1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
22 November 2019 05:05

11 Fungsi darah pada tubuh manusia dan jenis-jenis sel darah

Darah mengirimkan zat-zat yang diperlukan seperti nutrisi dan oksigen ke sel. Dwiyana Pangesthi

Brilio.net - Darah menjadi salah satu komponen penting dalam tubuh manusia yang memiliki peran vital untuk menjaga tubuh. Tubuh manusia juga ternyata membawa darah yang cukup banyak. Pada orang dewasa rata-rata terdapat 4,5-5,5 liter darah yang bersirkulasi dalam tubuh.

Nah, darah adalah cairan tubuh pada manusia dan hewan yang mengirimkan zat-zat yang diperlukan seperti nutrisi dan oksigen ke sel serta mengangkut produk-produk limbah metabolisme dari sel-sel yang sama.

BACA JUGA :
Begini posisi duduk sesuai golongan darah, berdarah O nggak bisa diam


Apabila manusia kekurangan darah maka akan mudah terserang penyakit. Bisa dipastikan tanpa darah, oksigen dan sari makanan akan sulit untuk dihantarkan dengan baik ke seluruh tubuh. Biasanya akan mengkibatkan tubuh menjadi lemas karena.

Begitu pentingnya fungsi darah pada tubuh manusia karena terdapat beberapa komponen sel darah yang membantu fungsi darah itu sendiri. Berikut fungsi darah pada tubuh manusia jenis-jenis sel darah yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/11).

Fungsi darah pada tubuh manusia.

BACA JUGA :
Yuk coba menu sahur sesuai golongan darahmu, dijamin enak dan sehat!

1. Mengangkut oksigen.

foto: freepik.com

Fungsi darah yang pertama yakni mengangkut oksigen. Udara yang mengandung oksigen akan masuk ke dalam paru-paru, lalu melalui serangkaian proses sebelumnya akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Oksigen kemudian masuk ke plasma darah dan berdifusi ke sel-sel darah merah atau eritrosit. Hal ini bisa terjadi karena fungsi sel darah merah yang mengandung hemoglobin (Hb) untuk mengikat oksigen dalam darah. Proses ini disebut deoksigenasi. Oksigen yang dapat berubah menjadi HbO2 kurang lebih sebanyak 97%, sedangkan sisanya berada di dalam plasma darah yang akan diangkut ke seluruh jaringan tubuh manusia.

2. Mengedarkan sari makanan.

foto: freepik.com

Fungsi darah selanjutnya yaitu mengangkut sari makanan. Darah mengalir di seluruh tubuh dan menyebarkan sari-sari makanan yang dibawanya dari serapan oksigen, maupun dari beberapa vitamin, protein, dan karbohidrat yang didapatkan melalui makanan yang kita konsumsi.

Proses pengangkutan sari makanan ini terjadi setelah pencernaan. Selain itu sebelum disebarkan, sari makanan terlebih dahulu melewati hati agar racun dan zat yang berbahaya dalam darah dapat disaring. Setelah itu baru nutrisi makanan disebarkan ke seluruh tubuh, dengan begitu tubuh akan memperoleh sari makanan yang cukup.

3. Mengedarkan hormon.

foto: freepik.com

Tak hanya mengedarkan sari makanan, ternyata darah juga mengedarkan hormon yang masuk. Hormon ini diperoleh karena adanya rangsangan dan stimulus dari luar maupun dalam diri manusia. Setelah itu darah akan mengangkut hormon-hormon itu dan kelenjar eksokrin akan mengambil hormon-hormon yang tidak bermanfaat dan dibuang di saluran khusus. Sedangkan darah akan membawa hormon-hormon itu dengan saluran biasa, artinya tidak melalui aliran khusus seperti yang diperlukan kelenjar eksokrin.

4. Menyerang kuman dan bakteri yang masuk.

foto: freepik.com

Darah juga memiliki fungsi untuk menyerang kuman dan bakteri yang masuk. Hal ini dapat terjadi karena fungsi sel darah putih atau leukosit. Terdapat lima sel darah putih pada tubuh manusia yaitu limfosit, neutrofil, monosit, basofil dan eosinofil.

Jumlah neutrofil dalam darah putih adalah yang paling banyak sebesar 60%. Neutrofil ini fungsinya untuk menyerang bakteri dan kuman yang masuk de dalam badan kita. Sementara jenis sel darah putih juga berperan memproduksi antibodi, menyerang kuman dan membuang sisa-sisa sel yang telah rusak.

5. Menyembuhkan luka.

foto: freepik.com

Fungsi darah pada tubuh manusia selanjutnya yaitu menyembuhkan luka. Bagian darah yang disebut trombosit adalah bagian darah yang sangat berperan dalam penyembuhan luka yang ada di kulit ari kita.

Trombosit akan mengeluarkan zatnya dan bergabung dengan vitamin K untuk membentuk darah agar darah menjadi beku. Setelah trombosit membeku maka trombosit perlahan akan berusaha menutupi luka yang berada di kulit ari.

Jika jumlah trombosit dalam dalam darah berkurang, maka bisa saja luka tersebut akan susah diobati, karena tidak adanya zat-zat yang mampu menutup luka dan membekukan darah.

6. Membawa sisa oksidasi sel tubuh.

foto: freepik.com

Fungsi darah selanjutnya yaitu membawa sisa oksidasi sel yang tidak berguna untuk keluar dari tubuh. Hal ini bisa dilihat ketika kamu melakukan pernapasan. Di sana ada proses pengangkutan oksigen melalui darah sampai ke jantung, dan dari jantung diproses ke seluruh tubuh. Setelah itu dari jantung, karbondioksida akhirnya dibuang melalui darah dan dihembuskan bersamaan kita menghembuskan napas.

7. Sebagai pengatur suhu tubuh.

foto: freepik.com

Darah mengatur suhu tubuh agar tetap stabil pada suku 36 sampai 37 derajat celsius. Selain itu, suhu tubuh dipengaruhi oleh sistem peredaran darah. Hal ini karena suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi kondisi lingkungan, melainkan oleh sistem peredaran darah. Hasil dari oksidasi darah akan menghasilkan panas dalam pada tubuh, jika oksidasi itu baik maka suhu tubuh pula akan menjadi baik.

8. Membuang zat-zat sisa metabolisme sel (ekskresi).

foto: freepik.com

Darah juga memiliki fungsi untuk membuang zat-zat sisa metabolisme sel pada proses ekskresi. Hal ini karena tidak semua zat yang diangkut darah merupakan zat yang berguna bagi tubuh. Beberapa zat yang tak berguna hasil metabolisme itu akan diangkut oleh darah menuju organ sekresi. Zat itu akan dialirkan ke sistem ekskresi atau pembuangan seperti ginjal, hati dan kulit.

9. Memendam bibit penyakit.

foto: freepik.com

Darah dapat berperan memendam bibit penyakit yang juga berfungsi untuk membuat tubuh tetap sehat dan fit. Pencegahan penyakit ini dilakukan melalui keping-keping darah atau trombosit yang ada pada darah. Keping-keping darah berfungsi memendam bibit penyakit agar tidak tersebar ke seluruh tubuh melalui darah. Tapi bibit penyakit itu akan dimatikan oleh keing-keping darah sehingga tubuh akan menjadi sehat.

10. Mengangkut air ke seluruh tubuh.

foto: freepik.com

Sebagain besar volume tubuh manusia terdiri dari air yang terdapat pada plasma darah. Air dalam tubuh manusia dialirkan dalam pembuluh darah dan pembuluh kapiler sehingga dapat mencapai seluruh bagian atau organ pada tubuh.

Kebutuhan air dalam tubuh manusia akan membantu mencegah timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan, termasuk mempermudah proses pencernaan dan membantu sistem metabolisme dalam tubuh manusia.

11. Menjaga kadar asam basa cairan dalam tubuh.

foto: freepik.com

Fungsi darah yang terakhir yaitu menjaga keseimbangan kadar asam basa cairan atau pH dalam tubuh. Fungsi ini dijalankan untuk mencegah terjadinya kerusakan jaringan tubuh yang dapat disebabkan oleh senyawa buffer.

Jenis-jenis sel darah pada tubuh manusia.

Darah terdiri dari komponen utama yaitu plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah adalah komponen penyusun darah yang paling banyak atau sebesar 55%. Plasma darah terdiri dari air dan campuran protein, ion, nutrisi, dan zat buangan.

Plasma darah memiliki warna kekuning-kuningan, tapi warna kuning pada plasma darah ini jernih dan bening. Plasma darah dapat mengatur pH darah dan juga osmotik dalam darah karena dalam plasma darah terkandung garam mineral. Plasma darah dapat mengatur tekanan darah dan melawan bibit penyakit yang ada dalam darah.

Nah, sedangkan sel-sel darah sendiri terbagi menjadi 3 bagian yakni sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. Ketiga jenis sel darah ini memiliki peran masing-masing.

1. Sel darah merah.

foto: freepik.com

Sel darah merah atau eritrosit berfungsi membawa hemoglobin yang telah terikat oksigen dari paru-paru menuju jaringan yang lain. Sel darah merah yang telah mengangkut oksigen, harus mengangkut hemoglobin yang telah terikat karbondioksida kembali ke paru-paru untuk melanjutkan siklus pernapasan manusia. Nah jika kamu kekurangan sel darah merah, kamu akan mengalami penyakit anemia. Hal ini karena kurangnya suplai oksigen yang dibawa oleh sel darah merah.

2. Sel darah putih.

foto: freepik.com

Sel darah putih atau leukosit berperan menjaga kesehatan tubuh yaitu sebagai antibiotik yang melawan penyakit yang menyerang tubuh. Sel ini dapat berperan karena memiliki sifat amoeboid yakni sifat yang bisa membuatnya bergerak bebas.

Selain itu sel darah putih juga memiliki sifat fagositosis, yang mampu memangsa bakteri dan sel-sel yang sudah mati. Nah, jika seseorang kekurangan leukosit maka penyakit ini disebut leukopenia. Namun jika kelebihan sel darah putih, penyakit ini disebut leukositosis.

3. Trombosit atau keping darah.

foto: pixabay

Trombosit atau keping darah berfungsi menggumpalkan atau membekukan darah. Hal itu untuk mengurangi darah yang keluar ketika terjadi pada kulit manusia. Bentuk dari trombosit atau keping darah ini tidak teratur, berubah-ubah, tidak berwarna, tidak berinti mudah pecah dan ukurannya lebih kecil dibandingkan sel darah lainnya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags