi mari dilihat 13 makanan yang terbuat dari darah hewan, seperti dikutip brilio.net dari Ranker, Sabtu (15/10). Terdengar lezat atau mengerikan ya?

BACA JUGA :
10 Makanan teraneh dari berbagai belahan dunia, nomor 8 tak masuk akal


1. Minuman dari darah ular di Taipei.

foto: Modern Relics/flickr/CC-BY 2.0

BACA JUGA :
Bikin mual, 19 makanan ini justru populer di daerah asalnya

Pasar malam di Taipei, Taiwan menyediakan berbagai kuliner mulai dari camilan sampai makanan berat. Salah satunya adalah Huaxi Street Night Market yang masih berada di pusat kota Taipei.

Selain bisa mencicipi makanan khas, di pasar malam ini kamu bisa menemukan anggur penis rusa, sup darah kura-kura dan berbagai macam hidangan yang berhubungan dengan darah ular. Tak heran kalau banyak orang yang memanggil tempat ini sebagai 'Snake Alley'.

2. Festival darah utuh di Nepal.

foto: F/flickr/CC-BY 2.0

Darah dapat menjadi bahan pokok dari banyak hidangan di seluruh dunia. Tetapi di Nepal, ada satu waktu dalam setahun di mana darah menjadi satu-satunya hidangan yang akan dimakan dan diminum dalam porsi banyak.

Setiap bulan November, ratusan ribu ternak disembelih dalam festival darah, untuk menghormati Dewi Gadhimai. Bahkan mereka minum darah hewan yang disembelih. Dalam festival serupa di dataran tinggi Nepal, biarawan minum darah dari pembuluh darah yak hidup (sejenis sapi yang merujuk kepada spesies jantan) sebelum melepaskan mereka kembali.

3. Minum darah tanpa membunuh hewan di Afrika.

foto: wendylin20/flickr/CC-BY-ND 2.0

Orang-orang Maasai dari Afrika minum dan makan darah tanpa benar-benar membunuh hewan. Maasai memelihara ternak, seperti sapi, sebagai sarana utama mereka untuk bertahan hidup.

Karena itu, mereka tidak benar-benar ingin membunuh mereka terlalu cepat. Sehingga mereka mencoba untuk memanfaatkan susu, rambut, dan bahkan darah dari hewan ternak agar tetap hidup dan berkembang. Beberapa dari mereka bahkan minum darah segar, mentah, langsung dari vena sapi, atau dicampur dengan sedikit susunya.

4. Blodplattar, pancake darah di Finlandia atau Swedia.

foto: Lapplnning/Wikimedia Commons/Public Domain

Di Finlandia atau Swedia ada hidangan yang umumnya dikenal sebagai Blodplattar. Pada dasarnya makanan ini merupakan pancake yang dibuat menggunakan darah babi.

Darah tersebut dicampur dengan tepung, molasses, bawang, dan beberapa rempah-rempah lainnya kemudian dimasak dengan cara yang sama seperti saat membuat pancake. Pancake darah ini disajikan dengan selai buah manis atau sirup sebagai menu sarapan.

5. Thai Boat Noodles.

foto: wEnDaLicious/flickr/CC-BY-NC-ND 2.0

Darah ditambahkan ke mi untuk membuat warna kuah menjadi berbeda dan menjaga bentuk mi agar tak gampang putus. Banyak hidangan Asia memanfaatkan darah untuk tujuan tersebut.

Sebagai contoh masakan di Thailand yang sering menggunakan darah sapi atau babi untuk kaldu. Darah bebek atau angsa digunakan sebagai pengental dalam kaldu mi di Nanjing. Jadi jika kamu menjumpai hidangan mie yang memiliki kaldu berwarna gelap, tebal, atau hitam, bisa jadi menggunakan darah hewan dalam proses pembuatannya.

6. Sup darah Czarnina di Polandia.

foto: npietran/flickr/CC-BY 2.0

Czarnina dibuat dengan mengeringkan darah bebek dan menggunakan rempela, kaki, tulang, hati, jantung, dan leher sebagai bahan untuk sup. Darah tersebut kemudian dicampur dengan cuka dan digunakan sebagai kaldu untuk memberikan warna dan rasa.

Daging digunakan langsung dalam sup lalu ditambahkan berbagai rempah-rempah dan sayuran lain. Lalu, mi dimasak dalam bahan tersebut dan disajikan pada acara-acara khusus. Makanan ini mungkin terdengar ekstrem, tapi hidangan tradisional Polandia tersebut telah ada selama berabad-abad lalu, bahkan masih dibuat sampai hari ini.

7. Blood Popsicles di Taiwan.

foto: Carrie Kellenberger I globetrotterI/flickr/CC-BY 2.0

Di Taiwan, es lolipop dibuat dengan darah dan gula yang telah dibekukan selama sehari. Es stik tersebut dapat kamu jumpai di gerobak pinggir jalan. Resep es darah ini pada dasarnya dikenal sebagi kue darah babi, merupakan tradisi lama sebagai perlakuan manis penduduk setempat.

8. Boudin Noir, sosis darah atau sosis hitam dari Prancis.

foto: L.Richarz/flickr/CC-BY-NC-ND 2.0

Boudin noir dipandang sebagai sosis darah yang hanya dibuat di Prancis daripada di Inggris. Hidangan ini secara tradisional dibuat dengan darah babi dan cincangan darah babi.

Boudin noir biasanya direbus, kemudian disajikan dengan potongan kentang, bir dan irisan buah seperti apel dan krim untuk membuatnya terasa lebih manis. Tapi tak peduli bagaimana cara membuatnya, darah adalah salah satu bahan utama yang telah digunakan selama berabad-abad untuk hidangan ini.


9. Ice Cream dari darah babi di Amerika Serikat.

foto: Hans/Pixabay/CC0 1.0

Amerika Serikat baru-baru ini menyajikan makanan penutup di kereta yang berhubungan dengan darah. Di The Pig, Washington, DC, kamu dapat memesan sundae yang tak biasa. Pasalnya, es krim ini dibuat menggunakan darah babi dan cokelat. Kamu mungkin tak akan tahu jika ada darah di dalamnya tapi kalau kamu melihat teksturnya pasti akan terasa.

10. Black Pudding di Inggris.

foto: nogger/flickr/CC-BY-NC-ND 2.0

Bukan benar-benar menjadi puding, black pudding adalah jenis sosis yang sering disajikan di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia yang dibuat dengan menggunakan darah. Varian sosis ini muncul di berbagai belahan dunia, tetapi jenis yang paling tradisional ditemukan di Kepulauan Inggris.

Cara masaknya darah babi dicampur dengan gandum, rempah-rempah, daging, dan lemak, sebelum akhirnya dipanggang atau diiris tipis-tipis. Warna gelap atau hitam puding ini disebabkan karena darah. Meski rasanya cukup kuat, tapi sebenarnya sosis ini cukup bergizi dan mengandung banyak zat besi, protein, dan zink.

11. Mole Poblano di Meksiko.

foto: ismael villafranco/flickr/CC-BY 2.0

Mole poblano adalah kuliner Meksiko yang manis dan kaya akan bumbu. Salah satu bahan utama yang digunakan cokelat. Mole sendiri sebenarnya adalah sebutan untuk saus yang biasa disajikan pada makanan Meksiko.

Namun secara tradisional, kakao tak selalu jadi bahan utama. Terkadang suku Aztec menggunakan darah babi sebagai pengental. Namun kini lebih banyak mole yang terbuat dari kakao.

12. Tahu dari darah di China.

foto: dslrnovice/flickr/CC-BY-NC-ND 2.0

Tofu atau tahu merupakan makanan pokok yang digemari semua orang terlebih bagi vegetarian. Di China, tahu bisa dibuat menggunakan darah yang menggumpal menjadi padat sehingga terlihat seperti tahu. Berwarna merah atau abu-abu gelap, tahu ini merupakan hidangan tradisional yang dibuat dengan darah ayam, babi, bebek atau darah hewan lain. Makanan ini sering disajikan dengan sup mi dan hidangan lainnya. Meski rasanya cukup kuat, tahu darah ini diyakini sangat bergizi dan diyakini sebagai obat.

13. Coq au vin dari Prancis.

foto: mmmyoso/flickr/CC-BY-NC-ND 2.0

Coq au vin adalah masakan Perancis yang terbuat dari ayam jantan yang dimasak dengan wine. Makanan ini sangat sulit untuk ditemukan dan terbilang mahal. Tetapi kebanyakan cara tradisional menggunakan darah ayam sebagai saus.

Darah digunakan sebagai pengental saus dan memberikan rasa yang kaya dan warna khas. Namun darah yang digunakan hanya sedikit tak sebanyak hidangan lainnya dalam daftar makanan di atas.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags