1. Home
  2. ยป
  3. Gadget
30 Januari 2020 17:35

7 Cara menghindari penipuan online WhatsApp

Kejahatan dan penipuan lainnya bisa juga mencoba menyerang akunmu menggunakan malware. Nur Luthfiana Hardian

Brilio.net - WhatsApp sudah banyak di-download lebih dari 5 miliar kali. Dengan kata lain, aplikasi perpesanan ini paling populer dan digunakan oleh banyak orang setiap harinya. Tak jarang pengguna mengandalkan beragam fitur canggih milik WhatsApp untuk beragam keperluan.

Namun yang namanya aplikasi online, masih sering dijadikan ajang kejahatan oknum tak bertanggung jawab. Karena kejahatan bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Tak menutup kemungkinan media apa saja bisa dipakai, begitu pula dengan aplikasi WhatsApp. Kejahatan dengan media atau aplikasi online disebut sebagai cyber crime.

BACA JUGA :
WhatsApp ungkap 12 kerentanan, 7 di antaranya 'kritis'


Penipu bisa menggunakan WhatsApp atau WA untuk menjalankan modus liciknya. Memperdaya dan membujuk kamu supaya mau menyerahkan rincian atau data-data penting lain untuk digunakan dalam pencurian identitas, seperti nama dan alamatmu. Ditambah lagi dengan adanya WhatsApp bisnis, memungkinkan menambah kepercayaan orang dengan berbagai macam merek yang dijual.

Kejahatan dan penipuan lainnya bisa juga mencoba menyerang akunmu menggunakan malware. Perangkat lunak berbahaya untuk ponsel ini secara efektif dapat memata-matai dan mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan jahat.

Lantas bagaimana caranya supaya kamu terhindar dari penipuan online WhatsApp? Berikut beberapa tips dan trik supaya kamu dapat terhindar dari yang namanya penipuan, brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (30/1).

BACA JUGA :
Cara masuk grup WhatsApp (WA) melalui link dan QR Code

1. Perketat keamanan akun WhatsApp.

foto: pixabay.com

Kamu bisa mengatur sedemikian rupa privasi akun WhatsApp. Seperti siapa saja yang berhak melihat profil, foto, kapan terakhir kamu online, status, centang biru, dan masih banyak lagi lainnya. Demi keamanan, kamu bisa mengatur privasi khusus untuk rekan kontakmu saja.

Kedua, kamu bisa menerapkan pengaturan grup. Siapa saja yang bisa menambahkan atau memasukkan akunmu dalam suatu grup. Pihak WhatsApp memberikan tiga pilihan untukmu, 'kontak saya kecuali', 'kontak saya', dan 'semua orang'.

2. Terapkan keamanan verifikasi dua langkah.

foto: pixabay.com

Teknik ini nggak hanya membuat akun WhatsApp aman dari hack atau sadap, melainkan juga dari tindak kejahatan seperti penipuan online WhatsApp. Kamu bisa melindungi WhatsApp dengan verifikasi dua langkah, untuk memastikan data kamu tidak akan dapat diakses orang lain. Caranya pun mudah.

- Buka akun WhatsApp pada Android atau iPhone

- Klik atau pilih menu pengaturan, tiga titik berada di bagian menu utama kanan atas

- Pilih menu 'akun'

- Selanjutnya pilih verifikasi dua langkah, lalu aktifkan

3. Jangan mudah tergoda dengan iming-iming manis.

foto: pixabay.com

Seorang penipu punya banyak cara untuk membujuk targetnya supaya menuruti perintahnya. Dengan iming-iming seperti mendapatkan uang atau hadiah undian misalnya. Kamu harus selektif dengan pesan dari orang yang tak dikenal.

Ciri-ciri dari akun penipu salah satunya adalah punya kesalahan ejaan, mengirimkan dan memintamu untuk klik tautan link, bertanya tentang data pribadi, memintamu untuk membayar jasa WhatsApp, memintamu untuk meneruskan pesan, dan masih banyak cara lain.

Apabila kamu menemui akun yang punya karakteristik tersebut, jangan ditanggapi. Jangan pernah mau mengklik link atau meneruskan pesan tersebut pada akun lain. Lebih baik hiraukan dan hapus saja pesan darinya.

4. Koreksi akun terlebih dulu.

foto: pixabay.com

Penipu online mungkin bisa menggunakan foto profil orang yang kamu kenal. Jika kamu mendapatkan pesan dari nomor yang nggak dikenal, tapi punya foto profil rekan, jangan dulu percaya. Selidiki terlebih dulu kebenarannya. Periksa dan kontak langsung nomor lama temanmu, jelaskan padanya apa yang terjadi.

Setelah mengetahui jika nomor asing itu bukan temanmu yang asli, sudah jelas kalau itu adalah kejahatan. Laporkan atau blokir nomor saja nomor kontak asing itu.

5. Belanja pada toko yang jelas.

foto: pixabay.com

Berbelanja dengan pengecer atau toko terkemuka bisa jadi salah satu cara supaya kamu terhindar dari penipuan. Toko terpercaya akan memberikan alamat, jalan, dan nomor telepon yang sebenarnya.

Jika kamu tidak dapat menemukan privasi atau kebijakan pengembalian, informasi kontak, alamat atau detail layanan pelanggan, hindari berbelanja di platform itu. Jika ragu, hubungi pengecer secara langsung.

6. Minta tunjukkan respons dari pelanggan sebelumnya.

foto: freepik.com

Berbelanja online memang susah-susah gampang. Mudah sekali menemukan barang dijual online, tapi sangat sulit mendapatkan penjual yang dipercaya. Kamu bisa meminta penjual tersebut menunjukkan data dan respon dari mantan pelanggan. Karena penjual yang sesungguhnya pasti punya akun atau lapak jual di tempat dan situs lain.

7. Hindari deal pembayaran langsung melalui WhatsApp.

foto: freepik.com

Bagi kamu yang pernah menjual barang di situs online, sudah bukan rahasia lagi kalau ada kontak asing menghubungi melalui WhatsApp. Dia mengaku tertarik dan ingin membeli barangmu. Tanpa basa-basi, ia langsung meminta nomor rekening dan mengirimkan alamat lengkapnya. Banyak penipu online yang mengaku sudah membayar barangmu, lalu mengirimkan hasil transfer ke rekeningmu.

Jangan mudah percaya dan langsung mengirimkan barangmu padanya. Periksa secara pasti apakah nomor rekening tabunganmu benar-benar terisi sesuai kesepakatan atau belum. Sebab kecanggihan teknologi membuat oknum mampu mencetak dan membuat bukti transfer ATM palsu dengan mudah.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags