1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
12 Juli 2019 22:01

Cukup tidur tapi masih mengantuk, yuk kenali gejala hipersomnia

Tak banyak yang tahu, hipersomnia ternyata lebih bahaya dari insomnia. Lola Lolita
foto: safetyblueblockers.com

Brilio.net - Tidur merupakan kebutuhan penting yang harus dipenuhi oleh setiap orang. Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malam. Meski begitu, ada pula orang yang tetap mengantuk padahal sudah mendapatkan tidur yang cukup. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan bukan? Bagaimana bisa tidur cukup namun pada pagi mata masih sulit untuk melek?

Salah satu gangguan yang terjadi pada saat tidur tidak banyak disadari orang, yakni hipersomnia. Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Jumat (12/7), hipersomnia ini lebih berbahaya karena bisa mengganggu kesehatan dan keselamatan jiwa.

"Penderita hipersomnia tidurnya sudah enak, rasanya dari malam sampai ya tidur. Tapi di pagi hari masih merasa ngantuk, siang hari kadang masih mengantuk. Produktivitas tentu terganggu, namun selain itu hipersomnia juga berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan," kata praktisi kesehatan tidur di Snoring and Sleep Disorder Clinic, RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT yang dilansir dari liputan6.com, Jumat (12/7).

Ada banyak gangguan tidur hipersomnia. Ia menerangkan di antaranya sleep apnea itu penyebab yang paling sering, narkolepsi, hingga behavior-induced insufficient sleep syndrome (BISS).

"Masih banyak yang belum tahu alasan mereka kenapa ngantuk. Orang Indonesia kalau ada gangguan pada kesehatannya, yang dipikirkan adalah saya harus makan apa, saya harus olahraga apa, padahal bukan itu," tutur Andreas dalam talkshow gathering RS Mitra Keluarga ditulis Kamis (11/7/2019) di Jakarta.

Paradigma kesehatan modern, ada tiga faktor utama yang menentukan kesehatan manusia, yakni keseimbangan nutrisi, olahraga, dan yang menjadi dasar adalah kesehatan tidur.

"Mau diet bagaimana tidak bisa kurus, mau olahraga bagaimanapun tanpa kesehatan tidur salah-salah bisa kena serangan jantung," kata Andreas.

Dia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan langkah yang tepat untuk menyembukan penyakit-penyakit gangguan tidur.

"Untuk penangganannya, pertama saya periksa dulu apa penyakit tidurnya. Setelah itu baru kita tentukan apa perawatannya," jelas Andreas.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags