1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
19 Juli 2021 12:22

7 Cara obati difteri secara alami, lengkap dengan gejala & penyebabnya

Difteri bukan penyakit sepele. Menurut WHO, pada 2014 sampai ada 7.321 kasus difteri di dunia Lola Lolita
foto: pexels.com

Difteri merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, hidung, dan tenggorokan. Difteri sendiri dikenal sebagai penyakit yang sudah lama berkembang. Di Indonesia sendiri, beberapa tahun lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan kemunculan penyakit ini.

Menurut artikel medicalnewstoday.com, difteri dapat diatasi dengan vaksinasi. Di Amerika Serikat, berkat imunisasi rutin tingkat orang yang menderita difteri sangat kecil. Diketahui hanya ada lima kasus infeksi bakteri dalam 10 tahun terakhir, pada 2018.

BACA JUGA :
17 Manfaat buah plum untuk kesehatan dan kecantikan, atasi sembelit


Namun, di negara-negara di mana penyerapan vaksin booster lebih rendah, seperti di India, masih ada ribuan kasus setiap tahunnya. Pada tahun 2014 saja ada 7.321 kasus difteri yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global.

Pada orang yang tidak divaksinasi terhadap bakteri penyebab difteri, infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah saraf, gagal jantung, dan bahkan kematian. Secara keseluruhan, 5 hingga 10 persen orang yang terinfeksi difteri akan meninggal.

Ada beberapa orang yang terinfeksi bakteri difteri, dengan tingkat kematian hingga 20 persen yakni terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun dan orang dewasa usia di atas 40 tahun.

BACA JUGA :
21 Penyebab mata merah, gejala, dan cara mengatasinya

Selain menyerang sistem pernapasan, penyakit ini juga bisa menginfeksi kulit. Biasanya penyakit ini bisa membuat kulit terlihat kemerahan, sakit bila tersentuh dan bengkak.

Bahkan pada kasus tertentu bisa timbul borok atau ulkus yang meninggalkan bekas. Umumnya penyakit difteri dialami oleh orang-orang yang tinggal di daerah padat, kumuh, dan sanitasi yang tidak representatif.

Berikut cara-cara mengobati difteri secara alami, seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Senin (19/7).


1. Bawang putih.

foto: pexels.com

Bawang putih dikenal memiliki sifat alami antibakteri dan antiradang. Kandungan organusulfida yang baik pada bawang putih juga dapat mengatasi selaput lendir akibat difteri.

Cara mengonsumsinya, campurkan sekitar 100 gram bawang putih dengan sedikit air, kemudian minum ramuan tersebut secara rutin.


2. Jahe.

foto: pexels.com

Jahe memiliki sifat antiradang dan dapat melancarkan peredaran darah dengan baik. Biasanya, ketika difteri menyerang, orang cenderung kehilangan nafsu makan. Untuk itu, kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi jahe untuk membuat nafsu makan kembali meningkat.

Cara mengonsumsinya, hancurkan jahe, kemudian campurkan dengan air putih dan madu. Kamu juga bisa mencampurkan jahe ke dalam teh. Konsumsi secara rutin untuk mempercepat penyembuhan.


3. Madu dan temulawak.

foto: pexels.com

Madu dikenal sebagai salah satu obat alami untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan temulawak memiliki kandungan alami seperti kurkumin, magnesium, natrium dan mangan yang baik bagi tubuh. Konsumsi secara rutin campuran madu dan temulawak bisa mempercepat penyembuhan.


4. Mengkudu.

foto: flipkart.com

Mengkudu memiliki aroma khas yang tidak disukai orang. Namun, mengkudu memiliki beberapa kandungan yang bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit, termasuk difteri.

Sifat antibiotiknya bekerja dengan cepat dalam mengatasi difteri. Cara mengonsumsinya, kamu bisa memakannya secara langsung atau dibuat menjadi jus.


5. Jeruk nipis.

foto: pexels.com

Jeruk nipis mengandung vitamin C yang sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk mengatasi peradangan akibat infeksi. Cara mengonsumsinya, kamu cukup campurkan jeruk nipis dengan air, dan tambahkan bunga rosella. Campuran keduanya diyakini baik untuk mengatasi masalah difteri.


6. Kunyit.

foto: pexels.com

Kunyit juga dikenal memiliki sifat antiradang dan antibakteri. Kandungan curcumin pada kunyit dapat mengatasi banyak penyakit. Kamu bisa mengonsumsinya, dengan dijadikan minuman.


7. Ekstrak nanas.

foto: pexels.com

Nanas mengandung bromelein, sebagai antiradang dan mengatasi sel-sel yang sudah rusak di tubuh. Nanas juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang tinggi. Kamu bisa mengonsumsinya dengan dijadikan jus, selain segar juga menyehatkan.

*

Gejala difteri.

foto: pexels.com

Tanda atau gejala penyakit difteri ini bisa terlihat setelah dua hari penderita terinfeksi bakteri. Beberapa orang mengalami gejala ringan seperti flu biasa dan juga radang tenggorokan. Namun, ada pula gejala difteri lainnya yang wajib kamu waspadai.

Gejala penyakit difteri ini di antaranya sebagai berikut:

- Pilek yang awalnya cair, tetapi dapat sampai bercampur dengan darah
- Tenggorokan dan amandel diselimuti lapisan tebal berwarna abu-abu
- Demam tinggi hingga menggigil
- Merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga
- Terjadi pembengkakan di sekitar leher
- Biasanya penderita juga akan mengalami kesusahan dalam menelan
- Sulit bernapas
- Gangguan penglihatan
- Serta suara menjadi serak atau cadel
- Kulit menjadi dingin, pucat, dan denyut jantung cepat

*

Penyebab difteri.

foto: pexels.com

Dilansir brilio.net dari medicalnewstoday.com, difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme bakteri yang dikenal sebagai Corynebacterium diphtheriae. Beberapa strain bakteri ini menghasilkan toksin, dan toksin inilah yang menyebabkan komplikasi difteri yang paling serius. Bakteri menghasilkan racun karena mereka sendiri terinfeksi oleh jenis virus tertentu yang disebut fag.

Akibat dari toksin yang dikeluarkan:

- Menghambat produksi protein oleh sel
- Menghancurkan jaringan di tempat infeksi
- Mengarah pada pembentukan membran
- Akan dibawa ke dalam aliran darah dan didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh
- Menyebabkan peradangan pada jantung dan kerusakan saraf
- Dapat menyebabkan jumlah trombosit yang rendah, atau trombositopenia, dan menghasilkan protein dalam urin dalam kondisi yang disebut proteinuria

*

Cara penularan difteri.

Difteri adalah infeksi yang hanya menyebar di antara manusia. Biasanya menular melalui kontak fisik langsung dengan kasus seperti di bawah ini.

- Tetesan diembuskan ke udara
Penyakit ini begitu mudah menular lantaran disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebar di udara. Bahkan dikutip dari website Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan, Nila Moeloek pada 2017 menyatakan penularan penyakit difteri bisa melalui percikan air ludah yang keluar dari batuk dan bersin.

Jika seseorang menghirup partikel udara dari batuk atau bersin dari penderita difteri, kemungkinan besar kamu akan juga tertular difteri. Cara ini begitu efektif untuk menyebarkan penyakit, terutama ketika di tempat ramai.

- Sekret dari hidung dan tenggorokan, seperti lendir dan air liur

- Lesi kulit yang terinfeksi benda, seperti tempat tidur atau pakaian yang digunakan orang yang terinfeksi, namun dalam kasus ini jarang terjadi

- Luka infeksi

Penderita difteri juga ada yang sebagian mengalami luka infeksi. Nah, bagi orang yang sehat namun tak sengaja menyentuh luka infeksi, maka kamu juga bisa terpapar bakteri yang menyebabkan difteri.

Selain itu banyak faktor yang dapat meningkatkan seseorang dapat terinfeksi difteri ini. Salah satunya melihat di mana kamu tinggal. Jika lokasinya atau daerah tempat tinggal yang tak bersih dan ramai, maka penyebaran bakteri ini semakin cepat.

Kemudian seseorang yang tidak mendapatkan vaksinasi terbaru juga rentan terserang. Terakhir bagi kamu yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya saja pada penderita AIDS. Difteri cukup berbahaya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags