1. Home
  2. ยป
  3. Jalan-Jalan
2 Desember 2020 21:17

7 Fakta Pantai Cimaja, spot selancar ombak yang sudah mendunia

Pantai ini menjadi salah satu lokasi favorit peselancar ombak dunia Yani Andriansyah
Foto-foto : @yans_brilio

Brilio.net - Selama ini jika berbicara spot surfing, orang banyak melirik Pulau Bali. Maklum, Pulau Dewata itu sejak lama dikenal memiliki sejumlah pantai yang menjadi favorit peselancar ombak. Tapi sebenarnya bukan hanya Bali yang menjadi spot favorit peselancar.

Sejumlah pantai seperti di pesisir selatan Pulau Jawa juga tak kalah menantang. Salah satunya di kawasan Cimaja, Sukabumi Jawa Barat. Bahkan, area yang masuk wilayah Pelabuhan Ratu ini disebut-sebut sebagai Bali-nya Sukabumi.

BACA JUGA :
9 Seleb ganteng Tanah Air ini hobi surfing


Ketenaran kawasan pantai Cimaja sebagai salah satu spot surfing semakin mendunia setelah UNESCO mengumumkan Ciletuh di Pelabuhan Ratu sebagai salah satu Global Geoparks yang memiliki luas sekitar 128.000 hektare. Pantai Cimaja menjadi salah satu wilayah yang masuk Geoparks Ciletuh.

Menariknya, di kawasan pantai Cimaja tak hanya menjadi tempat favorit para peselancar ombak profesional, di beberapa wilayah di sekitar seperti Pantai Karangpapak merupakan spot surfing bagi pemula karena pantainya berpasir, landai dan power ombaknya mendukung.

BACA JUGA :
Pecinta surfing, 4 pantai di Yogyakarta ini wajib kamu taklukkan

Setiap tempat memiliki karakter. Pantai Cimaja ombaknya konsiten, ada terus. Jadi banyak peselancar yang bisa bermain. Selain itu Cimaja dekat dari Jakarta jadi sering dikunjungi peselancar. Disamping itu banyak pilihan spot bagi para surfer untuk bermain. Wisatawan asing paling sedikit stay satu minggu di sini, ujar Dede Suryana, peselancar profesional asal Cimaja yang sudah mendunia saat ditemui Brilio.net, belum lama ini di Pantai Karangpapak, Cimaja.

Ya Cimaja yang terletak 120 Km dari Jakarta dan dapat ditempuh dalam waktu 4 jam ini menyimpan potensi sebagai destinasi wisata khusus bagi peselancar. Maklum, Pantai Cimaja punya ombak besar, dengan ketinggian mencapai 4 meter. Tak heran sebelum masa pandemi, pantai ini kerap menjadi lokasi beberapa kompetisi surfing bertaraf internasional. Selain itu, beberapa spot di sejumlah pantai yang terbentang di kawasan Pelabuhan Ratu ini juga menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Berikut sejumlah fakta mengenai kawasan Cimaja yang menjadi surga para peselancar ombak.

1. Spot selancar ombak untuk pemula hingga profesional

Di kawasan ini banyak pantai. Ada Pantai Citepus, Karang Tapak, Karang Aji, Ujung Genteng, Cimaja Samudera Beach. Hampir semua cocok untuk surfing. Jenis pantai juga bervariasi ada point break dengan tekstur karang untuk peselancar profesional dan pantai pasir cocok yang cocok untuk pemula.

2. Tempat yang asyik menikmati sunset

Selain sebagai salah satu spot favorit peselancar, pantai di kawasan Cimaja juga menyajikan pemandangan menakjubkan. Pesisir pantai yang berbentuk teluk menjadi salah satu lokasi untuk menikmati matahari terbenam (sunset point). Tak heran jika banyak wisatawan menyusuri pantai ini untuk menikmati matahari terbenam di ujung teluk. Cimaja pun kerap dijadikan destinasi wisata akhir pekan bagi warga sekitar termasuk Jakarta.

3. Lokasi yang cocok untuk belajar selancar ombak

Seperti disebutkan di atas, beberapa pantai di kawasan ini memiliki tipe dangkal dan berpasir seperti Pantai Karangpapak. Lokasi ini kerap dijadikan spot bagi pemula untuk belajar selancar ombak. Tantu saja saat belajar, pemula harus didampingi instruktur atau guide yang berada di sekitar pantai.

4. Pantai yang melahirkan juara

Dede Suryana, surfer profesional

Nama Dede Suryana sebagai salah satu peselancar terbaik Indonesia tak bisa dilepaskan dari Cimaja. Di pantai ini, pria kelahiran Cimaja 11 Oktober 1985 memulai karier sebagai peselancar ombak sejak berusia 7 tahun. Dede terjun ke dunia selancar ombak karena terinspirasi wisatawan asing yang kerap bermain ombak di tanah kelahirannya itu. Untuk mengasah kemampuannya, Dede hijrah ke Bali pada usia 15 tahun.

Kini, pemegang gelar Indonesian Champ 2008 dan Quiksilver Open Trengganu Champ 2011 sekaligus dua kali juara ASC itu menjadi satu-satunya surfer Indonesia yang berkompetisi di tur dunia. Ia juga kerap menjadi langganan sampul majalah surfing internasional seperti Surftime, Curve, Surf Trip, dan Surfer.

5. Wisata pantai yang makin diminati

Banyaknya spot wisata di kawasan Cimaja membuat lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata pantai yang kini makin diminati. Apalagi saat ini sejumlah pengelola termasuk para pegiat selancar ombak di kawasan ini terus berbenah dengan seringnya melakukan aksi-aksi bersih pantai (beach clean up). Kegiatan ini digalakan agar pantai di kawasan Cimaja bersih dari sampah, terutama sampah plastik untuk menarik minat wisatawan. Maklum, sejumlah spot surfing di Cimaja kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.

6. Paket wisata lengkap

Di wilayah Cimaja bisa dibilang memiliki paket wisata lengkap mulai dari air terjun, gua, gunung, pantai, hingga wisata kuliner. Karena itu wilayah ini sangat cocok buat kamu yang suka surfing dan bersantai menikmati liburan bareng orang-orang tercinta.

Nah buat buat kamu yang sudah mahir berselancar, untuk menikmati ganasnya ombak di Cimaja bisa datang antara Mei dan Oktober karena ombak di musim panas akan jauh lebih besar di pantai ini. Wilayah ini juga cocok buat kamu yang suka berburu foto untuk sosial media. Banyak spot menarik loh.

7. Munculnya surf camp di Cimaja

Di kawasan Cimaja kini semakin banyak anak-anak yang berminat menjadi peselancar ombak. Awalnya mereka hanya melihat dari sisi fun, untuk sekadar rekreasi. Namun tidak sedikit yang mulai bercita-cita menjadi peselancar ombak profesional. Terlebih Cimaja terbukti telah melahirkan Dede Suryana yang menjadi figure panutan.

Tak heran saat ini di sekitar kawasan Cimaja bermunculan surf camp, sebagai tempat untuk menempa bakat peselancar muda sekaligus akomodasi bagi peselancar ombak.

Salah satunya Arya's Surf Camp yang berada di Cikakak, Cimaja. Keberadaan tempat seperti Arya's Surf Camp menurut Dede sangat membantu. Seringkali saat digelar event bertaraf internasional, Cimaja kerap kekurangan akomodasi bagi pelselancar. Kalau ada event kita sering kekurangan tempat. Dengan adanya Arya's Surf Camp bisa sangat membantu. Jadi bisa membantu pariwisata, ujar Dede.

Sebagai informasi, Arya's Surf Camp adalah akomodasi yang cukup unik loh. Penginapan ini berbentuk rumah panggung yang berbahan dasar kayu. Lokasinya yang berada di sekitar area persawahan membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepas lelah setelah berselancar.

Saat ini, untuk program soft opening promo Arya's Surf Camp menawarkan rate Rp500 ribu per malam, sudah termasuk sarapan dan makan malam ala carte. Tak heran jika akomodasi ini cocok untuk akhir pekan.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags